
" Sania, dengar ya! ini kesekian kali kamu telat bayar kos kos an, jika terus begini sebaik nya kamu cari tempat yang lain" ternyata yang datang ibu kost. Beliau langsung mengomel,kata katanya persis kereta api,panjang banget.
Dani menghampiri kami.
" Kamu telat lagi bayar nya?" tanya Dani ke arah ku.
" iya, cuma seminggu kok" jawabku
" cuma seminggu cuma seminggu" gerutu ibu kost.
" dengar ya! kalian kost disini bebas mau pacaran kek mau bawa selingkuhan kek, saya tidak peduli, tapi bayar kost tidak bisa bebas semau mu. Disini harus tepat waktu. " ulang nya.
" nih ya, sebaiknya kalian bayar saja sekarang atau kalian mau saya teriakin kumpul kebo, pagi pagi gini sudah bawa cowok ke kost kosan" lanjut ngomel.
Mata ibu kost benar benar galak, aku dan Dani saling pandang, kata kata nya ada benar nya juga. kalau tidak segera di bayar aku bisa di usir dari sini.
" tapi bu- " suara ku terpotong oleh Dani.
" baik bu, saya yang akan bayar, memang nya berapa uangnya?" kata Dani.
" gitu donk. cukup 2 juta"telapak tangan ibu kost terbuka ke arah kami bersiap menerima uang.
Dani sedikit kaget,2 juta. tapi ia mencoba se tenang mungkin.
__ADS_1
" saya transfer aja gimana, ibu bisa kirimkan rekening ibu ke Sania"
" oke, saya tunggu secepatnya" tangan ibu kost mulai diturunkannya dan membenarkan tas yang disandangnya.
" Jika sampai besok uangnya belum saya terima, kamu siap siap pergi dari sini Sania" ancam ibu kost.
" iya bu pasti ditransfer" jawabku.
" satu lagi, sebaiknya kalian segera menikah" matanya kembali memancarkan aura kekejaman. Kemudian ibu kost pergi.
Aku pun menghela napas panjang.
" Ini semua salahku, gara gara ibu ku semua keuanganku dibatasi, gak boleh ini lah gak boleh itu lah" Dani menyesal karena jatah bulananku berkurang 50% ,semua kebutuhanku selama ini Dani yang tanggung, aku sudah tidak bekerja. pekerjaan ku sebelumnya telah berakhir seiring dengan kontrak kerja ku telah habis. Dan aku belum berpikir untuk mencari pekerjaan karena aku mengandalkan Dani.
" Apa sebaiknya aku mencari pekerjaan lagi?" tanya ku pada Dani.
" Dimana saja lah yang penting dapat uang,Aku gak enak tiap bulan minta uang bulanan sama kamu. bukankah kamu juga mendapatkannya dari ibu mu. Kamu harus membagi uang jajanmu kepadaku" aku merasa tidak enak hati dengan Dani. Emang sih Dani anak dari orang kaya,hidupnya berkecukupan tapi Dani masih mengharapkan uang dari orang tuanya.
" aku sih tidak masalah, selama kita masih bersama, apapun yang aku miliki juga akan menjadi milikmu" Dani memberikanku senyum termanisnya. Pria yang sempurna.
" sini aku transfer dulu uang ke ibu kost" Dani mengambil ponselnya dan memintaku menyebutkan nomor rekening ibu kost. Hanya hitungan menit urusanku dengan ibu kost selesai.
" ibu kost ada benar nya juga, kenapa kita tidak menikah saja?." aku mulai genit pada Dani, aku menghampiri duduknya dan mulai menggunakan jurus andalanku agar pria didekatku tersentuh.
__ADS_1
" hmm,mulai genit nih" Dani mulai mencium bau bau kegenitanku.
Aku senyum senyum sendiri ingin merayunya.
" masa kamu gak peka sih, kita sudah lama pacaran, masa gini gini aja" tanganku mulai kelayapan.
Seperti biasa Dani menolaknya. membuat aku semakin penasaran.
" baru aja aku dengar kalau milikmu bearti juga milikku. Apakah beberapa menit kemudian kata kata itu sudah berubah" tanyaku
" iya kamu benar ,tapi tidak untuk satu itu" sahutnya
" kita harus menjaganya"
" munafik kamu" jawabku
" Sania dengar, selama ini aku berusaha menjaga nya untukmu, tolong jangan kamu lemahkan imanku, aku menyayangi mu Sania" suara Dani pelan.
Mendengar Dani seperti pidato membuat aku menarik napas panjang lagi.
" iya iya aku paham" wajahku berubah cemberut.
Tangannya memegang kedua pipiku.
__ADS_1
" kita lakukan setelah menikah ya" katanya
...NEXT...