Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
53


__ADS_3

Aahhh, aku merebahkan tubuhku yang lelah. hari ini terasa menyenangkan ketika jalan bersama Dilan. Sayang sekali Dilan memiliki Mey, dan masih ada Dani bersamaku. Padahal Dilan sudah mengutarakan rasanya padaku. Rebut saja Dilan dari Mey, apa susahnya? Toh kamu sering melakukannya pada pria pria lain kan Sania? setan bertanduk selalu saja membisiki otak jahatku. Tidak, aku tidak akan merusak kebahagian orang yang aku sukai biarlah mereka bahagia.Berbeda cerita jika aku yang kepepet,tanpa diperintahpun aku pasti akan melakukannya duluan. Setan bertanduk pun gelak tertawa.


(Sebulan kemudian)


Pagi yang cerah, tidurku sangatlah pulas, Aku teringat kalau hari ini Moli akan pulang ke kampung halaman, aku berjanji untuk mengantarnya ke bandara. Tapi ponselnya tidak bisa dihubungi.


" Ray, dimana Moli ?" aku menghubungi Raihan.


" Dia sudah berangkat ke bandara satu jam yg lalu San? sekarang kamu dimana? Dari tadi dia nungguin kamu loh" jelas Raihan.


" Maaf Ray ,aku bangun kesiangan, sekarang aku sedang menuju kesana" aku bergegas menuju tempat Raihan.


Satu jam kemudian aku sudah bersama Raihan.


" 30 menit yang lalu Moli kasih tau kalau pesawatnya akan segera berangkat. mungkin sekarang dia sedang dalam pesawat" kata Raihan.


" kenapa penerbangannya dimajuin sih, aku kan pengen bicara dulu" aku kesal


" Moli bilang padaku untuk jagain kamu, katanya jangan buat kamu sedih, memang nya kamu anak kecil yang harus dijagain?, enggak kan ?" cerocos Raihan.


" Masa sih, Moli bilang gitu" aku senyum senyum.


" ternyata Moli juga menyanyangiku" gumamku


" Aku juga mau pulang San, aku rindu keluargaku" kata Raihan


" kapan?" nadaku sedikit tinggi karena kaget


" nunggu jadwal yang pas lah" jawabnya


" sendirian?" aku bertanya lagi

__ADS_1


" ya iya lah, emangnya kamu mau ikut?" tanya Raihan


" Enggak lah, maksud aku apa Dilan juga pulang?"


" Kenapa tiba tiba kamu tanya Dilan, kangen Dilan ya?"


" iya, sudah sebulan aku tidak bertemu dengannya" jawabku dalam hati.


" San ,kenapa diam?" tangan Raihan mengarah ke mataku sehingga mataku berkedip.


" aku bisa nitip gak?" tanyaku


" nitip.apa?"


" oleh oleh buat ayahku"


" apa itu?" tanya Raihan


Hampir satu jam aku ngobrol dengan Raihan,tiba tiba Moli telpon. Moli marah karena aku tidak mengantarnya ke bandara.


" kamu sengaja ya gak datang" kata Moli


" maaf Moli ,aku bangun kesiangan,sekarang aku bersama Raihan"


" sekarang kamu dimana?" tanyaku


" baru saja keluar dari bandara, sekarang aku bersama Bams"


Bams, kenapa tiba tiba Moli menyebut nama Bams ditelingaku.


"Bams!" aku sedikit kaget

__ADS_1


" iya ,abangku yang ganteng ini sudah menjemputku"


" kenapa, kamu mau ngomong sama dia?" tanya Moli


" Ah gak usah Mol, lain kali saja. " jawabku


" ya sudah, aku tutup dulu telponnya" kata Moli lagi


" baiklah,hati hati dijalan, sampai ketemu lagi Mol"


Moli menutup telpon nya, Dan aku kembali teringat Bams, mantan yang pernah aku tinggalkan.


"pada ngapain?" tiba tiba Dilan datang bersama Mey


" kalian sendiri dari mana saja,baru nongol dari tadi" tanya Raihan balik


" ini ngantar Mey kedokter" jawab Dilan


" sakit apa kamu Mey?" tanya Raihan lagi


" cuma cek kandungan"


Deg, cek kandungan !kenapa aku mendengarnya terasa sakit ya?


" memangnya kenapa dengan kandunganmu?" Raihan kepo


" aku pernah keguguran saat hamil kedua, dan aku hanya ingin memastikan kandunganku sekarang apakah baik baik saja"


" keguguran?" tanya ku pada Mey


......Next......

__ADS_1


__ADS_2