
" Hei ,makan yang bener donk" Ray membuat ku emosi
Dia menepuk nepuk dadanya sambil meminum air putih.
" kamu bikin aku keselek San" selesai minum
" kamu juga bikin aku kesel"
" lho kenapa kamu yang kesel?" kembali melanjutkan makannya.
" baru juga ngomong udah kaget lebay gitu"
" gimana gak kaget, baru juga Moli pulang, terus aku , disusul Dilan,sekarang giliran kamu yang mau pulang, kenapa? panas ya" ledek Raihan
" panas apa an?"
" jangan jangan kamu pulang mau merried juga yaa"" tebak Raihan
" Trus kamu pulang kemaren, jangan jangan kamu udah merried yaa?" aku tembak balik.
" Ya enggak lah, pacar aku kan disini, baru juga jadian"
" emang nya pacar kamu siapa?" emangnya kamu bisa pacaran " aku meledek Ray
" ya bisa lah, Dia karyawan baru namanya Diah, nanti aku kenalin deh sama kamu"
__ADS_1
" terus kalo udah punya pacar kenapa kamu gak ajak dia makan sekalian disini"
" kasihan kamu nya San, ntar dobel bayarin nya"
" bener juga sih" aku pun tertawa.
Percakapan kami berlanjut dijalan. Tempat kami makan tidak jauh dari tempat tinggalnya Raihan,sehingga kami hanya perlu jalan kaki.
" Kenapa kamu pengen pulang San?" tanya Raihan penasaran
" Aku ingin mencari pekerjaan disana, baru baru ini aku melamar kerjaan lewat online. kalau diterima aku akan langsung pulang. Disini aku tidak punya siapa siapa Ray, bertahan hidup sendirian dikota besar ini sangat lah sulit. Sekarang saja aku sudah tidak bekerja, punya pacar dia nya juga masih kuliah. Dia pastinya memerlukan uang yang banyak untuk kuliahnya. Aku tidak ingin terlalu mempersulitnya. "
" lalu bagaimana hubunganmu dengan pacarmu nanti?" tanya Raihan
" Kalau itu keputusanmu aku hanya bisa mendukungmu San" kata Raihan.
" Makasih Ray kamu teman yang baik untukku, tetanggaku sahabatku"
" oh iya San, Waktu aku pulang kemaren aku bertemu Holand ,katanya titip salam buat kamu"
" Holand?"
" iya Holand, jangan bilang kalau kamu sudah lupa sama mantan kamu yang satu itu"
" gak bakalan lupa lah, tumben dia nitip salam. Aku pikir dia sudah menikah dengan Elsa"
__ADS_1
" kaya nya gak bakalan nikah dengan Elsa deh, karena Elsa sudah menikah dengan orang lain."
" Benarkah?"
" Iya benar, ngapain juga bohong. Ayo kenapa seneng? mau balikan ya?"
" ya enggak lah, seneng aja mereka gak bersatu" aku tertawa puas.
" Dasar cewek" gumam Raihan.
Sepanjang jalan suasana yang tadinya melow mau pulang kampung kini berubah ceria setelah mendengar Holand masih menanyakanku. Aku tambah semangat ingin segera pulang. Aku hanya perlu menunggu hasil pengumuman pekerjaanku. Dan aku merahasiakannya dari Dani.
Jujur ini pilihan yang sangat sulit, aku sudah merasa beban dipundakku terlalu berat. Dengan status ku sekarang gadis bukan perawan sangatlah sudah membebaniku. Aku hanyalah butuh sandaran, seseorang yang mampu menerimaku apa ada nya. Tidak peduli apa statusku. Sedangkan sekarang aku wanita tanpa pekerjaan dan kuliah pun tidak selesai. Masih ada Dani? Benar, Dani masih bertahan denganku tapi aku tidak ingin melukai nya lebih dalam. Aku ingin menemukan seseorang yang bisa membuatku setia selamanya. Sedangkan aku masih bisa oleng dari Dani. Dan aku tidak ingin perselingkuhan terjadi saat aku menjadi seorang istri.
Flashback
" Terimakasih Dilan atas kebahagian yang engkau berikan,walaupun sangat singkat tapi akan selalu membekas seumur hidupku, semoga engkau berbahagia dengan pilihan hatimu, cukup kenang aku selalu dihatimu. "
Teks terakhir yang ku kirim pada Dilan .
Dilan,pria ke 17 yang pernah hadir dicerita hidupku . Meninggalkanku karena menikahi perempuan lain.
...Next...
__ADS_1