
" Hei, Sandra kebetulan kamu datang" kata Valdi saat Sandra tiba dirumah Ratih.
" memangnya ada apa?" tanya Sandra
" Aku mau bicara sama kamu cuma berdua" bisik Valdi
" bicara apa sih" Sandra penasaran. Rivaldi menarik tangan Sandra menjauh dari Ratih dan teman teman.
" lepaskan dulu tanganku" pinta Sandra. Rivaldi melepaskan tangan Sandra
" Dengerin aku dulu Sandra"
" iya ada apa?"
" kamu mau tidak jadi pacar aku?" tanya Valdi pada Sandra
" kamu becanda ya?" tanya Sandra
" aku serius" jawab Valdi
" bukankah barusan Sania pulang dari sini?"
" itu juga benar"
" kamu mau aku jadi selingkuhan kamu?"
" tidak, bukan selingkuhan tapi pacar"
" lalu bagaimana dengan Sania?"
__ADS_1
" aku baru saja putus dengan Sania"
" kalian putus?" nampak senyum jahat dari bibir manis Sandra
" iya putus, tanya saja Ratih kalau kamu tidak percaya!"
Sandra memang membenciku, didepanku terlihat baik tapi dibelakangku hatinya penuh dengan amarah. Aku tidak tahu kenapa dia seperti itu.
" bagaimana Sandra?" Rivaldi mengeluarkan jurus sakti mantra guna versi gombalan cewek. Cewek mana yang akan menolak jika dia sudah mengeluarkan jurus ampuhnya. Akhirnya Sandra menyetujui nya, dan beberapa minggu kemudian baru aku tau kabar kalau mereka sudah jadian.
"Sandra, kamu itu buta ya? mau mau nya kamu nerima Valdi, kamu kan tau kalau Valdi itu playboy"
" aku tau kok dia playboy"
" trus kenapa kamu mau?" tanya Ratih lagi.
" aku mau balas dendam pada Sania"
" Dia selalu saja merebut laki laki yang aku suka"
" maksud kamu siapa?"
" Siapa lagi kalau bukan Dedy, kemudian April. Sekarang giliran aku yang mengambil alih Rivaldi. Aku ingin Sania tau bukan cuma dia saja yang bisa menarik perhatian laki laki"
" cuma gara gara itu kamu mau menerima Valdi"
" ya , aku tau valdi juga akan bermain main dengan ku"
" tapi kamu harus hati hati dengan Valdi, Dia bisa saja merusakmu"
__ADS_1
" aku bisa jaga diri kok"
Beberapa bulan kemudian.
" iya aku akan tanggung jawab" terdengar suara Valdi pelan dari bilik kamar Ratih.
" bagaimana bisa aku menyembunyikan perutku Valdi, sedangkan aku masih sekolah" suara Sandra juga terdengar pelan.
" kamu bisa pakai pakaian longgar kan?"
" lalu bagaimana jika anak ini lahir sebelum aku menamatkan sekolahku?"
" menurut perhitunganku itu tidak akan terjadi" jawab Rivaldi.
" kalian sedang apa disini?" Ratih yang dari tadi mendengarkan mereka pura pura tak mendengarnya.
" biasa lah Tih, pasangan sejoli" jawab Rivaldi
" lebih baik kalian pulang deh, aku gak mau kamar ku dijadi kan tempat tidur kalian berdua"
" kami tidak ngapa ngapain kok " jawab Valdi lagi
" apapun alasannya jangan masuk kamarku tanpa izinku " Ratih marah.
" iya iya kami pergi" Rivaldi beranjak dari tempat tidur. Disusul Sandra yang wajahnya nampak muram.
" ayo sayang kita pergi" ajak Valdi pada Sandra.
" enak aja mereka asik asik an dikamarku, mentang mentang orang tua ku tidak ada mereka bebas keluar masuk rumah ini" gerutu Ratih setelah Valdi dan Sandra pergi dari rumahnya. Gerutu Ratih tidak hanya sampai disitu, dari tadi dia bicara sendirian.
__ADS_1
" mudah sekali ya mereka berganti pasangan, dulu Sania dengan Valdi ,sedang Sandra dengan April, sekarang malah sebaliknya. Sania dekat dengan April dan Valdi dengan Sandra. Apa mereka tidak canggung jika berempat ketemu? akh emang gue pikirin .setidaknya mereka tidak jomblo seperti aku" Ratih mengsedih.
...NEXT...