Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
77 berita duka dari Raihan


__ADS_3

Aku yang tersentak segera berlari keluar kamar. Aku pergi kerumah Raihan. Aku melihat ibu Raihan sedang menangis dilantai tak henti hentinya dia menyebut nama Raihan.


" Raihan anak ku, Raihan anakku" Dia terus saja menangis tanpa memperdulikan Anaknya yang masih kecil ikut menangis disampingnya. Suami nya yang baru pulang bekerja segera menggendong anaknya yang kecil agar berhenti menangis.


" Ada apa ini?" tanya nya.


" Aku juga tidak tau paman, aku juga baru datang, aku melihat bibi sedang menangis menyebut nyebut nama Raihan. Aku juga ingin bertanya" sahutku.


" ada apa bu?" tanyanya pada istrinya.


" Raihan pak Raihan anak kita" dengan terbata bata ibu Raihan mencoba menjelaskannya.


" sebaiknya bibi minum dulu" aku mengambilkan air putih yang kebetulan berada di atas meja tamu . Ibunya Raihan pun meminumnya.


" sekarang jelaskan ada apa bi?" tanya ku


" Raihan Sania, Raihan"


" iya ada apa dengan Raihan bi??" tanyaku semakin penasaran


" Raihan meninggal?" Dengan susah payah dia mengatakannya. Tubuhku langsung lemas mendengar perkataan ibunya Raihan. Aku pun ikut terduduk dilantai. Ayah Raihan ikut terkejut mendengarkannya. Dia langsung meraih handphone yang baru saja digunakan ibunya Raihan.


" kamu jaga Adikmu" minta Ayahnya Raihan kepada Anaknya yang lain.

__ADS_1


Ayah Raihan memeriksa ponselnya, dia menghubungi siapa yang baru saja menelpon istrinya. Ternyata dari pak Tri ,suami dari Moli sekaligus Bos tempat Raihan bekerja. Ayah Raihan sangat terkejut setelah mendengar penjelasan dari pak Tri. Tubuhnya ikut lemas juga.


" yang sabar ya bu" Ayah Raihan mencoba menguatkan istri nya. Aku yang dari tadi tidak berani bertanya karena tidak ingin menambah kesedihan dari ibunya Raihan hanya bisa mendengarkan apa yang dikatakan ayahnya Raihan.


" Jenazah Raihan akan langsung dikirim kesini" kata ayahnya.


Aku yang tak kuasa mendengar lagi hanya menangis sesegukan. Dan telponku pun berdering.


" iya Mol"


" kamu sudah dengar kabarnya Raihan?"


" Iya Mol, sekarang aku dirumahnya"


" aku akan menunggu Raihan pulang Mol"


" aku dengar perlu waktu 6 jam untuk jenazahnya tiba dirumah duka"


" Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Raihan ,Mol?"


" Kata dokter Raihan terkena cancer otak San"


" Ya Tuhan, jadi sakit yang selama ini dia keluhkan sudah memasuki stadium akhir" Aku teringat setiap kali Raihan mengeluhkan sakitnya,Dia bilang sering sakit kepala, walaupun diberi obat tapi rasa sakit itu tidak bisa dihilangkan. Aku pernah sarankan untuk pergi ke dokter tapi Raihan selalu menolaknya, katanya itu hanyalah sakit kepala biasa.

__ADS_1


Sejak sore tadi aku selalu merasa gelisah. Jadi inilah firasat kegelisahan hatiku, bukan karena memikirkan jodoh tapi karena salah satu sahabat terbaikku telah meninggalkanku.


Aku jadi teringat masa masa aku berteman dengan Raihan, aku teman yang sangat merepotkan bagi nya,Raihan terlalu baik bagiku. Selalu menolongku saat kesusahan.


"Sania?" panggil Raihan didepan pintu


" iya Rai" aku bergegas keluar rumah


" ayo cepat ntar kemaleman"


" kita mau kemana sih?"


Raihan menjemputku katanya mau ke cafe.katanya mau ketemuan sama cewek.


" kenapa harus sama aku sih?" tanyaku


" aku pengen kamu nilai itu cewek,aku pengen dengar pendapatmu.jadi kamu harus lihat langsung orangnya"


" nilai cewek aja susah amat sih. "


" udahlah yang penting kamu ikut"


Raihan melajukan motornya, kami pergi kesebuah kafe. Raihan memilih tempat duduk agar aku mudah melihat nya dari kejauhan.

__ADS_1


...Next...


__ADS_2