Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
56


__ADS_3

Aku seperti sedang bermimpi, bagai putri tidur yang terlalu pulas dengan tidurnya. Kemudian sang pangeran datang berteriak memanggil manggil namaku. Mencoba membangunkanku,tapi aku tak menggubrisnya. Dan tidurku terlalu nyenyak karena sang pangeran setia menemaniku sepanjang malam,jiwaku terasa damai.seketika aku merasakan kehangatan dari sang pangeran. Aku pun memeluk tubuhnya sampai pagi.


Betapa aku sangat terkejut ,siapa yang aku peluk pagi ini.


" Dani" aku segera mengumpulkan ingatanku,apa yang tengah terjadi tadi malam..


Dani pun membuka matanya, dan bangun dari tidurnya.


" pagi sayang?" sapanya dengan wajah setengah sadar


" kenapa kamu bisa disini? bukan nya kamu di -" aku sangat heran. Aku ingat sekali tadi malam aku dan Dilan sedang membuat perjanjian, Dilan akan membahagiakan ku untuk terakhir kalinya,tapi kenapa tiba tiba saat bangun Dani yang berada disampingku.


Dani memelukku.


" Aku masih ngantuk, nanti aku ceritakan. sekarang temani aku tidur dulu" Dani menarik tubuhku dan memintaku untuk rebahan kembali.


Aku menuruti permintaannya. Aku masih penasaran apa yang tidak aku ketahui tadi malam.


" Apa kamu tidak senang ,sekarang aku berada disini?" Tanya Dani sambil memelukku.


" tentu saja aku senang ,malah teramat senang" sehingga membuat aku tidak bisa berkata kata lagi.

__ADS_1


" tadi malam kamu tidurnya pulas sekali, aku tidak tega membangunkanmu" jelasnya lagi dengan mata tertutup.


Tidur pulas! Aku sendirian ,lalu dimana Dilan?


Aku segera bangun.


" sebaiknya kamu cepat bangun ,sudah lama kita tidak bertemu .aku penasaran mendengar cerita dari kamu" aku menarik lengan Dani.


" iya iya aku bangun" Dani segera bangkit dari tidurnya dan pergi kekamar mandi.


Otak ku pagi ini benar benar dibuat berpikir, bagaimana bisa Dilan yang tadi malam bersama ku berubah menjadi Dani. Aku memeriksa ponsel ku,siapa tau Dilan meninggalkan jejak.


Tak ada satupun pesan yang dikirimkannya pagi ini. Jangan jangan kemaren itu hanyalah khayalan aku saja, ah mana mungkin ! kemaren itu jelas jelas aku telah jalan bersama Dilan, dan malamnya pun aku dengan Dilan ,kenapa tiba tiba berubah menjadi Dani.


" kamu gak mau mandi?" tanya Dani


" iya aku mandi" jawabanku datar, aku masih syok.


Selesai mandi aku menyusul Dani diruang makan. Benar sekali, aku melihat barang bawaan Dani koper dan yang lainnya.


" ayo sarapan dulu!" tawarnya sambil mengoles roti dengan selai kacang kesukaannya.

__ADS_1


" kapan kamu kembali, kenapa gak kasih kabar dulu?" aku akan menanyakan seribu pertanyaan pada Dani.


" kamu gak senang aku balik kesini? "


" senang, tapi jawab dulu pertanyaanku?"


" iya jadi gini!"


" sebenarnya kemaren aku mau bikin surprise buat kamu, aku sengaja gak kasih kabar biar kamunya senang. pagi aku sudah pesan tiket ternyata penerbangannya ditunda, dan pesawat tujuan kesini berikutnya hanya ada disore hari. Aku tetap berangkat, ketika tiba dibandara sudah hampir larut malam, dan tempat beristirahat terdekat adalah tempat kamu"


" bagaimana kamu bisa masuk?"


" kamu lupa mengunci pintu lagi"


" Benarkah?"


Dani hanya mengangguk. Itu artinya Dilan sudah pulang sebelum Dani datang. Syukurlah aku masih bisa menutupi kesalahanku. Maaf kan aku Dani ini dosa ku yang kesekian kali.


Tok tok tok


Suara pintu diketok. Aku segera membukakan pintu. Perasaan sungguh tidak enak. Apa mungkin Dilan datang lagi. Pelan pelan pintu ku buka.

__ADS_1


" Sania"


...Next...


__ADS_2