Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
73


__ADS_3

" Dari tadi diam aja?" tanya Moli melihat aku yang terdiam sambil mengunyah makanannya.


" tadi aku berpapasan dengan Bams didapur" jawabku


" Oh Bams, terus?"


" kayak nya dia marah?"


" kalian bicara?"


" malah dia menghindar tidak bicara satu kata pun"


" kamu sendiri?"


" aku juga sama"


" yah, perang dingin dong namanya"


" Apa Bams marah sama aku?"


" mana aku tau. Selama ini abangku yang satu itu tidak pernah cerita atau bertanya tentang kamu"


" artinya dia benar benar marah sama aku Moli"


" mungkin" Moli menaikkan kedua belah bahunya.


Aku jadi tidak enak hati karena sudah meninggalkan Bams.


" mungkin dia benar benar kecewa dengan mu Sania" kata Moli lagi.


" aku merasa bersalah Mol"

__ADS_1


" Sejak berpisah dengan mu, dia jarang sekali berbicara, dia berubah jadi pendiam"


" benarkah"


" pernah ibuku ingin menikahkan nya dengan seorang perempuan pilihan ibu tapi dia menolaknya, katanya dia tidak ingin menikah kecuali kamu (Sania) menikah duluan"


" Bams berkata begitu?" aku hampir tidak percaya dengan yang dikatakan Moli. Bams benar benar ingin menungguku sesuai janji nya dulu.


" iya San, terus ibu pernah punya niat mau melamarkan kamu untuk bams tapi kata Bams kamu nya sudah mengatakan putus, jadi ibu mengurungkan niatnya itu"


Aku merasa sangat bersalah setelah mendengarkan cerita Moli. Apa yang harus aku lakukan pada Bams. Aku tidak mungkin memintanya kembali. Aku sudah tidak pantas untuknya. Bams berhak mendapatkan seorang gadis yang suci dan baik hatinya.


Moli meletakkan piring makannya, dia menghabiskan makanannya.


" kamu menghabiskannya?"


Moli menganggukkan kepalanya.


" Ini berkat kamu Sania,aku ber selera makan setelah mendapat dukungan dari kamu"


" aku akan melanjutkan hidup ku lagi. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik buat pak Tri."


" semangat Moli"


" harus"


Setelah seharian bersama Moli aku segera pamit dengan sahabatku yang satu ini. Rasanya belum puas kami bertemu tapi aku harus pulang untuk beristirahat. Besok aku harus melakukan perjalanan jauh lagi dengan Dude.


Moli nampak mulai bangkit setelah aku tinggal, hidup nya mulai bersemangat lagi. Dan aku harus kembali kerumah dengan masalah yang lain.


" Besok aku berangkat yah" aku ngobrol dengan ayahku

__ADS_1


" apa kamu sudah memutuskan jawaban mu Sania?" tanya ayah


" tentang apa?"


" menerima lamaran Riyandi"


" tidak pernah ku terpikir untuk menikah dengan nya ayah"


" tidak perlu cepat untuk memberi jawaban. Ayah tau ini tentang perasaanmu,tapi ayah berharap kamu segera menemukan jodohmu, siapa pun itu ayah akan menyetujui nya dengan syarat dia bisa melunasi hutang ayah"


" ayah kejam" aku meninggalkan ayah kekamar. Berbicara dengan ayah sangat membosankan. Ayah benar, ini tentang perasaanku. Kalau aku tidak mencintai Riyandi kenapa harus aku menerima lamarannya. Jika aku menemukan cintaku dengan syarat bisa melunasi hutang ayah ku itu pun juga salah. Aaakkkhhhh kenapa sih hidupku serumit ini. Aku hampir berteriak ditengah malam.


Pagi sekali aku sudah menyiapkan ransel ku menunggu Dude.


" Dijemput anak itu lagi?" tanya ayahku


" Namanya Dude ayah"


" Siapa kamu?"


" Teman Sania"


" ajak lah menikah"


" Dia hanya teman yah,tidak ada perasaan apapun terhadap Sania,begitu juga Sania"


" Ayah jadi stress karena hutang ayah"


" Sania juga"


Ayah nampak sedih tapi aku tidak bisa berbuat apa apa. Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak hutang ayah.

__ADS_1


" aku berangkat dulu yah,Dude sudah menunggu diluar" aku pamit dengan ayahku


...NEXT...


__ADS_2