
" Iya Rizal itu, dia nanyain kabar kamu, tante ceritakan aja sekarang kamu dimana"
" ngapain dia kesini Tan?"
"Dia nganter undangan" ucap Tante
" Rizal udah meried?" aku sedikit terkejut
" iya ,tante juga gak tau dengan anak mana, waktu itu om kamu sedang dirawat dirumah sakit,jadi tante gak bisa datang"
" selamat deh, akhirnya salah satu mantan aku melepaskan masa lajangnya" gumamku dalam hati.
" tante aku istirahat bentar ya"
" iya iya,sampai lupa, tante bikinin minum dulu ya,kalian santai aja dulu"
" makasih tante" jawab Dude.
Tante meninggalkan kami berdua diruang tamu. Dude melepaskan penat nya dengan bersandar ke sofa. begitu juga dengan aku.
Aku teringat kembali dengan Rizal. mantanku yang sudah melepaskan masa lajangnya. Aku kapan? aku juga ingin segera menikah, dengan siapa? Dani belum siap untuk menikah! Aku belum menemukan pria yang menerima aku apa adanya dan benar benar siap menikah! Riandi? apa harus aku menikah dengannya, dia siap menikah? tapi aku tidak mencintainya, kami belum pernah bertemu lagi sejak lulus Sd.
Satu jam kemudian.
" sepertinya kita harus segera pergi. nanti keburu malam" ajak Dude
" kamu benar" Dude memecah lamunanku.
" tante kamu mana? pamit dulu"
aku mencari tanteku dan pamit pulang.
" kalian yakin pulang sekarang"
__ADS_1
" iya tante, takutnya nanti keburu malam"
" ya sudah ,kalian hati hati dijalan ya"
" aku pulang dulu tante" aku pamit
" ya" tante mengantar kami sampai diteras rumah.
Aku dan dude melanjutkan perjalanan ku kerumah ayahku. Setibanya di sana , aku melihat ayah terkejut melihat kedatanganku di antar Dude.
" aku pulang dulu ya " ucap Dude.
" makasih tumpangannya De"
" besok aku telpon"
" aku tunggu" jawabku
" om aku pulang dulu "pamit Dude.
" ayo yah kita masuk dulu" aku menarik tangan ayahku yang sudah berumur, tahun depan usianya sudah memasuki kepala 5. Ayahku hanya bisa mengekor tanpa bersuara.
" kenapa pulang tidak memberitahu ayah?"
" sebenarnya Sania sudah lama pulang yah, Sania udah sebulan bekerja di ibukota"
" kenapa tidak bilang nak?"
" Sania masih berpikir tentang tawaran ayah waktu itu"
" menikah dengan Riyandi?"
" kenapa harus Sania yah?" aku kesal
__ADS_1
" Ayah harus bagaimana lagi? Ayahnya Riyandi selalu mendesak agar segera melunasi hutang ayah"
" kita kan bisa pinjam uang di Bank "
" bisa, tapi tidak sebanyak itu, jaminan kita selalu ditolak pihak bank"
aku berpikir sejenak dengan masalah yang menimpa ayahku.
" Sebaiknya kamu terima saja lamaran Riyandi, mumpung kamu disini ayah akan membicarakannya pada pak Rahadi"
" kamu setuju kan?" ulang ayah
" tapi aku tidak suka dengan Riyandi yah, dulu dia anak yang jahat"
" kalau begitu menikahlah dengan pacar mu, siapa namanya, ayah lupa"
" jodi?"
" iya Jodi, dia orang kaya kan, pastinya dia mampu menolong ayah"
" Sania udah lama putus dengan Jodi yah"
" pasti ini salah kamu."
" kenapa nyalahin Sania?"
" kamu itu sering gonta ganti pacar, pasti kamu ketahuan selingkuh" cecar ayah.
" Ayah kok jahat ngatain anak nya sendiri" aku terkejut ayah sampai mencap aku cewek playgirl. Emang benar sih? bukan saatnya becanda yah!
" benar kan. dulu aja ayah dengar kamu pacaran dengan Bams , sampai sampai orangtua bams datang kemari mau melamar kamu, tapi kamu malah memilih pergi keluar negeri."
" itu masa lalu yah tidak perlu di ungkit lagi"
__ADS_1
...NEXT...