Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
35 tidur dihotel


__ADS_3

" Hari ini aku senang sekali san, aku gak nyangka kalau kita akan bersama dikota besar ini" Moli merebahkan tubuhnya ditempat tidur.


" Aku juga gak nyangka kamu bakalan kerja dikota ini, semoga saja kamu betah tinggal dikota sibuk ini" aku beranjak dari tempat ku berdiri menuju tempat tidur disamping Moli.


" Sebenarnya kamu kerja dimana San? " Moli bertanya.


Aku tidak pernah bercerita pada siapa pun apa pekerjaanku bahkan pada ayahku.


" Maksud aku kamu kerja apa disini?" tanya Moli lagi


" Sama seperti kamu lah, kerja diperusahaan kecil. kebetulan bos aku itu adalah pacarku sendiri." aku berbohong.


" enak donk punya pacar bos, atasan sendiri lagi" kata Moli.

__ADS_1


" Aku juga pengen punya pacar atau suami disini, enak kali ya kalau aku pacaran sama bos" Moli menerawang ke langit langit kamar hotel.


" Tapi hati hati mol.siapa tau bos nya udah punya istri, kamu mau jadi istri simpanan" kataku


" gapapa lah, yang penting kaya" sahutnya


" dasar kamu mata duitan moli"


Moli pun tertawa.


Aku tidak bisa tidur dari tadi, aku teringat pada Jodi. kali ini aku sengaja tidak memberi tahu Jodi kalau aku sudah kembali ke ibukota. Aku ingin memberi nya kejutan di villa. Besok pagi pagi aku akan langsung menemui nya di villa, dia sudah memberitahuku kalau dua hari kedepan tidak ada pekerjaan untuknya.


Hari ini hari yang menyenangkan juga melelahkan. Aku tidak menyangka kalau aku akan jalan bersama teman teman ku dikota besar ini. Tak pernah terlintas dipikiranku kalau akan terjadi hal seperti ini. Dilan,pria tampan yang selalu tersenyum padaku. Aku bisa menahannya karena aku teringat kalau Sari sahabatku juga menyukainya. Dan aku sudah mempunyai Jodi. Tidak mungkin aku terus bermain main dengan hatiku. Lalu bagaimana kabar Dani , kenalan ku waktu itu. Aku men cek ponselku. Aku buka pesan ternyata hari ini Dani sudah 9 kali melakukan panggilan tak terjawab dan puluhan chat tak terbalas.

__ADS_1


Aku membaca satu persatu chat yang dia kirim. Dari chat yang dia kirim nampak dia khawatir keadaanku karena dari pagi aku tak juga membalas chatnya.


" Maaf Dan ,aku sudah kembali ke ibukota, seharian aku tidak memperhatikan ponselku. Aku harap ini chat kita yang terakhir karena besok aku sudah menemui calon suamiku. Aku tidak ingin terjadi kesalah pahaman jika dia membaca pesan dari orang lain. sebaiknya kamu delete saja kontakku" sungguh menyakitkan balasan pesan untuk Dani. Aku langsung menghapus pesan dari Dani dan menghapus kontaknya. Bukan Sania namanya jika tidak hapal nomor ponsel seseorang. Walaupun aku sudah menghapus kontak Dani tapi aku mampu mengingat tiap angka ponselnya.


Ponselku bergetar,mode senyap. DANI menelpon, aku angkat tanpa suara karena aku takut Moli mendengar suaraku.


" Sania, kamu belum tidur?" Dani bicara.


Aku hanya mendengarkan suara Dani tanpa bicara.


" kamu tidak mau menjawabku, baiklah aku anggap kamu hanya mendengarkan. Aku ngerti kalau kamu sudah punya pacar atau apalah. asal kamu tau , sejak pertama kali aku melihatmu aku langsung jatuh cinta padamu. Mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Aku sadar diri, kalau kamu sudah punya pacar aku tidak mungkin bisa memilikimu seutuhnya. Hanya aku tidak ingin menyesal jika aku tidak mengatakannya. aku menyukai mu Sania. Andai suatu hari nanti kamu sudah tidak bersamanya, aku rela menantimu sampai kamu datang padaku ." telpon Dani terputus,dia sengaja memutus nya. Itu kata kata nya yang terakhir. Dia mau menungguku, aku saja belum kenal betul sifatnya, yang ku tau Dani orang yang menyenangkan, selalu bisa membuatku tertawa.


Aku meletakkan ponselku diatas meja samping tempat tidurku. Akhirnya aku mulai mengantuk, aku langsung menarik selimut tebalku dan memejamkan mata untuk tidur.

__ADS_1


...next...


__ADS_2