
Sejak acara tersebut Dani jarang menghubungi ku,apa mungkin dia menyetujui permintaan ibu nya?aku bukan lah pilihan ibu nya. Ada apa denganmu Sania? kenapa setiap orang yang kamu cintai terus saja ada penghalang dalam hubungan kalian. Haruskah aku menyerah? Saat aku sudah merasa nyaman dengan Dani mengapa keluarga nya menilaiku lebih dulu sebelum mengenalku?.
Ponsel ku berdering ,Dani menelponku.
" Sania, dengarkan aku, sepertinya kita akan jarang sekali bertemu" kata Dani.
Deg, apa maksud Dani berkata begitu. Apa dia akan meninggalkanku?
" kenapa?" jawabku lirih
" minggu depan aku kembali kerumah orang tuaku, ayahku sakit sakit an,ibuku meminta aku untuk kembali."
" Bagaimana dengan kuliahmu?" tanyaku
" aku meminta cuti"
" selama itukah ,sehingga memutuskan untuk cuti"
" lalu bagaimana dengan aku?" tanya ku lagi
" kamu jaga diri baik baik ya ,Aku akan sering menghubungi mu" jawab Dani.
Telpon ditutup.
__ADS_1
Tega kamu Dani ninggalin aku sendiri dikota ini,aku harus bagaimana? bagaimana dengan aku nantinya yang terbiasa diperhatikan oleh mu.
Besok harinya, aku mencoba menghubungi Dani.
" Bisakah kita bertemu?" tanyaku
" maaf Sania sepertinya tidak bisa, hari ini aku harus menyiapkan segalanya, aku membatalkan berangkat minggu depan,ibuku memintaku pulang besok, ayah ku semakin parah" suara Dani seperti terburu buru. Sepertinya dipikirannya hanyalah orangtuanya, Dani sudah tidak memikirkan diriku lagi.
" nanti aku hubungi lagi ya" Dani segera menutup telponnya tanpa mendengarkan suaraku lagi.
" Aku...." suaraku terpotong karena ditelingaku terdengar suara tut tut tut.
Hiks hiks aku menangis. Seperti inikah jalan hidupku. Dulu Dani pernah berjanji akan menjagaku, mana buktinya? semua laki laki janji nya tidak bisa dipercaya, itulah sebabnya mengapa aku tidak pernah setia pada laki laki. semuanya sama saja, selalu menyakitkan.
Seminggu berlalu, aku dengar ayah Dani menghembuskan napas terakhirnya. Dani sangatlah terpukul dengan kepergian ayahnya. Aku memahami perasaan nya sekarang ini. Tapi aku tidak bisa menemani nya,karena kami berjauhan. Sekarang aku kesepian tanpa hadirnya Dani. Mengapa kamu tidak pulang saja Sania kerumah orangtuamu? Itu tidak mungkin, ayahku sudah berbahagia dengan rumahtangga nya sekarang, aku tidak ingin mengganggunya atau pun merepotkannya, biarlah aku menghadapi kehidupan ku sendiri dikota ini.
"Saniaaa" teriak Moli yang menyambut kedatanganku.
" Moli" aku memeluknya. Sudah lama aku tidak ketempat Moli. Kali ini aku janjian dengan Raihan untuk pergi jalan jalan. Katanya baru saja dia gajihan dan memintaku mampir ketempatnya.
" Sania, katanya kamu janjian dengan Raihan ya?" kata Moli.
" iya Mol ,sekarang dimana Raihan?" belum juga Moli menjawabnya ,Raihan sudah muncul dari balik pintu.
__ADS_1
" itu dia" kata Moli.
" maaf San, kaya nya hari ini kita batal jalan" kata Raihan.
" kenapa?" tanyaku
" kepalaku tiba tiba sakit San, tapi kamu jangan sedih karena Dilan yang akan gantiin aku, katanya dia mau ajak kamu jalan" jelas Raihan
" Dilan?" aku sedikit kaget
" iya Dilan!"
" Bukan kah Dilan udah punya pacar?"
" kamu juga udah punya pacar, memang kenapa kalau sesama teman jalan bareng" jelas Raihan
" maksud aku ,apa Mey gak marah, kalau Dani kan gak ada disini, dia gak bakalan tau" jelas aku pula.
"Mey sedang pulang kampung, Jadi Dilan bebas" kata Raihan
" oh gitu" jawabku
" ya usah ,pergi sana, panggil Dilan kesini, aku mau ngobrol dengan Sania bentar" usir Moli pada Raihan.
__ADS_1
" iya iya" Raihan pergi
......Next......