
Undangan pernikahan pun telah tersebar. semua teman teman ku menerima nya satu persatu begitu juga semua para mantanku. Aku sengaja mengundangnya agar mereka tahu kalau aku telah menemukan kebahagiaanku walau sebenarnya itu kebohongan belaka.
Terutama Endi tanpa ku sangka dia datang ke pesta pernikahanku. Meski tanpa pasangan dia datang bersama saudara perempuannya sella dan temanku lia.
Ruangan sudah dipenuhi hiasan pengantin.Tamu undangan sangat menikmati jamuannya. Aku yang sedang dirias dikamar sangat lah terkejut ketika kamar pengantin dibuka oleh seorang pria yang sangat ku kenal.
" kamu Endi?" aku terkejut. penata riasku segera menghentikan gerakan tangannya ketika aku memintanya untuk keluar dari kamar ini
" selamat ya San, akhirnya kamu menikah" sembari memberikan sebuah bingkisan entah apa isinya.
" terima kasih Endi" aku menerima kado pemberiannya.
" Akhirnya kamu menemukan tambatan hatimu. Semoga kalian bahagia sampai maut memisahkan" doanya
" sekali lagi terima kasih kamu sudah berhadir dan doanya"
" ada yang ingin aku luruskan!" katanya
" aku takut kamu membenciku karena kesalahanku dulu,sekarang kita masih berteman kan? "tanya Endi lagi.
__ADS_1
" tentu saja, kita tetap berteman ,dari dulu, sekarang dan selamanya" aku memberikan tangan ku untuk digenggam Endi.
" terimakasih Sania kamu adalah mantan terindahku" senyum Endi menyambut tanganku.
Endi keluar dari kamar rias dan berganti penata rias kembali merias wajahku. Akhirnya hubunganku dengan Endi sudah tidak ada rasa apa apa lagi. kami murni berteman seperti dulu lagi.
Berbeda cerita dengan Bams, sejak melihat undangan pernikahanku yang ku kirimkan untuk sahabatku Moli. Hatinya ambyar, lebih sering melamun.
" sudahlah nak, sebaiknya kamu lupakan saja Sania, dia bukanlah jodohmu. Pernikahannya tinggal beberapa hari. kamu juga harus bahagia Bams" kata ibunya
" aku setuju dengan perjodohan ibu tempo lalu" tiba tiba Bams menerima tawaran ibunya untuk menikahi janda beranak dua pilihan ibunya.
" aku tidak ingin menikah dengan janda itu sebelum Sania menemukan jodohnya"
" Sebaiknya lupakan Sania Bams" kata ibunya
" Aku sudah berjanji dengan Sania kalau aku akan menunggunya kembali,jika kami berjodoh dia akan kembali padaku ibu"
" Nyatanya kalian tidak berjodoh Bams. Dia memilih orang lain, bukan dirimu"
__ADS_1
" itulah bodohnya aku bu, aku terlalu lama membuka hati untuk jodoh orang bu.sedangkan dia tidak pernah melihatku lagi"
" Lupakan saja Sania, sekarang dia sudah bahagia. Sebaiknya kamu juga belajar mencintai menantu pilihan ibu, minggu depan kita melamar nya ya"
Sejak saat itu Bams mulai membuka hatinya kembali untuk perempuan pilihan ibunya. Dia sudah mengikhlaskan diriku. Meskipun menikahi janda beranak dua tidak membuat keluarga Bams tidak bahagia. Mereka dikaruniai kembali dua anak perempuan setelahnya.
(Disini author tidak menceritakan bagaimana pernikahan Sania ,karena akan ditulis dicerita selanjutnya dengan judul berbeda)
(kita hanya fokus pada para mantan Sania)
Tiga bulan kemudian setelah pernikahan,Sania hamil. Suatu hari Dilan dan Mei datang berkunjung.
" Maafkan kami Sania, kami tidak bisa hadir dipernikahanmu " kata Mei
" tidak apa apa Mei, aku tau kok kalian saat itu tidak berada disini. sekarang dimana Raisa?"
" Raisa ikut orang tua ku, aku dan Dilan mau fokus kerja dulu. Kalau Raisya ikut kami, tentu sangat menyita waktu untuk bekerja San"
" kasihan Raisya tentu dia merindukan kalian kan"
__ADS_1
...Next...