
Sepanjang jalan aku sibuk mengatur degup jantungku. Aku salah tingkah. Aku tak ingin Dilan mengetahui nya, matanya terus menatapku lewat spion didepannya. Dia melihat wajahku yang sedikit gelisah. Tiba tiba tangan kirinya meraih tanganku yang aku mainkan dari tadi. Dilan meletakkan tanganku di perutnya. Aku mengerti, Dilan memintaku memeluknya. Tentu saja aku memeluknya karena Dilan menambah kecepatan motornya.
Aku sudah berada didepan kontrakanku.
" Kamu tinggal disini" tanya Dilan
" iya, kamu mau mampir dulu"
" kapan kapan ya" Dilan memainkan matanya ,mata nakal itu. mengisyaratkan dia pasti akan menemui ku lagi.
" Terimakasih sudah mengantarku"
" Jangan lupa kunci pintunya" pesannya perhatian.
" tentu" aku segera masuk rumah.Dilan memperhatikanku sampai aku menutup pintu kontrakanku. Dilan pun pergi dengan motornya.
Hari yang melelahkan. Aku segera merebahkan tubuhku dikasur dan tertidur.
Sore ini sepulang bekerja,seperti biasa aku mengembalikan motor milik mbak Yani.
" Terimakasih mbak motornya, tanpa bantuan mbak yani aku gak tau harus bekerja dimana."
__ADS_1
" Jangan sungkan sungkan San ,kamu mengingatkan aku pada adik ku dikampung. " kata mbak Yani
" mbak punya adik?"
" punya,adik perempuan seumuran kamu"
" kapan kapan kenalin denganku mbak"
" tentu" kata mbak Yani lagi.
Setelah basa basi ,aku pamit pulang.
" aku masuk dulu ya mbak" aku pamit. kontrakan kami yang bersebelahan ,memudahan aku untuk meminta bantuan pada mbak Yani jika memerlukan sesuatu. Mbak Yani memang sangat baik orangnya.
" Lagi ngapain ?" Seperti biasa Dani bertanya lewat ponsel.
" aku lelah" jawabku
" habis ngapain?"
" menghadapi kenyataan hidup"
" kamu becanda ya" katanya
__ADS_1
" Aku serius" jawabku
" apa kamu baik baik saja ?" Dani terus bertanya
" Aku benar benar lelah Dan, aku mau istirahat" Aku menyudahi percakapan malam ini
" baiklah,kamu istirahat saja".
Sebulan sudah berlalu, tabunganku semakin menipis, pekerjaanku tidaklah pasti. Aku tidak mungkin bertahan dengan perekonomian seperti ini. Aku butuh pekerjaan yang layak, gajih yang cukup. Untuk Makan sehari saja sangatlah menghemat, hanya nasi putih dan telur ceplok. Apalagi untuk membeli keperluan yang lainnya. Aku tidak punya uang.
Andai saja aku masih bersama dengan Jodi mungkin nasibku tidak seburuk ini. Aku sadar aku tidak mungkin mudah mendapatkan laki laki yang mau menerima keadaanku seperti ini. Secara fisik banyak yang antri tapi faktanya aku bukan gadis suci lagi. Aku tidak mungkin mendapatkan laki laki yang baik lagi. hiks hiks hiks aku sangat sedih.
Aku menutup kamarku dengan rapat ,sebaiknya aku mengakhiri hidupku saja. Aku sudah tidak berguna lagi. Aku sudah tidak layak lagi hidup dibumi ini. Hanya sebagai sampah, tidak ada yang membanggakan dari diriku yang sangat hina ini. Aku menyemprotkan satu botol pembasmi serangga dalam kamarku yang tertutup rapat. Awalnya aku hanya batuk saat seluruh racun yang ku hirup memasuki hidungku dan tenggorokanku. Aku pun pingsan.
Dari arah luar mbak Yani mencium aroma tak sedap.
" Seperti aroma pembasmi nyamuk" gumamnya.
Aroma itu sangat menyengat sampai tercium keluar kontrakan
" menyengat sekali" mbak Yani menutup mulutnya
" sepertinya dari kontrakan Sania" Dia terus bicara sendiri dan mulai mengetuk pintu
__ADS_1
...Next...