
Dani memang berbeda dengan pacarku terdahulu, dia tidak pernah menyentuhku duluan, benar benar tidak peka. Atau mungkin karena dia benar benar ingin menjaga ku, Entahlah, aku tidak mempermasalahkan itu. Di otakku hanyalah bagaimana caranya untuk bertahan hidup. Dan Dani mampu memenuhi semua keperluanku.
Suatu malam di mall.
" Cerita nya romantis banget, lain kali kita nonton season 2 ya ?" kataku pada Dani.
" katanya minggu depan season 2 sudah tayang lo" kataku lagi
" minggu depan?" Dani terlihat berpikir.
" iya kenapa?minggu depan kita kesini lagi ya" pintaku
" kayaknya gak bisa deh. minggu depan kakakku menikah. Apa kamu mau menemaniku menghadiri resepsi pernikahannya.?"
" Menikah? minggu depan? kenapa baru cerita?" kataku
" Memangnya kenapa?" tanya Dani
" aku kan bisa diet dulu, menyiapkan pakaian kepesta" kataku lagi.
" Jangan lebay deh. ini saja kamu sudah kurus, dan cantik dengan pakaian apa saja tak perlu mempersiapkan gaun yang bagus."
" tapi aku kurang pede" rengekku.Aku menggandeng lengan Dani seraya menyandarkan kepalaku dibahunya sambil berjalan.
" tunggu" mataku tertuju pada sepasang sejoli yang sedang melahap makanannya.
" ada apa?" tanya Dani memperhatikan mataku menuju ke arah mana.
" bukan kah itu Dilan?" aku berjalan masuk kesebuah tempat makan menuju meja yang diduduki Dilan dan seorang perempuan.
__ADS_1
Dani mengekor dibelakangku.
" Dilan" aku memanggil Dilan.
Dilan hampir tersedak mendengar suara yang memanggilnya.saat itu dia sedang meminum jus pesanannya.
" Sania" sahutnya kaget.
" kamu disini juga" aku senang melihat Dilan.
" iya Sania" jawabnya Dilan langsung berdiri.
Aku memandang ke arah perempuan yang duduk bersebrangan dengan Dilan.
" Sania, kenalin ini Mey teman kerja aku" kata Dilan,memperkenalkan teman wanitanya.
" Mey, ini teman aku Sania ,yang aku ceritakan padamu" Mey tersenyum padaku,tangan kanannya mengulur mengharap aku membalas jabatan tangannya. Tentu saja aku terima.
" Mey" jawabnya singkat.
" oh iya kenalin juga ini Dani pacar aku" aku meraih tangan Dani menggandengnya. Dani pun berkenalan dengan mereka.
" itu siapa ya?" aku menunjuk disamping Mey duduk seorang anak kecil dengan kereta makannya.
" ini anak aku, raisa" jawab Mey.
Anak, jadi Mey sudah punya anak. Raihan benar, Dilan menyukai seorang janda beranak satu. Semoga engkau bahagia dengan Mey ,Dilan.
" Mau bergabung" tawar Dilan mempersilahkan kami duduk di meja nya.
__ADS_1
" ah gak usah kami cari tempat duduk dilain saja" jawabku.
" silahkan kalian lanjutkan" kataku.Dilan bengong seakan akan tak menyangka bisa bertemu dengan ku di mall ini.
" ayo kita kesana" aku kembali menarik lengan Dani dan sedikit menyeret nya menjauh dari meja Dilan.
Dani hanya mengekor dan tersenyum ke arah dilan.
Aku dan Dani duduk agak berjauhan dari meja Dilan,dan aku melihat Dilan sering kali menatap ke arahku. Jelas jelas Mey berada didepannya.Dilan nampak gelisah dengan kehadiranku.
Setelah memesan makanan kesukaan ku, aku dan Dani membahas rencana pergi ke acara pernikahan kakaknya.Ini pertama kali aku di ajak Dani menemui keluarga nya. Aku berharap keluarga Dani mau menerima ku,tidak seperti keluarga Jodi yang jelas jelas menentang hubungan kami.
Tidak beselang lama ,Dilan menghampiri meja kami.
" Sania, kami duluan ya, sepertinya Raisa mengantuk, dia sedikit rewel." kata Dilan.
" benarkah,oh ya titip salam buat Moli dan Raihan ya" kata ku
" akan aku sampaikan" Dilan memegang pundak Dani,pertanda Dilan pamit.
Sepeninggal Dilan ,Dani pun bicara
" sepertinya perempuan tadi sangat tertarik pada temanmu " kata Dani.
" sepertinya begitu" jawabku.
Dani sudah tau kalau Dilan teman aku diperantauan, aku sudah pernah menceritakannya tentang teman temanku hanya saja ini pertama kali mereka bertemu.
" Semoga saja mereka berjodoh" kataku .Walau di hati ini seakan tak rela jika Dilan memilih perempuan itu.
__ADS_1
......next......