
" apa kamu mau menungguku?"
" aku ingin segera menikah de"
" kalau begitu menikahlah dengan orang lain" Dude merajuk.
Dude melepaskan pelukannya. Aku menatap wajahnya yang serius.
" kamu marah?" tanyaku
" kamu tidak mau menungguku?"
" dua tahun terlalu lama untukku"
" kamu sungguh tidak sabar?"
" ada alasan yang membuat aku ingin segera menikah"
" apa itu?" tanyanya
" kamu pasti sudah tau apa penyebabnya"
" apakah karena malam itu?"
**
Malam itu ( beberapa minggu yang lalu) saat Dude main ke kost aku, tiba tiba hujan lebat sekali. Membuat Dude tidak bisa pulang karena hujan begitu lebat dan petir terus terusan menyambar. Akhirnya Dude memutuskan menginap di kost aku. Dan hampir saja benteng pertahanan ku jebol lagi tapi tidak sampai terjadi karena Dude membatalkannya.
" kenapa?" tanyaku saat Dude menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
" tidak, jangan sampai ini terjadi?"
__ADS_1
" iya kenapa?"
" aku takut kamu hamil"
" tapi aku tidak takut"
" aku tidak ingin kamu aborsi jika itu terjadi"
" aku tidak bakalan hamil"
" tetap saja aku tidak ingin melakukannya"
" kenapa?" aku penasaran
" aku tidak ingin mengulang masa lalu"
" aku mengerti" Pikiranku pun melayang, ternyata Dude memiliki masalalu yang pahit ,mantan pacarnya telah dua kali melakukan aborsi dan berakhir meninggal dunia. Dude tidak ingin itu juga terjadi pada diriku. Aku pun mengerti.
" tidur yang nyenyak Sania"
Malam ini Dude bersamaku sepanjang malam.
**
" Aku ingin menjadi wanita normal ,berumah tangga ,punya suami dan anak "
" maka dari itu tunggu lah aku"
" dua tahun itu waktu yang lama de, saat kamu kembali mungkin saja aku sudah mempunyai anak" Dude hanya bisa diam setelah aku menjelaskannya.
" Maaf kan aku karena aku tidak bisa menikahi mu sekarang"
__ADS_1
" jika kita memang berjodoh , dua tahun bukanlah alasan untuk memisahkan kita, jika tuhan berkehendak selama itu pula aku tidak diberi jodoh dan aku akan memilihmu"
" aku ikhlas jika kamu memilih orang lain"
Ya, karena selama dua tahun Dude tidak di izinkan instansinya untuk menikah.
Sejak hari itu Dude sudah tidak bisa menemui ku lagi,dia harus pergi menunaikan tugasnya.
...~Entah disebut pacar ke delapan belasku atau teman tapi mesra yang pasti Dude pernah singgah dihidupku~...
Setiap bulan aku menyempatkan diri pulang kerumah ayahku. Hasilnya tetap sama Ayah masih bersikeras menjodohkanku dengan Riyandi.
" Sampai kapan kamu menolak permintaan ayah mu ini Sania?"
" Ayah tidak sadar, kalau yang membuat kesalahan di awal itu ayah bukan Aku. Kenapa aku yang terus ayah paksa"
" Ayah harus bagaimana lagi Sania?"
" Ayah tau kalau kamu dan Dude punya hubungan. menikah lah kalian?" ulang ayah
" Dude sedang dikirim keperbatasan. Aku tidak mungkin menikahinya. menunggu waktu dua tahun baru bisa terlaksana"
" kalau begitu kamu tidak punya pilihan selain Riyandi" kata ayah.Tanpa menjawab pertanyaan ayah aku bergegas meninggalkannya kekamar.
Jujur saja aku sangat memikirkan masalah Ayah ini. Aku sendiri pun ingin segera menikah tapi dengan siapa? Aku tidak peduli siapa pun itu ,aku hanya ingin menikah dengan pria yang bisa menerima aku apa adanya dengan segala kekuranganku. Tapi bukan Riyandi.
Saat ini aku benar benar kesepian ,Biasanya Dude selalu ada saat aku membutuhkannya. Tapi hari ini benar benar membuat perasaanku gundah gulana.
Aku melamun dibalik jendela kamarku. Banyak sekali yang aku pikirkan. Tiba tiba aku terkejut mendengar ibunya Raihan berteriak. Raihan tetanggaku sekaligus teman seperantauan ku saat ini masih berada di kota metropolitan. Rumah kami bersebelahan sehingga dengan jelas aku mendengar ibu nya berteriak keras.
__ADS_1
...Next...