
" Ayahmu bilang apa?" tanya Dude
" Gak ada yang penting"
" nanyain aku gitu?"
" cuma nanya siapa"
" kamu jawab?"
" ya teman lah"
" kenapa gak jawab pacar aja"
" ngawur, nambah masalah baru saja"
" memang jadi masalah ya kalau aku jadi pacar kamu"
" banget"
Dude nampak bingung dengan jawabanku.
" sudah lah, aku tidak tahu apa masalah kamu sebenarnya" katanya lagi
Aku hanya diam. Kemudian kami melakukan perjalanan kembali.sepanjang jalan aku banyak diam. 3 jam perjalanan membuatku lelah. Besok aku harus kembali bekerja. Aku ingin beristirahat.
" Terimakasih De"
" tidak perlu sungkan, nanti aku hubungi lagi" kata Dude kemudian meninggalkanku sesampai di kost.
Seminggu berlalu.Dude main kekost.
" masih nampak murung" gumamnya.
__ADS_1
" aku masih memikirkan kata kata ayahku"
" Apa yang membuat kamu bersedih?"
" Ayah memintaku untuk segera menikah"
" jadi itu masalah nya" Dude tertawa keras
" kenapa jadi tertawa,gak lucu" aku masih tidak bisa becanda hatiku rasanya gelisah.
" iya maaf, sini menikah dengan ku" tawar Dude
" kamu pikir segampang itu"
" Dimana mana orang ditawarkan menikah pasti senang Sania ,ini kamu malah sedih"
" gimana gak sedih, aku harus menikah dengan siapa?"
" sama aku aja" ulang Dude.
" masalahnya apa?"
" ayahku ingin menikahkan aku dengan syarat bisa melunasi hutangnya yang banyak itu. Mana ada laki laki yang mau dengan ku apalagi dengan syarat seberat itu."
" memangnya berapa hutang ayahmu?"
" 200 lebih"
" wow, aku nyerah, aku tak punya uang sebanyak itu. orangtua ku bukan orang kaya,mereka berharap akulah yang jadi tulang punggung mereka"
" lagian juga kamu hanya temanku"
" kalau aku mau lebih bagaimana?"
__ADS_1
" lebih bagaimana? kamu tau sendiri kan aku masih punya pacar. Dani masih menghubungiku walaupun sangat jarang sekali"
" aku tidak peduli Sania" Dude berbisik ditelingaku,membuat bulu romaku merinding. Bisikan Dude membuat aku pasrah.
" aku ingin kita saling mengisi kekosongan ini" ulangnya. Aku memejamkan mataku saat Dude mulai memegang bahuku.
Dude benar benar mengisi kekosonganku. Tanpa sadar aku terbuai sentuhan. Dude melakukan pelepasannya dan aku membantunya. Dari sekian pria yang aku temui M*l*k Dude paling sempurna, sehingga aku ingin memilikinya.
" terima kasih Sania"
aku hanya diam tidak menyangka melakukan nya lagi dengan teman sendiri.
" aku pulang dulu" Dude pamit pulang.
Aku tidak bisa terus begini. Aku harus segera menikah.
Setiap akhir pekan Dude menemuiku walau bukan pacar tapi Dude tidak pernah absen tiap malam minggu. Aku juga tidak tau apa statusku dihatinya.
" sudah siap?" tanyanya
" sudah. gimana penampilanku?" aku bertanya balik.
" kamu cantik hari ini" jawab Dude
" Ayo,keburu hujan" Dude mendesakku. Hari ini kami pergi kekonser. Walau ini bukan pertama kalinya aku pergi kekonser bersama seorang pria tapi hari ini kami benar benar seperti pasangan sesungguhnya. Berbeda dengan kali ini, Dude menuntun tanganku saat memasuki pintu masuk. Dia menjagaku dari belakang. Saat ditengah tengah konser.
Bruuuk.
Seorang pria tampak kena pukul. Seperti biasa penonton beradu jotos. Aku tidak mengerti kenapa setiap acara seperti ini selalu saja ada perkelahian. Pria itu tepat jatuh disampingku. Aku pun kaget dan tertegun. Dude yang melihat kejadian nya langsung menarik tanganku segera.
" Sania cepat menghindar" perintahnya
Aku yang bingung dari tadi hanya bisa mengikuti langkah Dude.
__ADS_1
...NEXT...