Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
25. tak direstui


__ADS_3

Malam ini aku tidur dirumah orangtua jodi,ketika aku berada dikamar, jodi kembali mendapatkan telpon dari bos besarnya. Setelah berpamitan,Jodi kembali meninggalkanku. Sebenarnya aku tidak tahu persis apa pekerjaannya,tapi dia sering pergi setelah mendapat telpon dari bos besarnya. Dan akan kembali setelah beberapa hari. Menurutku Jodi pria baik walau dia mengaku kalau dia bukan pria baik baik. Sikap nya pada keluarga membuat aku luluh, dia tak pernah kasar padaku. Secara materi aku tak pernah kekurangan, suami ideal ku.Hanya saja aku tidak tahu apa pekerjaan dia sebenarnya.


Ketika Jodi pergi aku mendengar suara berisik berasal dari ruang tengah, aku membuka sedikit pintu kamar, aku mengintip suara berisik apa itu. Aku melihat ada 3 orang duduk di sofa, mendengar dari suaranya itu suara ibu, dan pria yang terlihat diam saja seperti adik jodi. Entah pria yang membelakangi ku, aku tidak dapat melihat wajahnya secara langsung, hanya saja terdengar seperti suara orang tua.


"pokoknya ayah tidak suka kalau jodi membawa perempuan bukan muhrim kerumah ini" orang tua itu sedikit berteriak.


"pelankan suara nya yah, nanti sania dengar" ibu seperti memberi isyarat pada laki laki yang dipanggilnya ayah itu.


"Ayah tidak peduli, pokoknya besok ayah tidak mau melihat perempuan itu disini lagi"


"ayah kan belum pernah bertemu sania?"

__ADS_1


"Ayah sudah melihatnya tadi siang, hanya ayah tidak ingin bertemu jodi"


"Ayah ini kenapa sih, sama anak sendiri seperti itu, Jodi itu anak ayah juga kan?" kata ibu


" iya, anak yang dibuang ibu kandungnya. Entah dimana wanita brengs*k itu sekarang,mungkin saja sudah jadi bang*ai"


"astaga ayah, kenapa ngomong kasar gitu. gak enak tau sampai didengar sania, apalagi disini ada zaky"


Mendengar ayah berkata begitu,pelan pelan aku menutup pintu kamar. Apa aku tidak salah dengar dengan status jodi dirumah ini. Jodi anak yang dibuang ibunya. Bukankah itu status tania anaknya jodi. Aku semakin tidak mengerti dengan kondisi rumah ini. Sekarang Jodi tidak ada,kepada siapa aku mengadu kejadian ini?.Menghubungi Jodi yang baru saja pergi itu tidak mungkin.Tapi aku juga tidak ingin berlama lama tinggal disini. Ayah jodi sepertinya tidak menyukaiku. Aku juga dengar kalau ayah tadi berkata


"Ayah juga tidak ingin punya menantu yang tidak tahu asal usulnya. Ayah tidak ingin malu untuk kedua kalinya hanya gara gara pilihan jodi yang salah"

__ADS_1


Aku menangis pelan, Aku tidak ingin orang dirumah ini mendengar aku menangis. Apakah seburuk ini nasib mu sania?


Sabarlah Sania tunggu sampai besok pagi, kamu lebih baik pergi dari tempat ini.


Terdengar suara adzan subuh, sepertinya ini waktu yang tepat aku pergi dari rumah ini. Tunggu dulu, apa sebaiknya aku berpamitan saja. Rasanya kurang sopan jika aku pergi tanpa permisi. Tapi aku terlalu takut jika aku sampai bertemu ayah. Lagi pula aku tidak tidur semalaman, aku sudah terlalu lama menunggu pagi hari. Dengan sangat hati hati akhirnya aku kabur dari rumah itu.


Aku telah berhasil keluar dari rumah itu. Entah apa yang berada dipikiranku sekarang. Apa aku harus menghubungi Jodi? atau aku mencari tempat tinggal yang baru saja. Sekarang diluar masih gelap aku tidak bisa pergi tanpa alat transportasi.


Aku melihat seberkas sinar dari kejauhan. Aku menuju arah cahaya itu.Akhirnya aku sampai pada sebuah..


...Next...

__ADS_1


__ADS_2