Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
80


__ADS_3

" kalau begitu kamu saja yang kesini menemuiku!"


" aku juga tidak bisa pulang. kalau aku pulang ibu ku pasti akan menahanku lagi. Dia akan melarangku untuk kembali kesini."


" itu bagus kan? jika kamu pulang kita bisa bersama disini"


" aku harus menyelesaikan kuliahku sebentar lagi, dan aku juga mengambil pekerjaan di dua tempat sekaligus. aku tidak mungkin meninggalkan nya"


" begitu juga denganku. posisi kita sama Dani, kita sama sama tidak bisa meninggalkan pekerjaan"


" tapi kamu punya tempat untuk kesini menemuiku"


" seperti nya keputusan break memang keputusan yang tepat. kita sama sama egois"


" kamu mau menerima keputusan dariku?'


" ya, kalau kamu yang benar benar serius dengan ku, datanglah kesini, jika tidak ,aku akan memutuskan untuk menikah dengan orang lain."


" baiklah jika itu mau mu, aku berharap kamu bisa merubah keputusanmu, aku mengharapkan kamu yang menemuiku"


" baik baik kamu disana Dan" aku segera mematikan telpon. Aku dan Dani break. walau bukan putus permanen setidaknya aku lega, aku sudah tidak terikat dengannya. Aku pun bebas untuk melakukan apa saja. begitu juga dengan nya. kami memang sama sama egois. Aku kembali menangis. Hari ini hari terberat dalam hidupku, belum juga aku selesai bersedih dengan kepergian Raihan ,malah ditambah dengan keputusan dari Dani untuk menyetop sementara hubungan kami.


Aku mendengar suara berisik dari ruang tamu.

__ADS_1


" Sania ,Sania cepat kemari" teriak ibu sambungku.


" ada apa bu?" aku berlari keluar kamar.


" Ayah mu Sania, cepat bantu ibu memindahkannya ke sofa"


" Ayah kenapa bu?" aku melihat ayah terduduk dilantai.


" penyakitnya kambuh lagi"


Ayahku yang sudah menua memang mempunyai penyakit yang sewaktu waktu bisa menyerangnya. kali ini tekanan darahnya naik.Kami berhasil mengangkatnya ke sofa.


" Aku panggil dokter dulu ya bu"


" cepat Sania" ibu sambungku panik.


" Bagaimana keadaan ayah saya dok?"


" tekanan darah ayah kamu cukup tinggi sehingga sangat bahaya, kalau dibiarkan saja bisa menyebabkan stroke, kolesterol dan gula darahnya juga ikut naik. Sekarang yang dapat ayah kamu lakukan adalah banyak beristirahat dan jangan berpikiran lebih." jelas dokter


" begitu ya dok"


" makanan juga perlu dijaga kurangi makanan yang manis dan berlemak "

__ADS_1


" baik dok"


" ini resep obat bisa kamu tebus di apotik"


" terimakasih dok"


" kalau begitu saya pamit pulang dulu"


" biar saya antar kedepan dok" aku mengantar dokter itu ke depan dan kembali lagi kekamar ayahku.


" Bu aku pergi ke apotik dulu ya"


" jangan lama lama Sania"


" iya bu" aku pamit pergi ke apotik.


Apotik ditempat tinggal ku lumayan jauh ,karena hanya ada satu apotik yang mau menerima resep dokter.Sembari menunggu apotiker mengambilkan obat aku menunggu di salah satu bangku antrian. Mataku langsung tertuju pada dua orang tua yang dari tadi mencoba menenangkan anaknya yang sedang menangis. Karena merasa mengenal suara itu aku pun memberanikan memanggilnya.


" Valdi" panggilku sedikit berteriak.


Orang yang aku panggil pun menoleh. Ternyata benar dia Rivaldi ,mantanku dulu. Lalu siapa yang menangis itu? apakah anaknya?


" Sania, ngapain kamu disini?" tanya nya

__ADS_1


" kamu sendiri ngapain?" aku balik tanya


...NEXT...


__ADS_2