Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
85


__ADS_3

Aku kembali bekerja setelah seminggu pulang. Memang sangat sepi saat tidak punya pacar di sisi. Hanya Holand yang sering menghubungiku. Aku benar benar kesepian , mungkin itu lah yang dirasakan Dani saat dia mengakui perasaannya bahwa dia ingin aku berada disampingnya.


Otakku terasa pusing memikirkan para mantanku. Bagiku selama ini tidak ada cinta yang tulus, cinta bagiku sangat murahan. Aku sangat mudah mengatakan cinta. Tak pernah aku menemukan cinta yang sesungguhnya. semuanya hanyalah nafsu. kalau aku harus mengingat kembali daftar mantanku sudah pasti aku menghafalnya.


Morgan si cinta monyetku


Rama dan Bisma dua pria yang menyatakan perasaannya diwaktu yang bersamaan dan aku menerimanya.


Rizal pria baik yang kuhianati cintanya


Igun cinta pertamaku.


Rivaldi seorang playboy


April teman tapi mesra ku


Irfan pacar karena taruhan


Holand jadi mantan karena aku terlalu cemburu.


Ade sekedar pelampiasan


Bams pacar dewasaku


Endi pacar terbaikku berakhir diselingkuhi.


Roni si cowok badboy


Eril pria yang paling aku benci


Jodi pacar terindahku

__ADS_1


Dani cinta terhebatku


Dilan mantan tak terlupakan


Dude pria penghiburku


Sudah 18 orang yang pernah bersamaku. Bukankah sudah cukup aku menghentikan pertualangan ku. Saat nya aku berbenah diri, meninggalkan masa lalu ku, dan kembali melangkah di jalan yang benar. Apa mungkin Riyandi memang jodohku? Aku dengar dia tau banyak tentang agama, apa mungkin dia yang mampu menuntunku? Menjadi imam dalam rumah tanggaku. Laki laki yang bisa membimbingku saat aku berada dikesesatan. Tapi aku tidak mencintai nya, dan aku tidak menyukainya.


Telponku berdering, nomor tidak dikenal tertera dilayar ponsel ku.


" Hallo,?" aku mengangkatnya.


" Sania ya?"


" iya, kamu siapa?"


" Aku Riyandi"


" oo kamu, ada apa ya? " aku mencoba menetralkan perasaanku.


" kamu pasti sudah tau apa yang direncanakan ayah kita berdua?" ternyata Riyandi tidak suka basa basi , dia langsung bicara ke poinnya.


" iya aku tahu. lalu kamu mau apa? " jawabku ketus.


" sudah lama kita tidak bertemu, apa bisa kita bertemu untuk membicarakan hal ini"


" tapi aku di..." suara ku terpotong


" aku tau kamu sedang bekerja di ibukota, sekarang aku juga di ibu kota, besok aku akan menemui mu" lanjut Riyandi


" ya" jawabku singkat

__ADS_1


" aku tutup telponnya" telpon langsung ditutup tanpa basa basi tanpa salam.


Memang Riyandi tidak berubah,nada bicara nya membuat aku kesal. Pria macam apa yang katanya belajar agama keluar negeri tapi bicara dengan perempuan sangatlah menjengkelkan.


"Telpon siapa San?" tanya Rahma yang tiba tiba masuk kamar kost ku.


" kamu itu bikin aku kaget aja Rahma?" aku meletakkan telpon genggamku di atas kasur.


" salahnya pintunya tidak dikunci"


" ngapain kamu malam malam kesini?" tanyaku


" cuma bosan dirumah"


" bawa makanan kek!" pintaku


" kita pesan online aja ya?" Rahma meraih handphone, menggunakan aplikasi online dan memesan beberapa makanan siap saji.


" bagaimana kabar ayah mu San?" tanya Rahma lagi


" kemarin tekanan darahnya naik lagi tapi udah mendingan saat aku bilang setuju dijodohkan, kayak nya penyakit ayahku memang berasal dari aku deh!"


" apa? kamu dijodohkan?" Rahma tersentak kaget


" iya, aku baru cerita ya sama kamu?"


" sama siapa?" Rahma menggoyang goyang bahuku sambil tersenyum penasaran.


" Riyandi anak nya pak Rahadi, kamu pasti pernah dengar nama ayahnya?"


...NEXT...

__ADS_1


__ADS_2