Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
65


__ADS_3

" Emang sekarang wajah nya gimana San?" Rahma nampaknya penasaran


" Sekarang tambah tampan, badannya tinggi.kulitnya nampak mulus putih ,menyesal kamu putus sama dia Rahma"


" Yang benar aja kamu San?"


" Ya iyalah masa aku bohong"


" Terakhir aku dengar dia punya cewek,gak tau deh masih atau sudah putus" jelas Rahma


" jadi selama ini kamu masih stalking mantan?"


aku meledek Rahma


" gak juga, nama nya juga jaman sekarang lewat handphone kita bisa tau kabar orang yang jauh dari pandangan."


" benar juga sih" jawabku.


" ya sudah aku pulang dulu jangan lupa nasi gorengnya di habiskan, aku capek masak nya tau" Rahma berdiri dan meninggalkan kamarku.


" baiklah, terima kasih sobat" jawabku


Rahma kembali masuk kamar


" kalau kamu ketemu Dude lagi bilangin salam dari ku ya" Rahma kembali keluar.


" Ya ampun dari tadi belum juga pulang" gumamku


" iya iya aku salamin" teriakku


Rahma tidak tau kalau kami sudah tukeran nomor. Tapi tak ada satupun dari kami memulai percakapan ditelpon.


**


Jantungku dari tadi berdetak kencang,desir darahku tidak normal. Aku sedikit gugup dengan wawancara ini. Kepala HRD hanya berkata


" besok akan di umumkan hasil wawancaranya lewat telpon , pastikan nomor telpon kamu dapat di hubungi.


" baik pak, terimakasih pak"

__ADS_1


" silahkan" tangan beliau mengarah kepintu keluar. Artinya wawancara ku sudah selesai dan aku hanya menunggu hasil wawancara nya.


Dari tadi aku gelisah dengan handphone ku disamping, aku menunggu hasil wawancaraku. Dan ponsel pun berdering. Aku mengangkatnya.


" Halo Sania, apa aku mengganggu mu?" suara diseberang sana


" Dude?"


" iya ini aku"


" Aku menunggu kabar dari tempat aku melamar kerja , menunggu hasil wawancara kemaren"


" pasti penasaran kan?"


" banget, kamu sendiri sekarang lagi ngapain?"


" lagi bicara sama kamu?" jawabnya


" ya iya lah pastinya" aku tertawa. jawaban Dude membuat jantungku kembali tenang.


" mau aku jemput gak?" tawarnya


" terserah lah, supaya kamu tidak gugup lagi"


" gak usah lah, nanti pacar kamu marah?" jawabku


" wah kamu ngeledek aku ya?"


" Maksud kamu?" tanyaku


" aku sekarang jomblo tau, jadi gak bakalan ada yang marah "


" ooh jomblo ya?" aku terkekeh


" tu kan bener ngeledek" suara nya nampak kecewa


" maaf deh, aku kan gak tau"


" aku maaf kan tapi mau ya aku jemput"

__ADS_1


" baiklah, aku kirim alamatku"


" oke" Dude segera mengakhiri telponnya.


Tenang Sania, Dude hanya teman. kamu masih milik Dani, jadi tidak akan ada hal hal yang tidak mungkin terjadi.


Beberapa menit kemudian Dude sudah berada didepan kost ku.


" kamu tinggal disini?"


" iya kenapa, kost nya jelek ya?"


" bukan begitu, tapi kamu tinggal sendirian?"


" iya ,sendirian. kamu sendiri kan tau, orangtua ku dikota berbeda"


" siapa tau kan kalian pindah kekota ini"


" kamu sendiri kenapa bisa ada dikota ini?"


" nanti aku ceritakan, kita cari tempat makan dulu yuk" Dude mengajak ku makan diluar. Suasana nampak santai, aku sudah tidak terlalu tegang lagi. Kami menemukan tempat makan yang santai.


" kamu belum jawab pertanyaanku tadi?" tanyaku memecah keheningan antara kami


" oh ,kenapa aku ada dikota ini?"


" iya ,kenapa?"


" aku mencoba mendaftarkan diri menjadi abdi negara"


" wah mantap tuh?" aku langsung terkesima mendengar jawabannya


" Doakan semoga aku lulus ya"


" kalau begitu kita sama sama mendoakan ya, aku masih menunggu hasil wawancaraku"


" tentu saja" jawabnya


...Next...

__ADS_1


__ADS_2