Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
54


__ADS_3

Mata Mey mengarah ke wajahku yang agak terkejut dan sangat penasaran.


" iya San, setelah melahirkan Raisa beberapa bulan aku mengandung lagi tapi janinku hanya bertahan 12 minggu , itu lah penyebab perceraian ku dengan suamiku. " tanpa ditanya Mey menceritakan tentang suaminya dulu.


" beberapa minggu ini aku selalu mengalami kram diperut,aku khawatir ini berhubungan dengan abortus ku waktu lalu"


" lalu dokternya bilang apa?"


" katanya sih gak ada masalah, hal ini memang sering terjadi pada wanita se usia ku"


"oh begitu, bagus lah" jawabku.


(aku pikir Mey hamil anak Dilan, OMG kenapa pikiranku terlalu jauh)


Dilan menyodorkan banyak bawaan


" nih aku bawa banyak makanan , aku tau kalian pasti belum ada yang makan" kata Dilan


" tau aja kamu Lan" jawab Ray yang terlihat senang melihat banyak makanan dihadapannya. Mata nya seperti mau melahap semuanya.


" eit, bagi bagi" Dilan mengambil sebagian barang bawaannya.


" iya iya" Sahut Ray


Aku melihat kemesraan antara Dilan dan Mey dari dekat, rasa ingin memiliki ku pun timbul,kebiasaan burukku bergejolak,yaitu merebut kekasih orang lain. Aku cemburu tapi tak ada yang bisa aku lakukan.


" sebaiknya aku pulang" aku pamit pada Ray


" mau aku antar" tawar Ray.

__ADS_1


Aku melihat ke arah Dilan,biasa nya Dilan yang lebih dulu menawarkan mengantarku pulang. Dilan juga memandangiku, wajahnya nampak bersalah karena tidak bisa berbuat apa apa didepan Mey.


" gak usah Ray, aku mau pulang sendiri" jawabku.


" Kamu yakin San" tanya Ray lagi.


" iya aku yakin" aku meraih tas bahu ku.


" sampai jumpa lagi semuanya" aku bergegas keluar


" hati hati dijalan San" Mey sedikit berteriak.


" iya" jawabku sambil berlalu.


Ponsel ku berdering. Dani menghubungiku. Sudah lama dia tak menelpon.


" Apakabar Sania?" suara dari jauh


" kapan kamu balik kesini?" suara ku ketus,


" Maaf kan aku Sania, aku belum bisa menyusulmu"


" trus bagaimana dengan hubungan kita?, apa akan terus LDR begini?" tanyaku


" kamu masih mau menunggu ku kan?" tanya Dani


" sampai kapan?" aku mulai cemas


" segera" yakin nya

__ADS_1


" aku takut kamu gak kesini lagi" suara ku mulai bergetar, menahan sedih.


" ya gak lah, kamu baik baik disana ya, aku masih sibuk nih nanti aku hubungi lagi"


" kalau sibuk kenapa harus telpon" aku kesal


" kan kangen, emang gak boleh" Dani merayuku.


" sudah lah, tutup saja telponnya" aku ngambek


" kamu ngambek ya?" rayu Dani lagi


" entahlah" aku ketus


" ya maaf deh, jangan marah ya" suara Dani memelas memohon.


Aku diam tak menjawab.


" beneran marah nih" Dani berbicara tanpa mendapatkan jawaban dariku.


" ya sudah kalau marah, aku tutup dulu telponnya. nanti kalo marahnya sudah reda, bilang ya" gantian merajuk


" apa an sih" aku mendengar suara tawa Dani. suara dan wajah nya yang aku rindukan.


(Seminggu kemudian)


Aku mendengar kabar kalau Moli telah resmi menikahi pak Tri , antara bahagia dan kecewa . Aku bahagia mendengar salah satu sahabatku sudah melepas masa lajang nya, tapi disatu sisi aku kecewa karena pilihannya kurang tepat. Menurutku menikahi laki laki yang sudah beristri sangatlah egois. Moli tidak memikirkan perasaan madu nya, perasaan anak anaknya pak Tri yang se umuran dengan Moli.


Satu persatu orang yang ku sayangi pergi dari kota ini. Setelah Dani, Moli, sekarang giliran Rayhan, dia juga pulang .Aku mengantar Rayhan dibandara.

__ADS_1


...Next...


__ADS_2