Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
37. bertemu Olivia


__ADS_3

Aku berjalan meninggalkan villa, aku tidak tahu harus pergi kemana,pikiranku saat ini sedang kacau,aku tidak bisa berpikir jernih. aku melihat bangku taman yang kosong,aku mencoba beristirahat disana. Sekarang aku harus bagaimana?siapa yang harus aku hubungi. Aku tidak mungkin menghubungi ayahku. Dan tidak juga Moli dan yang lainnya .Mereka pasti sangat khawatir ,aku tidak ingin mengacaukan kegembiraan mereka karena baru saja mereka mendapatkan pekerjaan. Aku juga harus segera mendapatkan pekerjaan ,tapi sekarang saja aku tidak punya tempat tinggal.Aku putus asa. Jodi, kenapa takdir kita seperti ini? harusnya aku sudah menduga apa pekerjaannya, aku harus bagaimana Jodi? aaaakhhhh aku berteriak keras tapi tak ada satu orang pun yang mendengarku. Aku puas setelah berteriak. Ayo Sania, kamu harus kuat.


Ini terlalu pagi untuk bersedih Sania. Kamu pasti bisa? Sebaiknya aku pergi ke swalayan ,karena hanya tempat itu yang aku kenal disini. Mungkin saja disana ada lowongan pekerjaan. Aku akan bekerja apapun pekerjaannya. Aku terlalu lelah menyeret koper ku berjalan kaki sampai keswalayan ini. Aku duduk didepan swalayan tempat angkringan yang sedang tutup. Aku membujurkan kaki ku kedepan. Sejauh satu kilo perjalananku dari villa. Tak terpikirku untuk mencari ojek ,aku harus menghemat uang. Uang belanja ku sudah dirampas pak polisi tadi. Aku sadar itu bukan milikku. Aku hanya punya uang saku, hanya cukup untuk belanja dua minggu kedepan. Aku menundukkan wajahku,meratapi nasibku yang menyedihkan ini.


" Sania?" Suara pria itu lagi ,aku mengenalnya.


Aku enggan mengangkat wajahku. Aku terlalu malu dan benci.


"Sania, kamu Sania?" kembali suara perempuan yang memanggil namaku. Aku juga mengenal suara perempuan ini. Kali ini aku langsung mengangkat wajahku.


"Olivia" aku memanggil namanya.


" Sania, lama sekali kita tidak ketemu, kamu kemana saja" Olivia langsung memeluk tubuhku.


" kenapa kamu ada disini?" aku bertanya pada Olivia


" Seharusnya aku yang bertanya,kenapa kamu ada disini" Olivia balik bertanya.


" ceritanya panjang via" wajahku memelas sedih.


" ini kamu bawa koper kamu mau kemana?" tanya Olivia lagi.


" Aku gak tau harus pergi kemana" aku menangis dibahu nya.

__ADS_1


" sudah, sudah, sebaiknya kita ke tempat Eril,kamu bisa cerita disana sepuasnya." kata Olivia.


Eril. Tidak.


" Aku gak mau kesana" jawabku.


Eril dari tadi hanya diam memperhatikan ku ikut bersuara.


" Gak papa Sania, kamu bisa istirahat disana. Aku sudah minta maaf padamu atas kejadian dulu, aku janji gak berbuat macam macam lagi" jelas Eril.


Tentu saja aku tidak percaya.


" Aku hanya perlu kos kos an,via kamu bisa bantu aku kan carikan tempat tinggal tapi tidak disini." kataku pada Olivia.


" Bisa kok. Tapi sekarang aku dan Agus lagi main kerumah Eril disini. kamu mau cari kos kos an dimana?" tanya Olivia.


" Itu kan jauh dari sini. Aku dan Agus tidak mungkin pulang sekarang kesana,karena kami baru saja sampai."jelas via


Aku harus bagaimana? Apa aku harus menerima tawaran Eril untuk ber istirahat dirumahnya. Atau aku melanjutkan perjalananku sendiri. Aku tidak bisa egois disaat begini.Akhirnya aku menerima tawaran Eril. Ternyata rumah orang tua Eril dikota ini,.pantes saja aku sering bertemu dia disini.


"Baiklah aku ikut kalian" jawabku


" kamu tenang saja San selama ada aku, Eril gak bakalan berani gangguin kamu" tangan Olivia hampir meninju wajah Eril.

__ADS_1


" Iya iya aku gak bakal macam macam lagi" jawab Eril


" Ya sudah ayo ikut kami, nih bawain kopernya Sania" Via memberikan koperku pada Eril.


" kita jalan kaki?" tanyaku pada Via.


" iya,rumahnya deket kok, tuh gak jauh dari swalayan ini" jelas Via


"pantesan aku sering bertemu dia disini" gumamku. Kami mengobrol sambil berjalan menuju rumah Eril.


" Kalian sering bertemu?" tanya Via.


" tanpa sengaja sih" jawabku.


" Agusnya mana?" tanyaku lagi


" Ada, menunggu dirumah Eril. katanya mau istirahat dulu karena kami juga baru sampai pagi ini." jelas Via.


Kami sudah sampai diteras rumah Eril. Rumahnya lumayan luas, aku berdiri menunggu Eril yang dari tadi menyeret koperku.


" kalian masuk saja ,istirahat didalam. kebetulan orangtua ku sedang pergi keluar kota, aku sendirian disini" jelas Eril.


" Pantesan kalian berdua kesini, kamu dan Agus ingin memanfaatkan keadaan ini ya" tebak aku pada Olivia .

__ADS_1


" gak juga sih San tapi memang kebetulan banget gitu" Olivia tertawa karena niatan nya ketahuan.


...Next...


__ADS_2