Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
48 bibit bebet bobot


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba , Aku sudah berada di acara pernikahan kakaknya Dani. Pernikahan mereka terlihat mewah, gedung yang dihiasi bernuansa timur tengah. Kakak Dani seorang Dosen di sebuah universitas ternama, Dani hanya berdua kakaknya tinggal dikota ini. Tapi saat ini, semua keluarga besar nya datang berkumpul menghadiri pernikahan kakaknya,termasuk ayah dan ibunya. Ayah Dani seorang Profesor ,beliau jadi dekan di sebuah universitas kota besar. Anggap saja keluarga mereka semuanya memiliki titel. Tidak seperti aku, yang belum menyelesaikan kuliah.


Dani pernah menceritakan tentang keluarga nya,walau pun aku sedikit minder tapi aku harus yakin kalau Dani akan memilih aku. Sudah 2 jam aku duduk dikursi ini, aku belum berbicara dengan orang tua Dani,mereka terlihat sibuk bersalaman dengan semua tamu undangan. Sepertinya semua tamu dari keluarga terpandang semua. Aku merasa diriku disini tak ada gunanya, seperti dicampakkan,wajar lah sania,kamu bukanlah siapa siapa. Kamu hanya lah orang biasa .


Dani memperhatikanku.


" Apa kamu bosan?" tanya nya pada ku


" Sedikit" jawab ku ketus.


" jangan cemberut gitu dong, nanti wajah manisnya hilang" rayu Dani.


Aku hanya diam,mencoba menetralkan perasaanku. Disini aku seperti orang asing, bagaikan menonton acara televisi, bisa mendengar suara orang tapi orang tersebut tak bisa mendengar suara ku.


" kamu mau kekamar" tanya Dani lagi.


Aku mengangguk.

__ADS_1


" kamu disini aja, aku bisa kekamar sendiri"jawabku


" kamu yakin?" tanya Dani


" iya yakin"


" nanti aku susul" jawab Dani


Aku meninggalkan tempat acara,aku sudah sangat bosan. kebetulan gedung tersebut letaknya disebuah hotel sehingga aku hanya menggunakan lift agar bisa menuju kamar yang disediakan keluarga Dani untuk para tamu yang menginap.


Aku langsung merebahkan tubuhku dikasur empuk milik hotel. Suasana hati ku menjadi berubah tidak sesemangat sebelumnya. Aku pikir aku akan berbicara dengan keluarga Dani walau pun hanya salah satu di antara mereka. Ternyata semua ini tidak seperti yang ku bayangkan, suasana di acara terlalu sakral, membuat aku bosan.Dan akhirnya aku tertidur.


Aku mendengar suara berat wanita dewasa dengan jelas mengatakan itu dari balik pintu kamar hotel. Aku terbangun dan mencari tau siapa dia.


Tiba tiba Dani sudah berada didepanku.


" Kamu sudah kembali, apa acaranya sudah selesai, maaf aku tertidur" aku bicara terus pada dani sambil mengusap mataku yang mungkin ada beleknya.

__ADS_1


Wajah Dani seperti kelelahan, nampak sebuah beban diwajahnya setelah mendengar perkataan ibu nya barusan.


Kini giliran Dani merebahkan tubuhnya dikasur.


" Kamu kenapa?" aku bertanya.


Dani nampak berpikir.


" Diluar tadi siapa?" aku kembali bertanya.


" ibu ku" jawab Dani sambil bangun dari rebahan.


" ibumu! kenapa dia hanya didepan pintu?"


" Tadinya dia sudah masuk ,kemudian melihat kamu tidur, ibuku memutuskan langsung keluar" jelas Dani


Astaga, jadi ibu nya Dani barusan melihat aku tidur, tunggu! apa barusan aku tidur dengan mulut terbuka. Aku menyentuh pinggir bibirku, jangan jangan aku mengeluarkan air liur saat tidur.

__ADS_1


Aku merasa malu,tapi rasa itu langsung berubah menjadi kesedihan karena aku mendengar penolakan yang kedua dari keluarga pacarku. Aku ditolak sebelum aku berbicara dengan mereka.


...Next...


__ADS_2