Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
92


__ADS_3

" sebaiknya kita bercerai" pintaku


" jangan becanda Sania" tatapannya begitu marah.


" aku sudah tidak tahan dengan semua ini" aku berteriak


" aku tidak akan menceraikanmu"


" aku akan bekerja kembali dan segera membayar semua hutang ayahku"


" kamu tak akan sanggup Sania, apalagi sekarang kamu hamil"


" aku sudah muak dengan kamu" aku kembali berteriak sambil menangis.


" apa kamu bilang" tangan Riyandi mencengkeram leherku.

__ADS_1


" katakan sekali lagi dengan jelas" bentaknya


Aku hanya bisa menangis dengan keras.


Aku memang sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Riyandi yang semaunya sendiri. Dia keras kepala ,semua yang aku lakukan selalu saja salah dimatanya. kalau saja dia hanya main perempuan mungkin aku masih bisa memaafkan,tapi Riyandi sering main tangan dan suka membentak membuat aku tidak tahan dengan perlakuannya. Yang anehnya setiap kali dia selesai marah dia akan segera meminta maaf dan memperlakukanku bak seorang ratu. Aku pun tidak bisa menolaknya karena jika aku tidak menuruti kemauannya maka amarahnya kembali dilampiaskan padaku.


Itulah mengapa aku tidak bisa lepas dari Dani. Hanya Dani yang mampu mengerti perasaanku. Terbesit pikiran untuk lari dari Riyandi dan kembali pada Dani dalam kondisi hamil apa mungkin Dani mau menerima aku apa adanya. Meski dia pernah mengatakannya untuk menerima aku kembali tapi tidak dengan keluarganya. Dulu saja kami ditentang apalagi sekarang tentu saja ibu nya akan menolakku mentah mentah.


Hari pernikahan Roni pun digelar. Undangan pernikahan yang dikirimkannya lewat temanku yang baru pulang dari Ln telah sampai padaku. Aku dan Riyandi menghadiri pesta pernikahannya. Tidak ada yang istimewa saat itu. hanya saja aku bahagia melihat mantan ku menemukan tambatan hidupnya. Pesta digelar meriah. Roni pun terlihat bahagia dengan pasangannya. meski serba salah melihat kehadiranku Roni tetap tersenyum ketika fotografer memintanya memeluk istrinya dari belakang saat melakukan pemotretan.


Riyandi menungguku di sudut pesta dia tidak ingin bersalaman dengan mempelai. Aku bingung untuk apa jauh jauh kesini kalau hanya melihat pengantin dari kejauhan. Atau ini sebuah jebakan untukku? aku sangat tidak mengerti apa yang ada di otak Riyandi.


" selamat ya Ron akhirnya kamu menikah"


" aku tidak menyangka kamu bisa datang kesini apalagi kamu datang bersama suamimu "

__ADS_1


" sebenarnya aku juga tidak ingin kesini, hanya suami ku yang memintanya"


" ternyata suamimu baik juga. jangan lepaskan dia"


" tentu saja" aku tersenyum dan meninggalkan Roni. Akh andai saja mereka tau betapa menderitanya hatiku. aku tidak boleh terlihat lemah didepan semua mantan mantanku. Kebetulan sejak aku berpisah dengan Jodi semua mantan mantanku masih berhubungan baik denganku kecuali Eril. aku tidak tahu kabarnya sekarang,semoga dia sekarang dimakan buaya. Entah itu Roni ,Endi, Holand, Bams , Dilan, April dan lainnya aku masih bisa berkomunikasi dengan mereka tanpa sepengetahuan Riyandi.


" sudah selesai?"


" maksudnya?" pertanyaan Riyandi membuat aku bingung.


" mulai sekarang kamu dan Roni sudah tidak ada hubungan apa apa lagi kan?"


" memang tidak ada apa apa" jelasku


" mulai sekarang kalian jangan berkomunikasi lagi secara langsung ataupun lewat telpon. mengerti!" Riyandi dengan tegas mengatakannya dan pergi meninggalkan pesta.

__ADS_1


Apa? jadi selama ini Riyandi tau kalau aku masih sering berkomunikasi dengan mantan mantanku. Jangan jangan hubunganku dengan Dani pun Riyandi juga tau. Aku harus segera menghilangkan jejak mantan mantanku dari ponselku sebelum aku yang dipersalahkan.


...Next...


__ADS_2