Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
70


__ADS_3

" kalau saja kamu menikahi salah satu pacarmu yang kaya pasti nya masalah ayah sudah selesai dari dulu"


" sekarang ayah malah nyalahin Sania"


" terus yang nganter kamu tadi siapa?"


" itu Dude yah, teman Sania"


" menikah saja dengan dia, siapa tau dia bisa bantu ayah"


" cukup ayah, ayah benar benar ingin menjual Sania?" aku marah.


" ayah sudah tidak tau lagi harus bagaimana, sekarang saja ibu sambung mu lebih sering tinggal ditempat putri. kata nya ingin membantu putri bekerja, siapa tau dia bisa meringankan beban ayah"


"sudahlah Sania capek, Sania mau istirahat dari tadi Sania di ajak bicara yang membuat otak Sania bertambah panas"


" kamu akan menuruti kata kata ayah kan Sania"


" entahlah" aku bergegas pergi kekamarku. Aku sudah lelah seharian diperjalanan. Baru datang sudah disuguhi masalah yang tidak mampu aku sandang sendirian.


Mumpung pulang kerumah ayah aku mau jalan jalan dulu, tapi kemana?


" Sellyyyy" aku memeluk Selly, teman lamaku sekaligus mantan calon kaka ipar.


" Saniaaa" Selly memelukku sangat erat


" kamu apa kabar?" tanya nya


" kabarku baik, kamu sendiri gimana?"


" sangat baik, kabarku sangat baik" ulangnya


" udah lama Sania gak mampir ke sini"


Aku sengaja pergi ke rumah Selly kakak nya Endi . Endi mantan terindah yang berakhir diselingkuhi nya. Endi lebih memilih perempuan yang katanya pernah dit****inya. Aku penasaran dengan perempuan itu. Katanya Endi lebih suka dengan perempuan semok. sedang aku sendiri terlalu langsing dibanding pacar barunya.

__ADS_1


" Sejak pulang dari luar negeri kamu tidak pernah lagi mampir kesini"


" Aku tidak punya alasan untuk kesini "


" Sekarang kenapa kamu kesini?"


" aku kangen kamu kakkkk" aku kembali memeluk sahabat yang sudah seperti kakak ku sendiri.


" bisa aja kamu!"


" ibu mana?" aku menanyakan orang tua Selly.


Selly terdiam sejenak sambil menarik napas kemudian menghembuskannya.


" ibu meninggal San, setahun yang lalu"


" benarkah?,aku turut berduka" aku sangat terkejut, sangat sangat terkejut.


" Endi tidak cerita ke kamu?"


" tapi dia selalu cerita tentang kamu San"


" bagaimana bisa ,dia tidak pernah berkomunikasi lagi denganku"


flashback


Waktu aku dikejar Eril pagi hari disebuah rumah makan aku hampir saja menghubungi Endi dengan menekan nomor telponnya. tapi kami tidak sempat berbicara karena saat itu Jodi sudah berhasil menemukanku. Rupanya Endi menyimpan nomor telponku.Tanpa aku sadari Endi selalu memantau perjalanan sosial media ku.


" Dia cerita apa saja?"


" semuanya, dia bilang dia menyesal melepaskan kamu, tapi Endi tidak berani menghubungi mu lebih dulu. Karena dia pikir kamu sudah bahagia dengan kekasihmu yang baru"


" Endi bilang begitu"


" ya"

__ADS_1


Aku kembali teringat dengan Endi.


(beberapa tahun yang lalu)


" Sayang kamu sudah siap?" Endi menghubungi ku sewaktu kami diluar negeri


" iya aku sudah nunggu dari tadi"


" ya sudah cepatan masuk"


" masuk kemana?" tanyaku


" ya masuk mobil lah, emangnya mau masuk kemana lagi?"


" mobil mana? kamu aja belum nyampe?"


" di seberang kamu lah, coba lihat kedepan?" Endi melambaikan tangan melalui jendela mobil.


" eh sejak kapan mobil nya ada disitu?" aku membalas lambaiannya


" dari tadi lah"


Aku segera berlari menuju mobil yang terparkir di bahu jalan.


" jangan lari ,nanti kamu jatuh" larangnya saat melihatku berlari menghampirinya.


" iya" aku mematikan telponku.


Aku melemparkan senyum termanisku dan segera masuk ke mobil.


" kamu jahat, kenapa gak bilang kalau kamu sudah nyampe dari tadi" aku memukul pelan pundak Endi.


"kejutan" Endi tersenyum kecil.


...NEXT...

__ADS_1


"


__ADS_2