
" Kenapa kamu diam saja?" tanyanya
Aku masih belum bisa bicara, tubuhku gemetar setelah melihat kejadian tadi.Dude menarik tanganku menjauh dari tempat kejadian tadi.
" kamu baik baik saja" tanya nya.
" iya ,aku tidak apa apa" jawabku.
Dude memanggil abang abang yang biasanya jualan minuman keliling.
" Bang sini,beli minuman botolnya satu" pintanya.
Abang abang itu pun menghampiri kami dan memberikan satu botol minuman mineral jualannya.
Dude pun membayar minumannya.
" ini bang uangnya"
Penjual itu pun pergi meninggalkan kami.
" minumlah dulu"
Setelah menenangkan diri dengan meminum air mineral, tubuhku kembali normal.
" bagaimana?" tanya nya
" aku masih gak nyangka orang itu menggunakan pisau didalam kaosnya" jelasku
" kamu melihatnya?"
" iya, tak sengaja pakaiannya sedikit terbuka,aku melihatnya"
" sebaiknya kita segera pulang?" tawar Dude.
" baiklah" aku masih saja memandang ke arah perkelahian tersebut, sepertinya kedua orang tersebut sudah ada yang menenangkannya dari pihak keamanan konser.
" semoga saja tidak ada yang terluka" doaku.
Baru saja aku berkata begitu, para penonton nampak membuka jalan untuk seseorang yang lewat. Beberapa petugas ke amanan mengangkat korban perkelahian dengan sebuah tandu. Dan nampak pisau menancap diperut korban . Korban pun nampak kesakitan.
__ADS_1
Tanpa sadar aku pun berteriak.
"Aaaakkhh" aku memeluk Dude yang berada disampingku. Aku tak tahan melihat darah segar bercucuran ditubuh korban.
" ayo kita pulang" pintaku merengek.
Dude cuma bisa bengong ikut menyaksikan kejadian itu.
" syukurlah kamu selamat" gumam Dude ,Dia tak habis pikir jika aku tidak segera ditariknya.
" ayo pulang" Dude melepas pelukanku.
Aku merasa aman saat berada dipelukan Dude. Dude mampu melindungiku saat aku berada dalam bahaya. Ah seandainya!!
Pengalamanku di konser bersama Dude tidak bisa aku lupakan selama berhari hari.
" kamu trauma?" tanya nya
" sedikit"
" gimana kalau minggu depan kita pergi ketempat yang lebih sejuk."
" tempatnya masih rahasia"
" ih jahat main rahasia rahasia an"
Hubunganku dengan Dude telah berjalan berbulan bulan, tanpa pernyataan perasaan tapi seperti sepasang kekasih. komunikasi ku dengan Dani pun masih berjalan lancar. Hanya saja aku tidak peduli lagi apa yang telah Dani lakukan disana. Maafkan aku Dani , aku tidak bisa setia.
Hari ini Dude mengajakku ke sebuah tempat dengan pemandangan yang indah, nuansa pegunungan yang jarang sekali ditemukan dimanapun.Air terjun yang sangat indah. Airnya mengalir dari tingkat ketingkat. Air terjun 5 tingkat. Panorama alamnya yang membuat penikmat suasana nya tidak ingin pulang. Begitu juga denganku, membuat suasana hatiku senang, pikiranpun jadi tenang. Aku bermain dengan gemericik air yang jernih. Dude disampingku ikut menikmati keindahan alam. Tubuhnya sangat dekat dengan ku.
"Sania"
" ya"
" bisa kamu membantuku?"
" apa itu?"
" udara di tempat ini sangat dingin,apa kamu tidak merasakannya?"
__ADS_1
" iya memang dingin, kamu mau minta bantu apa?"
" sekali lagi" pintanya sambil menunjuk ke arah bawah.
" astaga" aku kaget tapi berakhir tertawa.
" kenapa tertawa?"
" mudah sekali **** mu kedinginan!"
" please" pintanya
" tapi ini tempat terbuka"
" tidak ada siapapun disini"
" sebentar saja ya"
Dude mengangguk. setelah beberapa menit dirinya merasa lega setelah pelepasannya. Aku terbiasa membantu nya melakukan pelepasan.
" Sania" Dude memelukku dari belakang.
" ya"
" ada yang ingin aku beritahu padamu"
" apa itu?"
" aku akan ditugaskan ke perbatasan sekitar satu bulan lagi"
" benarkah?berapa lama?"
" dua tahun"
" apa kamu senang?"
" aku senang karena cita cita mu tercapai, tapi aku sedih kita tidak bisa bertemu selama itu"
...Next...
__ADS_1