
" kenapa kamu tidak pernah cerita nak?"
Aku terdiam, dan ayah kembali meneruskan kata kata nya
" sekarang masalah yang ayah hadapi akan selesai jika kamu bisa membantu ayah"
" apa itu yah"
" sebenarnya Ayah mempunyai hutang dengan pak Rahadi, sampai sekarang Ayah belum bisa melunasinya"
" memangnya berapa hutang ayah?"
" sekitar 200 juta belum termasuk bunganya"
" sebanyak itu" aku sangat kaget
" kalau pun rumah kita jual tidak akan cukup untuk melunasinya"
" Untuk apa uang sebanyak itu yah?"aku sangat kesal.
" Maaf kan ayah, waktu itu ayah tidak bisa berpikir panjang"
__ADS_1
" Ayah gunakan apa uangnya?" Aku tidak tahu sama sekali kalau ayah punya hutang sebanyak itu.
" Ayah berikan pada putri dan suaminya untuk memulai usaha"
" Kalau untuk putri kenapa Ayah yang repot membayarnya, mereka kan bisa memikirkan bagaimana cara melunasinya" hatiku benar benar kesal
" Ayah juga berhutang budi dengan ibu nya putri ,dia sudah mengeluarkan banyak uang saat merawat ayah sakit."
" lalu apa hubungannya denganku Ayah?"
Ayah menarik napasnya dalam kemudian melanjutkan kata kata nya.
" Pak Rahadi bilang hutang ayah akan lunas jika kamu mau dinikahkan dengan anaknya ,Riyandi"
"Riyandi kan anak paling nakal disekolah yah, ayah lupa dulu aku hampir tenggelam gara gara dia dorong aku di sungai waktu kami masih anak anak" Aku mengingatkan ayahku cerita masa lalu, hampir 15tahun lalu saat si Riyandi anak paling nakal disekolahku mendorongku ke sungai saat bermain. Riyandi terkenal anak paling bandel dan sering kali ditegur pihak sekolah tapi semua guru tidak dapat berkutik karena ayah Riyandi yaitu pak Rahadi saat itu adalah salah satu orang terkaya ditempat ku. Orang yang sangat berpengaruh dilingkungan kota kecil kami. Aku yang pernah satu kelas dengan Riyandi sama sekali tidak ingin mengenalnya ,apalagi sampai berteman dengan nya.
" Ayah tau San, tapi sekarang Riyandi sudah berubah,dia baru saja pulang dari kairo ,Mesir, dia berhasil menyelesaikan kuliahnya disana" jelas Ayah
" Kairo, apa sekarang dia menjadi ustazd yah?"aku penasaran
" Ayah kurang tau tentang itu, yang ayah tau dia bersedia menjadi suami mu, dan hutang ayah akan lunas"
__ADS_1
" Ayah menjual ku?" aku menjawab dengan nada tinggi. hari ini Ayah benar benar membuat ku emosi
" Bukan begitu Sania, kalau pun kau menikah dengan orang lain ayah tetap akan meminta mahar sebesar hutang ayah"
" Ayah cukup, ayah keterlaluan ,ayah tidak memikirkan Sania sama sekali, Ayah hanya memikirkan diri ayah" aku menangis dan segera menutup telpon . Aku tidak menyangka, hal baik yang ingin ku dengar dari mulut ayah malah sebaliknya.
" Sania ,Sania" Ayah mencoba tetap mengobrol denganku tapi aku sudah tidak ingin bicara dengannya.
Aku membanting handphone ku ke atas kasur dan aku menengkurapkan tubuhku. Ku tumpahkan semua emosiku dikasur kecil ini, dan kemudian terlelap berharap besok pagi saat aku terbangun semua beban yang kurasakan lenyap seketika.
***
Aku bergegas masuk kesebuah ruangan, Aku dilayani Seorang perawat yang jaga. Ya ,sekarang aku sedang cek kesehatan,guna melengkapi berkas lamaranku besok. Setelah selesai aku pun segera keluar dari tempat itu. Karena sibuk melihat kertas ditanganku tanpa sengaja aku menabrak seseorang.
Bruuuk...
Badanku hampir jatuh untung dengan sigap tangan pria yang aku tabrak segera menangkapku.
" kamu tidak apa apa?" suara pria itu
" maaf, aku tidak apa apa?" jawabku sambil menoleh ke arah sumber suara .
__ADS_1
Betapa aku terkejut pria yang aku tabrak tadi adalah..
...NEXT...