
Sejak kejadian itu aku selalu menghindar dari makhluk yang namanya Eril. Aku benar benar mengingat peristiwa itu. Dan aku tidak ingin itu terulang kembali. Sekarang aku berada disini ,aku sangat takut Eril masih belum berubah.
" Olivia tunggu" aku menarik tangan via sebelum masuk kerumah Eril.
" Ada apa Sania?"
" Lebih baik aku cari penginapan dekat sini saja. Aku tidak ingin berhubungan dengan Eril lagi"
" Tapi kamu mau kemana, aku sendiri tidak begitu mengenal daerah sini" jawab Via
" Kemana aja boleh ,tapi tidak disini. aku mohon. kita cari penginapan ya?" rengek ku.
" Baiklah, sepertinya kamu butuh ruang untuk curhat. Aku akan menemani mu mencari guesthouse dekat sini." kata Via.
" Terima kasih via"
" iya "
" sebentar aku cari penginapan terdekat." via membuka ponsel pintar nya dan menemukan penginapan tersebut.
" sudah ketemu, aku juga sudah pesan taksi,kita segera kesana. sebentar aku ambilkan koper mu dulu" Via masuk kedalam mengambilkan koper yang sudah dibawa Eril masuk. Aku menunggu Via diluar.
kemudian Via keluar bersama Eril,sedangkan Agus masih tertidur pulas.
" Aku minta maaf kalau kamu merasa tidak nyaman disini Sania" kata Eril.
__ADS_1
Aku tak perlu menjawabnya, memang aku sangat tidak nyaman.
" sudahlah, mungkin Sania perlu waktu untuk memaafkan mu Ril. aku dan Sania pergi dulu. Kalau tukang tidur itu sudah bangun ceritakan saja apa yang terjadi" Mulut Via memberi isyarat agar Eril nantinya menjelaskan pada Agus jika dia sudah bangun.
" iya" jawaban singkat Eril.
Taksi yang dipesan pun datang,aku segera masuk kedalam taksi. Di iringi Olivia yang baru saja selesai memasukkan koper.
Akhirnya kami sampai ditempat penginapan.Lumayan lah bisa istirahat untuk satu hari kedepan.Aku menceritakan semuanya pada Olivia mulai dari aku pergi meninggalkannya tanpa pamit sampai kejadian hari ini. Olivia segera memelukku. Dia memintaku untuk menangis sepuasnya.
" Lepaskan lah segala bebanmu Sania,kamu berhak menangis"
" sekarang aku harus bagaimana Via, aku tidak punya apa apa lagi. Aku hanya butuh pekerjaan." curhatku.
" Terimakasih Via kamu memang sahabat terbaikku" aku memeluk sahabatku ini.
" kapan kamu kembali ke kos?" Via melepaskan pelukanku
" Besok saja lah, aku akan menginap disini malam ini. Tolong jangan kasih tau Eril aku ada disini. "
" Kamu tenang saja, aku ngerti kok"
" Aku sudah menyimpan nomormu.tolong sembunyikan semuanya dari Eril."
" Iya aku tau" jawab Via
__ADS_1
" Sebaiknya aku pergi dulu.Kamu hati hati disini." Via meraih tasnya bersiap siap untuk pulang.
" see u again di tempat kos ya" aku melambaikan tangan.
" iya" Via keluar kamar dan menutup pintunya.
Kembali ku sendiri lagi. Aku sedikit tenang setelah menceritakan semuanya pada Olivia. Besok aku akan kembali ke kos ku yang dulu. Aku akan memulai hidupku yang baru disana.
Tidak terasa aku pun tertidur.
Tiba tiba pintu kamarku terbuka kembali.
" Sania" teriak Jodi
" Jodi" aku terbangun
Jodi memelukku.
" maafkan aku Sania" katanya
" bagaimana bisa kamu disini,bukankah kamu-"
" Stop jangan bicara lagi, aku tidak ingin ada orang lain mengetahui keberadaanku" Jodi menutup mulutku dengan jari telunjuknya.
...Next...
__ADS_1