
" San, dengerin aku dulu" Dani mencoba membuka pintu kamar dan berhasil masuk
" Sania" panggilnya
Aku menoleh ke arah nya,tentu saja kaget dengan ponsel ditanganku. Aku belum sempat menghapus pesan dari Dilan.
" kamu ngapain?" Dani berjalan pelan sambil menatap ke arah ponselku yang masih menyala.
" gak ngapa ngapain?" segera ku menyembunyikan ponselku.
Dani penasaran dengan ponselku.
" kamu menyembunyikan sesuatu?" tanya nya
" gak ada" jawabku cepat
" coba lihat ponselmu" Dani mulai curiga
" apa an sih, ga ada apa apa juga"
" sini lihat"
__ADS_1
" kamu jangan mengalihakan masalah kita yang tadi ya" aku masih menyembunyikan ponselku dibelakang
" iya aku salah aku minta maaf,tapi aku juga perlu memeriksa ponsel kamu" pinta nya lemah lembut. Dengan gemetar aku memberikan ponselku, semoga saja Dani tidak menemukan apa apa.
" nih" aku menyerahkan ponselku ketangannya yang dari tadi mengulur.
Matanya masih tertuju ke wajahku yang dari tadi menunduk. Berselang beberapa menit Dani menyerahkan kembali ponselku,tanpa ekspresi apa pun.
" Aku percaya kok" katanya
Aku mengangkat wajahku dan memandang wajahnya yang aku takuti.
" Aku minta maaf ya membuat kamu cemburu, dan juga bukan maksud ku tidak percaya dengan kamu" jelasnya. Syukur lah aku sempat menghapus pesan dari Dilan ,dengan ke ahlian jari jemari ku tanpa melihat layar pun aku sudah hapal letak tombol apa yang harus aku sentuh.
" Besok aku mulai kekampus, banyak hal yang harus aku mulai dari nol. Nanti sore aku kembali kekost. Selama aku disini ,kamu mau melakukan sesuatu denganku?" tanya nya
" percuma" jawabku ketus
" maksudnya??" pertanyaannya disertai senyuman dan sindiran nakal.
Dani mulai menggodaku lagi dengan menggelitik bagian tubuhku yang sensitif akan sentuhan, aku pun mencoba menghindar. Tangan Dani mampu membuat aku tertawa geli. Kami menghabiskan hari dengan bahagia dan melupakan masalah sejenak. Rinduku pada Dani telah terbayarkan ,dan sore ini kami harus kembali berpisah. Dani kembali kekos nya.
__ADS_1
Sebulan kemudian aku mendengar kabar dari Rayhan kalau Dilan sudah resmi menjadi suami Mey. Mereka menetap tinggal dikampung halaman Dilan. Pastinya sekarang mereka bahagia kan? Bagaimana dengan aku, aku juga ingin berstatus seorang isteri, tapi siapa yang mau jadi suami ku? Dani belum siap menikah sekarang. Katanya setelah lulus kuliah dia akan bekerja, Dia akan membangun rumah untuk isteri nya nanti. Coba bayangkan! Kapan itu terjadi? 5 tahun kemudian ,atau kapan? Aku ingin segera menikah, Aku tidak ingin menunggu selama itu. Keburu jadi perawan tua. Sekarang umurku sudah tidak belia lagi, usia ku sudah kepala 2, di keluarga ku tidak ada istilah perawan tua. Setiap anak perempuan yang baru lulus SMA ,sudah harus dinikahkan, maksimal setelah lulus kuliah.
" Ray" aku melap mulutku yang sudah selesai makan lalapan bersama Raihan.
" Ya" Mulutnya masih berisi bongkahan ayam goreng yang dari tadi belum juga selesai makan. Aku menepati janji ku mentraktir Raihan makan karena sudah bersedia membawakan oleh oleh untuk keluarga ku.
" menurut mu gimana?" aku bertanya
" gimana apa nya?"
" Aku pengen pulang"
" iya sebentar lagi, aku sudah mau selesai"
" bukan itu!!"
" terus apa?" Raihan bingung
" Aku mau pulang kekampung halaman"
Raihan tersedak, ayam goreng yang dikunyahnya hampir muncrat keluar.
__ADS_1
...NEXT...