
" beli obat untuk putriku"
" putri?" aku kaget. Aku pun menoleh ke arah anak Rivaldi yang seorang perempuan, umurnya sekitar 6 tahun ,cukup besar. Apa Rivaldi seorang ayah sambung, karena aku belum pernah mendengar dia menikah. Atau aku yang memang tidak pernah mendengar beritanya lagi. Biasanya Selly lah yang pertama kali memberi aku kabar tentang teman teman ku yang lain.
Aku yang sedikit terkejut mendengar Rivaldi telah memiliki seorang anak malah semakin terkejut karena ibu dari anak tersebut adalah Sandra, temanku juga. Aku menatapnya saat Sandra menoleh ke arahku.
" Sania" panggilnya
" Sandra? kalian?" aku semakin tidak percaya saat Rivaldi menjelaskan.
" Sekarang Sandra adalah istriku San. kami menikah 5 tahun lalu"
5 tahun yang lalu, bukankah saat itu aku masih SMA.
" ini putri kalian?" tanyaku pada anaknya yang sudah berhenti menangis.
" iya Sania" jawab Sandra.
" sudah besar ya?" tanya ku lagi.
" iya, tahun depan diva mulai bersekolah, usianya sudah 6 tahun lebih"
Tunggu kenapa aku merasa janggal ya, sepertinya ada yang aneh dari kalimatnya tapi apa?
" Nona, ini obat anda" seorang apotiker memanggil ku
" ya sebentar" aku segera mengambil obatku dan kembali bergabung pada keluarga Valdi.
" sepertinya aku tidak bisa lama ngobrol dengan kalian. aku harus segera pergi, ayahku memerlukan obat ini. Dan selamat ya atas pernikahan kalian, walau ini ucapan yang sangat terlambat tapi aku bahagia mendengarnya .aku pergi dulu"
" terimakasih Sania"
__ADS_1
aku tergesa gesa meninggalkan mereka karena aku tidak ingin ayahku menunggu terlalu lama.
Tapi aku masih penasaran dengan hubungan mereka. kalau benar pernikahan nya selama itu artinya ada sesuatu yang dirahasiakan mereka setelah Valdi memutuskan hubungan kami. Karena sangat penasaran aku menghubungi temanku Ratih. Dia pasti tau informasi tentang Rivaldi.
" kamu baru bertemu Rivaldi?" tanya Ratih
" iya tih, aku baru tau kalau dia menikah dengan Sandra"
" mereka sudah lama menikah San"
" yang aku kaget Anaknya sudah besar sedangkan pernikahannya baru 5 tahun?"
" wajar lah ,mereka menikah setelah Sandra melahirkan"
Ratih menceritakan peristiwa 7 tahun lalu.
**
"Sania,,Sania,," teriak Valdi
"siapa?" jawabku
ternyata Rivaldi datang dengan pakaian basah karena hujan.
"ada apa kamu kesini,hujan hujanan lagi" tanyaku
"ratih memanggil kamu,katanya ada yang ingin dia bicarakan penting" kata rivaldi
Saat dirumah Ratih
"kata rivaldi kamu ingin bicara sesuatu" tanya ku pada Ratih
__ADS_1
"ah tidak,Rivaldi bohong" kata ratih
"aku tidak pernah menyuruhnya memanggilmu" kata ratih lagi
"dasar Rivaldi,kenapa kamu harus bohong sih.tadikan aku lagi sibuk.gara gara kamu pekerjaanku terbengkalai" aku marah
"maaf kan aku Sania" rivaldi terkekeh
" aku pulang dulu" aku membalikkan badan ingin pulang
"tunggu Sania! aku mau bicara" rivaldi menahanku
"bicara apalagi ,tidak ada yang perlu dibicarakan lagi"kataku
rivaldi memegang tanganku.
"sania,kita balikan lagi yuk.aku tidak ingin putus" rivaldi memohon.
"Sudah akhiri saja rivaldi.aku tidak ingin mengulangnya.aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama.lebih baik kamu cari perempuan yang mau kau jadikan pelampiasan nafsumu tapi jangan aku" jawabku
"okeeey aku tidak akan memintamu kembali.kini kita benar benar putus" sahutnya dengan marah.
Aku hanya diam melihat dia kesal,hujan berhenti turun.aku pulang.diperjalanan aku bertemu sandra.
"mau kemana kamu sandra?" tanyaku
"kerumah ratih." jawabnya
"oh,aku baru aja dari sana" kataku
"benarkah" katanya
__ADS_1
...Next...