Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
26 kabur


__ADS_3

Ternyata cahaya ini berasal dari pos ronda yang baru saja ditinggal oleh para petugas jaga malam. Terlihat dari bekas kartu remi yang berserakan dan beberapa botol minuman stamina. Lumayan lah buat aku ber istirahat. Aku merebahkan diri dalam pos di atas lantai tanpa alas tersebut. Aku mengantuk dan akhirnya aku tertidur.


"Mbak, mbak, bangun mbak"


aku mendengar seseorang seperti memanggil. sesekali tangannya sedikit mengoyang bahuku.Aku pun terbangun. Sedikit hilang kesadaran aku mengusap mataku dan wajahku. Dimana aku?


"Alhamdulillah, saya pikir mbak nya kenapa kenapa. ternyata cuma tidur toh" kata orang itu.


" iya pak. Maaf saya ketiduran" akhirnya aku ingat kalau aku sudah tertidur dipos ronda.


"bapak disini sedang apa?" aku bertanya pada orang itu.


" Saya tukang ojek mbak, mau mangkal disini" Bapak itu memperlihatkan kendaraan ojek nya.


"Oh gitu ya..kalau begitu kebetulan pak, bisa antar saya ke villa.." aku mengingat nama villa jodi. Aku lupa menghapal nama tempatnya.


" Saya lupa namanya pak, tapi saya ingat kok jalannya"


"Baiklah mbak, biar saya antar ." Bapak itu menyodorkan aku sebuah helm. Aku pun memasangnya dan naik ke motor bapak ojek itu.

__ADS_1


Sekitar 30 menitan aku minta berhenti didepan swalayan yang biasanya aku kunjungi.


"stop pak stop, sampai sini saja. ada sesuatu yang ingin saya beli dulu.Ini uangnya pak" Aku menyerahkan uang ratusan selembar.


"Waduh ,maaf mba ,belum ada kembaliannya. mba penumpang pertama saya"


"kalau begitu ambil saja kembaliannya pak"


"apa gak kebanyakan mbak?"


"enggak, ambil aja pak. saya ikhlas kok"


"alhamdulillah makasih mbak , semoga mbak nya selalu dimudahkan disetiap urusannya ,rejeki nya tambah banyak" Bapak itu mendoakan aku


" oh iya ini helm nya pak"


" iya makasih mbak"


Aku pergi meninggalkan bapak ojek tersebut. Dan aku masuk ke swalayan. Bukan untuk belanja tapi aku sudah kebelet, aku buru buru masuk toilet nya.

__ADS_1


Ah, akhirnya aku lega setelah keluar dari toilet swalayan. Aku pun berjalan ke arah rak makanan. Aku lapar, aku mengambil beberapa roti dan segera membayar nya di kasir. Aku harus mencari tempat untuk mengganjal perutku ini. Aku melihat ada depot makanan diseberang swalayan. aku pun pergi ke tempat itu.


"Maaf bu, saya boleh pesan air teh hangat untuk saya"


Pemilik depot nampak merapikan meja makannya.


"Maaf mbak tapi kami belum buka, masih satu jam lagi baru buka" ibu itu menunjukkan jarinya ke arah jam dinding dibelakangnya.


"Tapi saya perlu air hangat bu buat mengganjal perut saya ini" Aku mengangkat kantong plastik berisi beberapa roti tadi.


"Baiklah kalau begitu,sebentar saya ambilkan" ibu itu pergi kedalam mengambilkan aku minuman.


Beberapa menit kemudian ibu itu membawakan aku segelas teh hangat.


"ini mba minumannya"


"makasih bu" Aku segera menghabiskan sarapan pagiku.


Sekarang aku harus bagaimana?kemana aku pulang. Aku tidak mungkin ke villa. karena kunci villa yang biasanya aku bawa ,lupa aku masukkan dalam tas. Telpon jodi?Jangan! aku jadi bingung. Aku menekan tombol kontak tapi kontakku kosong hanya ada nama jodi dan ayahku saja. Aduh sania,kenapa sih kamu harus mengganti nomor mu ,sekarang tak ada satu kontak pun yang dapat kamu hubungi untuk minta bantuan.

__ADS_1


Aku hanya ingat nomor ayahku dan Jodi. Dan nomor telpon endi. Ya ,aku mengingatnya tapi aku tak pernah menghubunginya. Apa aku harus menelponnya?


...Next...


__ADS_2