
Saat sedang asyik makan dan mengobrol dengan Selly ,Dude menghubungiku.
" udah siap besok berangkat lagi?"
" iya ,jadi dong, jemput ya?"
" siap ibu bos"
" ngawur, tutup dulu telponnya"
" lagi sibuk ya?"
" aku lagi sama temanku"
" teman apa teman?"
" teman lah, teman cewek"
" jangan selingkuh ya?"
" apa apa an sih, suka ngaco nih"
Dude hanya tertawa saat menggodaku. Dia langsung menutup telponnya.
" pacar ya?" tanya Selly
" bukan, cuma teman!"
" kirain"
__ADS_1
" iya cuma teman dan besok aku harus kembali ke ibukota bareng dia"
" kayaknya bukan sekedar teman deh"
" teman kok ,beneran cuma teman"
" sepertinya perhatian banget sama kamu?"
" biasa aja kok"
" yakin?"
" iya yakin. kenapa sih di introgasi sebegitunya? atau Kak selly mau bayar sendiri nih ini makanan!" ancamku
" maaf maaf cuma becanda" Selly memohon pengampunan dia takut aku batal mentraktirnya.Aku pun tersenyum penuh kemenangan.
" sepertinya aku harus pulang dulu deh, Sania masih ada urusan sebentar"
" Sania masih ada janji"
" ini bagaimana?" sambil menunjuk hidangannya.
" kak Selly tenang saja, Sania yang bayar kok. Kak Selly gak apa apa kan Sania tinggal"
" gak apa apa yang penting sudah dibayar. Aku mau habisin ini dulu" bicaranya hampir kurang jelas karena makanan yang menyumpal dimulutnya.
" kalau masih ada yang tersisa bawa pulang aja" aku bicara sambil tertawa.
" apa boleh?" Selly menengok kanan kiri. Kayaknya dia benar benar ingin membawa pulang sisa makanannya.
__ADS_1
" tentu saja boleh" aku berdiri sambil memasang tas bahu ku.
" aku pergi dulu ya, sampai ketemu lagi " pamitku
" hati hati dijalan San, terimakasih traktirannya.
Aku pun meninggalkan Selly sendirian. Kali ini aku mau ketempat Moli. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.
(Dirumah Moli bercerita)
" Sudahlah jangan menangis lagi" aku membujuk Moli agar tidak bersedih lagi.
" Mungkin ini karma bagi ku San" masih sesegukan
" Ini sudah kehendak Tuhan, kita hanya bisa berencana tapi tuhan yang menentukan." kataku
Moli berangsur menghapus airmatanya,betapa tidak,hatinya sangat sedih karena buah hatinya yang pertama terlahir cacat .Tidak hanya itu mereka berdua harus berpisah di ruang operasi. Setelah kembali kekamar bersalin Moli masih tidak bisa menemui putri nya. Dan kabar dari suaminya Moli harus merelakan putrinya tersebut untuk selamanya. Ya, putrinya meninggal dunia beberapa jam setelah operasi .Beruntung Moli selamat. Tapi batinnya Moli sangat terpukul tak henti henti nya dirinya menangis. Baru sebentar berhenti ,kemudian menangis lagi.
"Kamu yang sabar ya Moli. kamu masih diberi kesempatan untuk memilikinya lagi"
" terima kasih support kamu San" Moli mulai bangkit. Dia seharian hanya menangis didalam kamar nya.
" kamu mau makan, biar aku ambilkan" tawarku. Badannya terlihat kurus karena beberapa hari ini tidak mau makan.
" boleh San, tolong ambilkan di dapur ya. maaf ya merepotkan kamu" pintanya
" Aku senang kok membantu apalagi melihat kamu mau makan, biar lebih kuat lagi" Aku segera berdiri dan berjalan ke arah dapur.
Dulu waktu masih bersama Bams ,aku sering kerumah Moli. Karena aku berteman dengan Moli, makanya aku terbiasa dengan suasana rumah Moli yang berasa rumah sendiri.
__ADS_1
Saat mengambilkan makanan dan membawakannya kekamar tidak sengaja aku berpapasan dengan Bams. Tapi Bams nampak diam saja menunduk tanpa kata. Malah dia terlihat menghindar dengan mengambil jalan yang lain. Aku tidak mengerti apa maksudnya, apakah dia sangat marah padaku ,sehingga tidak mau berbicara dengan ku sama sekali. Aku juga hanya diam tanpa menegurnya sama sekali dan segera masuk kekamar Moli.
...NEXT...