Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
68


__ADS_3

" Kenapa kamu tidak memberitahu ayahmu?"


" aku terlalu malu De, aku sudah terlalu sering membohonginya"


" siapa tau ayahmu kangen ingin bertemu denganmu. Kalau dia tau kamu disini tentu dia segera menyusulmu kesini"


" Aku sudah menelpon nya beberapa hari yang lalu, dan itu malah membuat bebanku bertambah"


" kok bisa?"


" ada masalah yang tidak bisa aku ceritakan "


" baik lah,itu privacy kamu"


" sebenarnya aku sangat rindu pada nya" aku mulai meneteskan air mataku


" kamu nangis?" pandang Dude .


Aku mengusap kedua sudut mataku yang hampir bergelimang air mata.


" sebaiknya kamu pulang temui ayah mu" usulnya


" mungkin setelah aku menerima gaji pertamaku"


" kapan?"


" sekitar dua minggu lagi"


" terus kamu pulang?"


" iya ,aku sudah tidak sabar lagi"


" kalau begitu pulang lah bareng aku, aku selalu pulang sendirian"


" naik motor?" tanyaku sedikit kaget.


" iya, aku kan cuma bawa motor"


" perjalanannya kan jauh?"


" ya itu juga kalau kamu mau?"


" baiklah, tunggu dua minggu lagi ya"


" gak papa nih naik motor?"

__ADS_1


" gak papa lah, pengen tau aja rasanya naik motor jauh itu gimana "


" seru tau" Dude tersenyum.


(dua minggu kemudian)


" sudah siap?" tanya Dude


" iya" aku bergegas naik motor Dude


" jangan lupa pegangan"


" iya aku tau" aku merapatkan tubuhku agar tidak jatuh.


Dude melajukan motornya ,perjalanan kami cukup panjang perlu waktu sekitar 3 jam perjalanan.


" kamu lelah?" tanya nya


" sedikit" teriakku ,karena suara motor cukup mengganggu pendengaran.


Dude menepikan motornya.


" kita istirahat dulu ya?" tawar nya


" kamu yakin?"


" sudah dekat kok, ke arah sana" aku menunjuk ke salah satu arah jalan.


" baiklah, beritahu jalannya"


Dude kembali melajukan motornya.


Beberapa menit kemudian kami sudah tiba di rumah tante yang sering aku datangi dulu.


" Sania, ini kamu, katanya kamu sedang bekerja dikota besar, kapan kamu pulang? " Tante ku menyambutku dengan bahagia.


" nanti Sania cerita kan tante"


Setelah tante melepaskan pelukannya tante melirik ke arah Dude.


" siapa?" tanya nya.


" kenalin ini Dude tan , teman Sania"


" teman apa teman?" ledek tante

__ADS_1


Dude yang berada disampingku memperkenalkan dirinya.


" saya Dude tante, temannya Sania" Dude mengulurkan tangannya sambil tersipu malu.


" oh cuma teman" ledek nya lagi.


" tante ini apa apa an sih, lihat wajah Dude jadi merah"


" maaf tante cuma becanda"


" ayo masuk ,kalian pasti capek. istirahat dulu disini.ngomong ngomong kenapa kamu tidak telpon tante dulu mau kesini?" tante bicara panjang lebar


" kebetulan lewat aja tante" aku dan Dude duduk di sofa ruang tamu.


" memangnya kalian dari mana mau kemana?"


" aku rencana nya mau pulang ke rumah ayah tan, kami dari ibukota. "


" wah kalian harus istirahat dulu,perjalanan kalian masih jauh"


" iya tan makanya kita mampir" Dude menimpali


" atau nginep aja dulu disini, besok kalian lanjutkan lagi perjalanannya" tawar tante


" gak usah tan, Sania cuma bentar aja kok. Sekarang Sania bekerja di ibukota , Sania mau pulang sebentar ketemu ayah. Besoknya Sania harus kerja lagi"


" terakhir tante dengar kamu kerja di metropolitan"


" iya tante, Sania pulang sebulan yang lalu karena bekerja disini dan ayah belum mengetahui nya"


" oh jadi begitu" tante kembali melirik ke arah Dude


" terus Dude kenapa bisa pulang bareng Sania?"


" kebetulan saya juga tinggal di ibukota tante dan mau pulang kerumah. saya teman sekolahnya Sania dulu."


" wah kebetulan sekali ya. tapi kalian hanya menggunakan motor, pasti lelah sekali dijalan. sebaiknya menginap lah satu malam. tante kangen banget sama kamu San. Kamu udah lama gak nginep dirumah tante"


" lain kali saja tante" tolakku


" oh iya San sebulan yang lalu Rizal kesini, masih ingat kan sama Rizal" Tante sedikit berbisik ditelingaku. Takut Dude mendengarkan dengan jelas.


" Rizal tetangga tante dulu"


......NEXT......

__ADS_1


__ADS_2