
Wanita itu kembali keluar rumah tanpa bayinya. Dia memegang ponselnya. kami bertukar nomer telepon ternyata wanita itu bernama yani.
"Terimakasih mbak yani,akhirnya saya punya pekerjaan."
" sama sama, sebenarnya pekerjaan ini gampang cuma gitu,kebanyakan nganggurnya.kalo kamu mau cari pekerjaan yang lain kamu bisa bilang aku " kata mbak yani
" iya mbak ,sementara saya coba pekerjaan ini dulu."
Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan walaupun sekarang aku berada dititik terendah tapi aku akan berusaha menjalaninya dengan sabar. Aku tidak mungkin bercerita pada ayah apa yang telah terjadi.Aku tidak ingin dia bersedih dengan keadaanku.
Sudah satu minggu aku bekerja,aku menikmati pekerjaan ini.ponselku berdering.
"Sania,apa kabar?" Moli menelponku.
" Baik Mol,kamu sendiri bagaimana?" aku bertanya
Moli menceritakan semua pengalamannya selama satu minggu bekerja dikota besar. katanya semuanya sangat menyenangkan apalagi bos dimana dia bekerja menyukainya. Kamu beruntung Moli, semoga hidupmu tidak se sial diriku.
"Besok akhir pekan, main kesini dong San" kata Moli.
"okeh" jawabku.
"Aku tunggu ya" Moli menutup telponnya.
Pagi pagi sekali aku sudah berada dalam angkot menuju tempat tinggal Moli yang sudah di share Moli. Sekitar 45 menit aku sudah berada didepan komplek dia tinggal. Moli dan yang lainnya beruntung disiapkan rumah pribadi oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Aku berjalan menuju rumah yang dimaksud moli. kurang lebih 20meter aku berjalan Moli sudah menyambutku didepan pagar rumahnya.
" Sania" Moli nampak kegirangan melihatku
Aku hanya tersenyum sambil melambaikan tanganku dari jauh.
"Ceria banget" kataku pada Moli
__ADS_1
" tentu saja, karena kamu disini Sania" katanya
" ayo masuk" katanya lagi.
" Enak kamu Mol, dikasih tempat tinggal" kataku iri pada Moli
" iya San pemilik tempat ku bekerja menyukai ku San, sayangnya dia sudah punya anak istri"
" hati hati kamu Mol jatuh cinta pada suami orang" aku memperingatkan Moli
" Tapi pak tri terlalu baik padaku. Aku juga takut kalau aku benar benar jatuh cinta padanya" jawab Moli.
" Hati hati kamu .Jangan jadi pelakor !"
" Oh iya.Dilan sama Raihan ada dirumah sebelah, Kamu mau ketemu, biar aku panggilin"
" telpon aja ngapa,gak perlu kesana"
Raihan dan Dilan masuk.
" Sania, kamu disini" kata Raihan tetanggaku
" Hai Ray,apa kabar?" aku basa basi
" Baik San, kamu sendiri gimana?"
" Baik" Aku bohong.Walau sebenarnya saat ini aku tidak baik baik saja.
" Aku gak ditanya nih" Dilan menimpal
" Hay Dilan" sapa ku
__ADS_1
" Hai cantik" ih Dilan gombal.
" kok cantik sih?" aku tersipu malu
" Emang kamu cantik kok" kata Dilan
" eits jangan main rayu rayuan. Disini bukan tempat pacaran ya" kata Moli sebel
" Tau tuh Dilan" jawabku
" Kesini sama siapa?" tanya Dilan lagi
" Sendirian" jawabku
" Cowoknya mana?"
" Aku dah putus" jawabku
" Tiba tiba putus, baru Seminggu yang lalu bilang masih punya cowok" kata Dilan.
" Mungkin bukan jodohku "
" Sania Jomblo?" tanya Moli
" Sama Dilan aja kamu San" kata Moli lagi.
Nih bocah asal ngomong aja.main jodoh jodoh an lagi.
" Dilan naksir Mey Mol, anak kantor sebelah" jawab Raihan.
Deg, dengar Dilan naksir cewek lain kok jantungku tidak stabil ya? Tenang Sania, jangan bilang kamu cemburu. Dilan bukan siapa siapa kamu. Dia naksir cewek lain,bukan kamu.Mentang mentang sekarang kamu Jomblo kamu mau cari pacar lagi. Gampang banget kamu San lupain Jodi.
__ADS_1
...Next...