Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
29 direstui


__ADS_3

"Bukan siapa siapa" Aku selalu berbohong


"coba lihat" Jodi nampak curiga.Dahinya nampak berkerut seakan meyakinkanku apa aku jujur atau bohong.Tatapan mata nya penuh pertanyaan.Tangannya mengulur siap sedia menerima ponsel yang masih berada ditanganku.


Aku nampak gugup.


"nih, gak percayaan banget"Aku menyerahkan ponselku


Sebelum Jodi berhasil membuka pesan, ponsel ku berdering.


Aduuuh,kacau! Jangan jangan endi yang menelponku, Gawat nih, Jodi pasti marah besar. Wajahku langsung pucat saat melihat mata Jodi seperti ingin menerkamku. Maaf kan aku Jodi,maafkan!


Telpon terus berdering sampai beberapa detik kemudian Jodi mengangkatnya.


Siapa yang menelponku? Itu Endi bukan sih?


"Haloo" suara diseberang sana


"Ya haloo" Jodi menjawab


Kedengarannya seperti suara laki laki. Tatapan mata Jodi tidak berpindah dari wajahku, dia terus mengamatiku.


Mampus kamu sania!


"Ini siapa ya ,bisa bicara dengan Sania?" suara dari telepon.


"Saya pacar nya Sania. Sania nya ada kok, sebentar saya panggilkan"


Jodi memberikan telponnya.


" Nih ngomong sendiri" kata Jodi


" Siapa?" aku gugup


" ngomong aja sendiri"


Aku meletakkan ponselku ditelinga.Jodi terus memperhatikanku

__ADS_1


"ya halo" aku bicara sangat pelan.


"Sania,ini kamu nak?"


Suara yang sangat familiar.Aku menatap ponselku melihat nama dibalik layar.kemudian meletakkan kembali ke telinga.


"Ayah?"


Jodi tersenyum melihat aku yang tadi nya gugup kini berubah jadi gembira. Aku senang sekali ayah menelponku,lebih tepatnya menyelamatkanku.


"Sania!Siapa yang bersamamu?" Ayah bertanya


"Tadi itu,," Aku melirik ke arah Jodi


Jodi saat ini nampak cuek dengan perbincanganku dengan ayah.


" Dia pacar aku yah"


"Pacar?"


"kamu belum pernah memperkenalkannya pada ayah"


Bams pacar terakhirku yang aku kenalkan pada ayah,setelahnya aku tidak pernah bercerita tentang pria lain kepada ayahku.


"namanya Jodi yah"


Aku sedikit menjelaskan tentang Jodi.Dan aku mengutarakan kalau kami akan segera menikah.


"Ayah merestui kami kan?" aku bertanya


"Ayah ikut kata kamu saja Sania.Ayah sudah tua ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Kalau kalian sama sama cinta segera lah menikah.ayah hanya bisa mendoakan dari sini.semuanya ayah serahkan pada kamu saja"


Kata kata ayah seakan akan lampu hijau yang menyala terang. Kami direstui,aku senang sekali.Tanpa sadar aku sudah melompat kesana kesini.


"terima kasih ayah,terima kasih karena ayah sudah merestui Sania dengan Jodi"


"Apapun yang kamu inginkan ,asal kamu bahagia Sania"

__ADS_1


Aku baru ingat apa yang membuat ayah menelponku.


"Ayah kenapa menelpon Sania?"


"Ayah hampir lupa maksud ayah menghubungi kamu"


"Ayah ingin kamu cepat pulang ,Istri Ayah akan menikahkan putri nya .Dia meminta Ayah untuk menghubungimu.Saat ini dia terlalu sibuk mengurus resepsi anaknya.Dia berharap kamu bisa segera pulang"


Saudara tiriku akan menikah.Kabar yang gembira.


"Sania belum minta izin untuk pulang yah.Nanti Sania bicara dengan bos Sania ya yah"


(Jodi maksudnya)


"Ya sudah segeralah kamu bicara dengan bos kamu itu"


"baik yah"


"Ayah tutup dulu telponnya"


Telpon pun terputus. Aku menghampiri Jodi yang sudah berada dikamar.


Aku memutar mutar tubuhku karena kegirangan.


"ada yang lagi bahagia nih" sindir Jodi


"tentu saja aku bahagia" aku memang sedang bahagia.


"Apa kata ayah?" Jodi bertanya.


"Ayah merestui kita" Aku langsung berlari ke arah Jodi yang sedang duduk bersandar di atas ranjang.


Jodi nampak takut melihat aku yang sangat kegirangan dan dia seperti mau lari menghindar dari ke bar bar an ku.


Aku memeluk Jodi. Tanganku mengalung dilehernya.Spontan aku mengecup bibir sexy nya. Aku terlalu bahagia.


...next...

__ADS_1


__ADS_2