Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
50 jalan bareng Dilan


__ADS_3

" Sania, aku pengen kasih tau kamu sesuatu" kata Moli


" apa itu?" aku penasaran


" tapi kamu jangan bilang siapa siapa ya?" kata Moli lagi


" iya, cepat katakan" desakku


" bulan depan aku akan pulang, aku berhenti bekerja" jelas Moli


" kenapa pulang Mol, ada apa?" aku kaget dan semakin penasaran


" aku memutuskan untuk menikah dengan pak tri. " kata Moli


" aku gak salah dengar Mol" betapa kagetnya aku mendengar perkataan Moli


" iya San, aku terlanjur mencintainya"


" tapi dia sudah punya istri dan anaknya juga seumuran kita Mol" aku hampir tak percaya Moli memutuskan hal seperti itu.


" aku tidak peduli San, cinta ini membutakan ku."


" tapi kamu akan menyakiti banyak orang Moli" nasehatku


" selama ini istrinya belum tau hubungan kami, aku dan pak tri merahasiakannya "


" aku tak percaya dengan keputusan mu Moli" Aku benar benar tak percaya dengan keputusan Moli.


" keputusan ku sudah bulat San"


" lebih baik kamu pikirkan kembali sebelum terlambat?" pintaku


"Tidak, aku tetap akan meneruskannya" jawab Moli.


" semoga keputusanmu membuat dirimu bahagia Mol" walau akan banyak orang yang terluka dengan keputusanmu.

__ADS_1


" Doakan saja San, semuanya berjalan seperti yang ku inginkan" kata Moli.


Pintu terbuka kembali kali ini Dilan yang datang.


" Hai Sania, lama ya nunggu?" kata Dilan


" gak juga " jawabku.


" Mol nanti kita ngobrol lagi ya, aku harap kamu bisa pikirkan kembali keputusan mu itu" Aku beranjak dari tempat dudukku.


" iya, kalian hati hati dijalan ya, jangan lupa oleh oleh buat aku" kata Moli.


" berangkat sekarang?" tanya ku pada Dilan


" Ya, aku sudah pesan taksi" kata Dilan


" baiklah" aku melangkahkan kaki ku keluar,sambil melambaikan tanganku pada Moli.


" sampai jumpa lagi Sania " teriak Moli.


Sekarang aku sudah satu taksi dengan Dilan. Kami menuju Mall tempat tujuan kami. Setibanya di mall Dilan bertanya


" kamu mau kemana dulu?"


" terserah kamu saja" jawabku


" mau belanja atau nonton?" tanya Dilan.


Nonton, ah jangan, Dilan hanya teman jangan sampai rasa ini berubah jadi demen.


" Belanja aja" jawabku


" baiklah kita kesana ya" tunjuk Dilan pada sebuah outlet pakaian.


Aku memilih pakaian yang aku suka.

__ADS_1


" bagaimana ini bagus tidak?" tanyaku pada Dilan, tanganku menenteng satu stel pakaian.


" sepertinya agak kebesaran ,coba yang lain"


" kalau yang ini?"


" bagus sih tapi agak seksi"


Dilan ikut memilihkan pakaian , dan dia menunjukkan satu pakaian yang simple tapi sangat pas ditubuhku.


" kamu beli yang ini saja, warna nya pas dikulitmu" sorong Dilan menempelkan baju itu ditubuhku.


" yang ini?" aku mengambil baju itu, lumayan juga, aku suka dengan pilihan Dilan.


" bagaimana dengan celananya?" tanyaku.


" itu kamu pilih sendiri aja ya" Dilan sedikit menjauh dari ku sambil tersenyum.


Sepertinya dia agak malu berurusan dengan hal sensitif.


" Ya sudah aku pilih yang ini aja" aku membawa pakaian pilihan ku ke kasir.


Aku menengok kiri kanan,kemana Dilan ya? aku membuka dompetku.


Hhmm, Ujung ujung nya aku bayar sendiri. aku berharap adegan di film akan terjadi, saat semua barang belanjaan wanita dikasir sang pria dengan cepat menyodorkan kartu kreditnya. Tapi itu hanyalah hayalan ku saja, mana mungkin Dilan yang hanya teman mau membayar semua belanjaanku.


" ini mbak pakai uangku saja" Dilan menyodorkan beberapa kertas merah membayar semua belanjaanku.


" kamu dari mana saja? ini gak usah, biar aku aja yang bayar" aku pura pura menolak.


" gak apa apa San, simpan saja uangmu" kata Dilan.


" bener nih gak apa apa?" aku sangat senang karena Dilan tiba tiba muncul dan tentu saja belanjaan ku jadi gratis.


" iya benar" Dilan tersenyum manis.

__ADS_1


......Next......


__ADS_2