
Namanya Dani, sejak pertemuan dibandara Dani sering menghubungiku. Dia mengajak ku ketemuan.katanya sebagai balasan atas pertolongannya dibandara waktu itu. Karena aku terlanjur berjanji aku pun menyetujui permintaannya. Dani orangnya asyik, di ajak ngobrol selalu nyambung,suka becanda ,tiap kali dia bicara selalu saja membuat ku tertawa.
"kita mau kemana?" aku bertanya
"suatu tempat favorit ku" jawabnya
aku hanya mengikutinya. kami pergi kesebuah danau yang ramai pengunjung.Tak hanya itu,danau tersebut terkenal dengan cafe nya yang romantis.
"Sejak kapan danau disini ramai pengunjung?" aku bertanya. seingatku aku kesini sekitar 3 tahun yang lalu,tidak seramai sekarang.
"Kalau tidak salah sudah setahun yang lalu" jawab Dani.
"ayo kita duduk disana" Dani menunjuk meja cafe dipojokan yang kosong. suasana danau sangat adem, dimana mana tumbuh pohon pinus. cahaya lampu kerlap kerlip menambah suasana romantis malam hari. dari seberang danau nampak tenda warna warni berdiri di atas tanah lapang. seperti para muda mudi sedang ber camping.
Aku mengikuti Dani duduk diseberang meja. Ingat Sania,kamu milik Jodi.! hati kecil ku merasa sedih. kenapa disaat romantis seperti ini bukan Jodi disampingku.Tiba tiba ponsel ku berdering.Benar saja,baru aku memikirkannya,Jodi sudah menelponku duluan.
"Sebentar ya" aku pamit agak menjauh dari Dani
"silahkan" jawabnya.
"sayang" panggil Jodi
"iya, ada apa?"
"kamu dimana sih?,kok rame gitu?aku vc ya?"
Jodi mendengar suara musik dari cafe.
"aku di-.." belum selesai aku bicara Jodi sudah mengubah panggilannya.
" ada apa?" aku pasang wajah manis
__ADS_1
"kamu dimana,seperti nya kamu tidak sedang dirumah?" Jodi agak posesif kalau aku berada diluar rumah.
"iya aku lagi di-.." terpotong lagi
"cepat pulang. pulang. pulang" suaranya agak lebih meninggi.tandanya dia tidak suka.
"aku -"
"yah,bos nelpon lagi, sayang udah dulu ya.bos nelpon nih,cepat pulang ya,jangan lama lama diluar" Jodi menutup telponnya.
Syukurlah,bos besar penolongku.Belum sempat aku jelaskan sudah ditutup duluan telponnya.
Aku menghampiri Dani.
"siapa?" tanya nya
"pacarku,tidak.calon suami" jawabku
"calon suami?" tanya nya lagi
"iya, sebaik nya kita pulang." pintaku
"aku janji nanti mengganti hari ini yang gagal" aku meminta maaf.
"baiklah" jawab Dani. Dani pun mengantarku pulang. Sepanjang jalan kami hanya diam. kami sedikit canggung setelah Dani tahu kalau aku sudah mempunyai pacar.
Sesampainya didepan rumah.
"sebaiknya kamu lekas masuk.udara nya sangat dingin" kata Dani.
"terima kasih ya ,sudah mengantarku pulang." kataku
Dani hanya mengangguk dan langsung masuk kemobilnya.
__ADS_1
Baru satu minggu berkenalan dengan Dani tapi rasanya sudah kenal lama. Dani sangat terbuka dia selalu bercerita apa saja.yang tidak penting pun diceritakannya.kadang telinga ini sampai sakit mendengar cerita nya tapi aku senang setiap kali dia bicara rinduku pada Jodi berangsur hilang.
Insaf Sania.jangan ulangi kesalahan yang sama. Ingat itu Sania!
Aku masuk kerumah. ku lihat ayah masih duduk didepan Tv .Tubuhnya yang sudah tua tidak menghalangi penglihatannya yang masih terang dan telinganya yang masih jelas mendengar.
"Ayah belum tidur?" aku menghampirinya.
"Sania,kamu sudah pulang nak?"
"ini makanan kesukaan buat ayah" aku membelikan makanan kesukaannya.
"sejak kamu pulang dari kota besar,ayah lihat sifatmu tidak berubah,masih saja suka pulang malam." kata ayah.
"mumpung Sania disini yah,Sania juga rindu teman teman Sania" aku beralasan.
"Kamu ini bukan remaja lagi Sania ,sebentar lagi kamu menikah,ubahlah kebiasaan buruk mu itu" ayah menasehati.
"cuma main doank ,masa gak boleh" jawabku
Ayah cuma geleng geleng kepalanya.
"minggu depan resepsi putri, kalau saja pacar kamu itu ada disini,ayah akan memperkenalkannya pada semua keluarga.siapa namanya,ayah lupa?"
"Jodi ayah"
"iya Jodi."
"nanti ajalah ,kalau Sania udah nikah sama Jodi baru sania kenalin pada semua keluarga"
" kapan nikahnya?" pertanyaan ayah seperti sebuah paksaan, slow aja ayah. yang mau nikah Sania kok ayah yang kebelet sih.
...next...
__ADS_1