
" aku kangen sama kamu?"
Aku hanya tersenyum tipis mendengar pengakuan dari mulut Dani. Rayuan lelakinya nampak tulus.
" belum juga sebulan"
" Jangankan sebulan San, dua minggu aja gak ketemu rasanya 14 hari"
Dani mulai dengan becanda nya.
" kamu lupa kalau kita pernah terpisah berbulan bulan?"
" kamu benar" Dani menghentikan kata kata nya sebentar.
" aku jadi mikir kenapa kamu memilih pulang dengan alasan bekerja, disini kurang apa coba, kalau kamu mau kamu bisa mencari pekerjaan disini"
" emangnya cari pekerjaan disana mudah, gak Dani"
" ikut lah denganku, tinggal lah bersama ku, aku yang akan bekerja untukmu "
" tidak semudah yang kamu katakan, aku sudah memikirkannya, aku lebih baik disini"
" jangan jangan kamu menghindar dari ku ya" tebak nya
" tidak juga"
" Lantas apa yang membuat kamu pulang tanpa bertanya dulu padaku"
" banyak hal yang tidak harus aku ceritakan padamu"
" sekarang kamu mulai main rahasia rahasia an"
tanya nya.
" aku harus bekerja, matikan telpon nya" pinta ku
__ADS_1
" kamu belum jawab pertanyaanku San?"
" sudah aku bilang ,aku tidak bisa cerita" tegasku.
" baiklah" telpon dimatikan Dani dengan tiba tiba. Apakah Dani marah? entahlah, semuanya benar. Aku tidak mungkin cerita semua beban yang aku rasakan sedangkan Dani tidak mungkin bisa membantu ku.
Pertama hubunganku ditentang ibu nya Dani, yang kedua aku sadar tidak se level dengan Dani, ibunya bilang cari istri lihat bibit bebet bobot nya. Mereka terlahir dengan gelar sarjana sedangkan aku hanya lulusan SMA.
Ketiga ,jiwa pertualang ku masih meronta ronta aku belum bisa setia pada Dani. Aku masih dalam pencarian dimana lelaki itu mampu menundukkanku dalam kesetiaan. Mampu membungkamku agar tidak jatuh hati lagi pada laki laki lain.
Telpon ku kembali berdering.
" Hai Sania, udah selesai kerja nya?" tanya Dude
" sebentar lagi"
" mau dijemput?"
" apa gak ngerepotin?"
" terserah kamu aja deh" dengan suara ku yang kurang semangat.
" oke, aku jemput ya"
" ya" aku mematikan ponselku.
Dude menjemput aku setelah selesai bekerja. Saat ini hanya Dude temanku curhat. Dia mengantarkan ku sampai ke kost.
" mau masuk?" tawarku
" emang boleh?" tanya nya balik.
" kaya nya sih ini kost bebas, asal gak nginep aja"
" boleh deh, sekalian bikinin aku minum, haus" kata Dude tanpa basa basi.
__ADS_1
" kalau gitu aku beli minum dulu ya, masuk aja dulu"
" beli minum?, emang didalam gak ada air putih apa?" Dude bingung
" iya, didalam gak ada apa apa, aku kan baru pindah belum sempat beli perabotan."
" ya sudah ,jangan lama lama ya" Dude masuk ke kost, aku meninggalkan nya sendirian.Beberapa menit kemudian Aku kembali dengan beberapa cemilan dan minuman pesanan Dude.
" nih, minumannya"
" makasih ya"
Dude segera menghirup minuman yang aku bawakan. Ternyata dia benar benar haus.
" bagaimana pendidikanmu?" tanyaku
" beberapa hari ini aku sudah menyelesaikan tes kesehatanku,dan aku masih menunggu pengumuman"
" Aku gak nyangka kamu sudah sejauh ini"
" Aku juga gak nyangka cita cita ku dari kecil hampir terwujudkan"
" semoga cita cita mu tercapai" doaku.
" terimakasih doanya"
" kamu benar benar sendirian disini San?" ulang Dude.
" iya aku sendirian" Aku menjawab sambil mengunyah cemilanku.
" apa ayah mu tau kalau kamu disini"
" Aku tidak memberitahu nya. Ayah ku masih mengira kalau aku berada ditempat yang dulu".
...Next...
__ADS_1