
Setelah resepsi putri selesai ,satu minggu kemudian aku dan teman teman pergi ke ibu kota.
" Wooww ini pertama kalinya aku pergi ke ibukota ,sania!" Moli nampak kegirangan ketika melihat suasana kota yang begitu megah dengan gedung gedungnya yang tinggi. Mobil nampak lalu lalang seperti enggan memberi kami jalan untuk menyeberang.
"kenapa tidak pesan taksi online aja sih?" dilan mulai berbicara.
**
Kami berempat sekarang berada diluar hotel ibu kota.Ya!, kami sudah berada di ibukota.kota terbesar kedua dinegara ku. kami sengaja pergi ke hotel untuk beristirahat sejenak.kami berencana menghabiskan hari kami dengan bersenang senang. Maaf, bersenang senang kami yaitu dengan menghabiskan waktu pergi ketempat tempat yang belum pernah kami kunjungi. Tentu saja dikota sebesar ini kami belum pernah pergi kemana pun. Aku dan Moli ingin menghabiskan hari bersama sebelum kami berpisah ketempat tujuan kami masing masing. Tidak ketinggalan Dilan dan Raihan selalu mengikuti kami dibelakang,mereka juga tidak ingin melewatkan momen kebersamaan ini. Masih ingat Dilan kan? Yang pernah mengantar ku pulang kerumah karena kunci motor Bams hilang waktu diparkiran Mall. Sedangkan Raihan adalah tetanggaku, temannya Holand.
"Mall nya ada diseberang Dilan, cukup nyebrang aja" kataku sambil menunjuk Mall diseberang hotel tempat kami menginap.
" tapi kan bahaya kita harus nyebrang,sedang semua mobil kayak gak mau berhenti gitu" katanya lagi
" udah kalian tenang aja ,aku tau kok cara menyebrang" jawabku.
" lihat disana ,itu kan ada jembatan penyebrangan" tunjuk Moli ke arah JPU
" tapi itu jauh Moli. kita harus kesana dulu ,kalau lewat zebra cross kan lebih dekat" aku ngotot.
" ya sudah kita langsung nyebrang aja" sahut Raihan yang dari tadi selalu diam.
Raihan memang sedikit pendiam. Tapi wajahnya selalu tersenyum. Raihan memimpin perjalanan kami. Dia berjalan paling depan, aku dan Moli berada dibelakangnya dan Dilan membuntuti kami paling belakang.
Akhirnya kami selamat sampai diseberang jalan. Tak sengaja aku menyandung sebuah pot bunga. Tubuhku hampir ambruk kebelakang.
__ADS_1
" Aaaaaa" aku berteriak
Refleks Dilan yang berada dibelakangku segera menahan tubuhku. Aku segera berdiri,merapikan pakaianku.
" Makasih Dilan" kataku
" Jalannya hati hati" katanya pelan. Mata Dilan tak henti henti nya memandang wajahku.
Aku segera berjalan disamping Moli.
" Kamu gak papa san?" tanya Moli.
" gak papa Moli" jawabku
" sekarang kita kemana dulu" kata Raihan
Tidak henti henti nya mulut Moli mendecak kagum melihat mall terbesar di ibukota. Mungkin 5 atau 10 kali lebih besar dari mall dikota kami.
" San kita ke toko itu dulu. aku mau beli baju dan yang lainnya . Aku mau membeli semua baju baju disini" bisik Moli.
" Memang nya kamu punya banyak uang buat beli semuanya" tanyaku
" Gak juga sih, tapi semuanya bagus bagus san, ayo kita kesana"
" terserah kamu lah" aku tersenyum melihat tingkah laku Moli. Secara ,Bams kakaknya Moli orangnya gak pelit ,pastinya Moli sudah terbiasa berbelanja sepuasnya.
__ADS_1
" kalian kalau mau nunggu ,tunggu aja dulu di sana" aku menunjuk sebuah food court terdekat meminta Dilan dan Raihan menunggu kami disana.
" Kalian gak mau ditemani belanja" kata Dilan
" gak perlu , tunggu disana aja" jawabku
" ya sudah kita tunggu disana aja" jawab Raihan. Dilan mengikuti perkataan Raihan. Mereka berjalan menuju foodcourt. Aku dan Moli belanja sepuasnya.
" kayaknya belanjaan kamu overdosis deh Mol!"
Aku melihat tentengan Moli hampir dua kali besar tubuhnya.
" maaf aku khilaf san" wajah Moli nampak senang sekali.
" Dilan sama Raihan mana ya, kok gak kelihatan." kata Moli lagi
" Tadi katanya nunggu disana,sekarang kok gak ada ya!" aku mencari sosok dua pria tampan yang bersama kami.
" Jangan jangan mereka kembali kehotel karna kelamaan nungguin kita belanja san" Moli mulai cemas
" gak mungkin, pastinya mereka bilang dulu donk, telpon kek, atau apa" jawabku.
Dari kejauhan nampak dua sosok pria tampan.
__ADS_1
Dia **Dilan
...next**...