
Sambil menikmati pesananku, aku menerima telpon dari pihak HRD dan aku diterima bekerja. Saat ini hati ku senang sekali, entah siapa yang harus aku beritahu terlebih dahulu kabar gembira ini . Dude yang melihat ekspresi bahagia ku juga ikut berbahagia.
" Selamat Sania,kamu diterima"
Aku hampir melompat lompat kegirangan ditempat umum seperti ini.
" Iya De terima kasih, aku senang sekali"
" hari ini aku yang teraktir ,kita akan merayakannya" katanya
" gak kebalik tuh" jawabku sambil menyerngitkan kening
" seharusnya kamu sih"
" ya sudah, kamu aja yang traktir, besok kalau kamu diterima, giliran aku yang traktir" aku ber alasan.pas banget sekarang aku lagi gak punya uang.
" oke, janji ya" sahutnya
Tidak terasa hampir satu jam lebih kami membicarakan hal yang ingin kami ketahui. Bertanya tentang masa lalu dan keadaan sekarang.
" Jadi pacar kamu sekarang berada dikota lain?" tanya Dude
" iya"
" kenapa tidak putus,bukan kah kalian sudah tidak bertemu?"
" Entahlah" sahutku
" bagaimana dengan kamu?kamu yakin sekarang masih jomblo?" tanyaku
" Sekarang sih iya,entah besok dan seterusnya" tawanya
" malah ketawa!"
__ADS_1
" siapa tau kan ,setelah bertemu kamu ,aku gak jomblo lagi"
" eits maksudnya apa nih"
" udah lah lupain aja" Dude terkekeh
Senyum Dude memang tak semanis senyum Dani tapi tubuhnya yang kekar membuat jantung wanita tidak aman. Aku akui tubuhnya sangat sixpack,mungkin karena tuntutan pendidikannya. aku penasaran dengan roti sobeknya.
" kamu masih ingat dengan Rahma?" pertanyaanku membuat Dude terkejut
"iya kenapa?" Dude mulai serius mendengarkan
" gak, dia cuma titip salam sama kamu?"
" Bagaimana bisa dia titip salam, kamu ngomongin aku ya sama dia?"
" iya ,aku gak sengaja bilang ketemu kamu kemaren"
" kamu marah ya?"
" gak sih, cuma aku bingung harus jawab apa"
" ya jawab aja salam nya apa susahnya" aku mulai kesal
" bukan begitu, Rahma kan mantan aku, kalau aku balas nanti bakalan CLBK gimana?"
" ya gapapa kan? kalau emang jodohnya"
" ya gak gitu juga"
" maaf deh, aku bikin kamu badmood ya"
" gak juga"
__ADS_1
" Aku janji deh gak bakal ngomong tentang Rahma lagi" dua jari tanganku mengarah kedepan tandanya aku sedang membuat perjanjian.
" Janji ya, kamu gak bakalan bilang sekarang kita ketemuan"
" iya aku janji"
Aku jadi bersalah dengan Dude ternyata dia tidak suka mengungkit masa lalu nya. Entah apa yang membuat Dude enggan mengenang masa lalu nya dengan Rahma. Bikin penasaran sih tapi ya sudahlah itu privacy orang.
" sekali lagi aku minta maaf" pintaku
" its okey"
" kita pulang yuk?" ajakku
" ngambek nih?"
" gak, aku cuma mau nyiapin segala sesuatu nya buat besok, besok hari pertama ku kerja, aku gak mau ada yang ketinggalan dihari pertama ku"
" baiklah, aku antar ya?"
" oke"
Aku pulang di antar Dude, malam ini aku harus menyiapkan semua nya.jangan sampai aku membuat kesalahan dihari pertama kerja.
Hari pertama ku kerja lumayan menguras tenaga dan pikiran . Aku harus berada didepan laptop seharian. Pekerjaan ini membuat aku lupa dengan kisah asmara ku. Tak terasa sudah seminggu aku bekerja bak kerja kantoran. Pergi pagi pulang sore hari ,hanya sabtu dan minggu hari ku libur.
Tiba tiba Dani menghubungiku. Disela sela jam istirahatku.
" Apakabar Sania?"
" kabarku baik, kamu sendiri?"
...NEXT...
__ADS_1