
Wawancara kedua
" Apa bahasa inggris mu lancar?" bapak berkemeja putih mewawancarai ku sambil melihat cv yang aku berikan padanya.
" sedikit pak" jawabku.
" di kantor ini setiap harinya menggunakan bahasa inggris karena lokasi ini kebanyakan penduduk asing. bagaimana kamu siap?"
" kalau begitu saya cari pekerjaan ditempat lain saja pak. bahasa inggris saya hanya sekedar mengenal kata benda" Aku malu.
"ya, itu keputusan kamu".
Aku langsung keluar dari kantor pemasaran sebuah perumahan elite.
Bank Central Asia
" maaf pak, saya nitip surat lamaran kerja ini, siapa tau ada pekerjaan untuk saya disini." aku bicara dengan security yang berdiri di pos jaganya. Dan menyerahkan surat lamaran kerjaku.
" Sebaiknya anda bawa kembali lamaran kerja anda. karena disini belum ada lowongan" kata security
" Saya mohon pak, tolong bantu saya" Aku memohon
" lebih baik kamu kirim ke tempat lain siapa tahu ditempat lain kamu diterima dari pada nantinya surat lamaran ini dibuang oleh HRD sini."
Benar juga kata security itu, daripada terbuang sia sia akhirnya aku kembali mengambil dokumen yang aku berikan tadi. Dan pergi dari tempat itu.
Ya Tuhan, kemana lagi aku harus mencari pekerjaan, dikota besar ini sangatlah susah mencari pekerjaan halal. Aku mampir disebuah warung kecil untuk membeli minuman. Tenggorokanku terasa haus setelah seharian berkeliling mencari pekerjaan.
__ADS_1
" pak, minuman dinginnya satu " aku membayar minumanku. Pemilik warung itu memandangi aku dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Ada apa pak, anda melihat saya seperti itu"
" Apa kamu sedang mencari pekerjaan" kata bapak itu.
"Bagaimana bapak bisa tau saya mencari pekerjaan" tanyaku
" Aku melihat penampilanmu dan dokumen yang kamu bawa itu"
" benar pak. saya sedang mencari pekerjaan, bapak bisa bantu saya?" tanya ku
" kebetulan warung sebelah sedang mencari seorang perempuan untuk membantunya diwarung."
" Warung?Warung yang mana pak?" aku celingukan mencari warung yang dimaksud bapak ini.
" saya mau pak, bapak bisa antar saya kesana"
" baik, saya akan antar"
Tempat itu berjarak sekitar 15 meter dari jualan bapak tadi. Dari luar mirip sekali depot tapi ternyata tempat ini panjang mengarah kedalam seperti sebuah kos kosan. Aku jadi bingung ini depot warung atau kos kosan.semakin menuju kedalam semakin banyak pintu kamar yang aku lewati.
" pemilik tempat ini ada didalam" aku mengikuti langkah bapak itu.
Sampai akhirnya aku melihat seorang perempuan paruh baya duduk sendirian dengan make up nya yang tebal.
" Mi, gadis ini sedang mencari pekerjaan" bisik bapak pada perempuan yang dipanggilnya Mi tersebut.Pemilik tempat itu menatapku dengan matanya yang tajam.
__ADS_1
" boleh" katanya lagi.
Kemudian aku melihat beberapa gadis seumuranku dengan pakaian seksi keluar dari arah dapur melewati kami yang sedang mengobrol.
" mami" panggil para gadis sambil berlalu.
"hmmm" hanya itu jawaban dari perempuan yang dipanggil mami
Para gadis itu menuju arah luar dan aku melihat seorang pria disana menunggunya kemudian salah satu dari gadis itu masuk ke salah satu kamar yang aku lewati tadi. Gadis lainnya pergi kepintu luar.
" besok malam kamu sudah bisa bekerja disini" kata mami
" maaf kalau boleh saya tau, pekerjaan saya disini apa ya" aku bertanya
" kamu bantu saya jualan didepan" kata mami
" kenapa harus malam. saya mencari pekerjaan siang hari"
" itu gampang di atur, yang penting besok malam kamu kesini"
" baiklah ,kalau begitu saya pulang dulu" jawabku
" silahkan, istirahatlah dulu. jangan lupa besok malam dandan yang cantik" kata mami lagi
aku mengangguk. Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan walau hanya membantu berjualan, yang penting aku bisa makan dan mempunyai tempat tinggal. Mungkin aku terlalu senang mendapat pekerjaan setelah seharian ditolak dibeberapa tempat. Aku melupakan bapak yang mengantarku tadi. Aku kembali kekontrakan.
...Next...
__ADS_1