Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
27. Selalu Eril


__ADS_3

**


Ponsel Endi berdering kemudian mati.


Aku membatalkan panggilan keluar. Kenapa aku harus menghubungi Endi?Endi bukan siapa siapa aku lagi. Tapi tak ada seorang pun yang dapat aku hubungi untuk minta bantuannya.


Ayolah sania kamu pasti bisa melewati ini semua!


"Sebaiknya aku cari kos kos an dekat sini saja." gumamku.Aku bersiap siap pergi.


"Bu ini uang nya." Aku membayar minumanku


"makasih mbak"


Telponku berdering...


ENDI dia menelpon balik


"Haloo" aku sedikit takut menyapa nya duluan


"siapa ya?" Endi tidak mengenali suara ku.


"Sania" seseorang memanggilku.


Aku kaget,hampir saja aku menjatuhkan ponselku.


"kamu lagi" kataku


Aku segera mematikan telponku.Dan memasukkannya ke dalam tas.


"Sania,ngapain kamu disini"


"bukan urusanmu" aku mencoba menjauh.


"sania tunggu, aku mau bicara" dia mengejarku.


" stop eril jangan mengejarku lagi. Aku benci sama kamu. Tolong jangan temui aku lagi" Pria itu Eril. Entah kenapa untuk kedua kalinya Eril berada didekat lokasi ini. Aku selalu bertemu dengannya.


"Sania ayo kita bicara,aku minta maaf" Eril meraih tanganku,dan memutar tubuhku.

__ADS_1


Tiba tiba ..Bruukk ..Eril hampir jatuh..Jodi menonjoknya.Aku sangat kaget..Tiba tiba jodi datang.


"kamu tidak apa apa sayang" jodi bertanya padaku.


"aku tidak apa apa" aku melihat eril memegang pipinya,sepertinya dia kesakitan.


"Ayo sayang kita pergi dari sini" Aku menarik tangan Jodi dan memintanya meninggalkan tempat ini.


"jangan berani lagi mengganggu pacar orang" bentak Jodi pada Eril. Jodi mengepalkan tangganya ke arah wajah Eril. Eril tidak melawan ,dia hanya memandangi kami berdua.


"Sudahlah tinggalkan saja dia" aku kembali menarik tangan Jodi.


Jodi membukakan pintu mobil untukku,sesekali dia menengok ke arah Eril. Kemudian Jodi melajukan mobilnya ke arah villa.


Sepanjang jalan kami hanya diam membisu. Setelah sampai di villa aku hanya berdiri diluar mobil.


"Kenapa diam saja. ayo cepat masuk!" ajak jodi


"Aku.."


"bicaranya di dalam saja" Jodi menarik tanganku masuk ke villa.


"Bagaimana kamu tau aku berada ditempat tadi?" aku memberanikan diri bertanya


"aku minta maaf sudah pergi tanpa izin dari rumah orang tua kamu" aku menunduk merasa bersalah.


" aku sudah menduga nya" jawab jodi santai


" kamu tidak marah?" aku bertanya


" apa alasan kamu pergi dari rumah itu?"


"aku..." aku ragu menceritakan pada Jodi.


***


Pagi hari Jodi melacak keberadaanku. Posisiku saat itu sedang menuju swalayan.


"Mau kemana dia pagi pagi begini?" Jodi bergumam sendiri

__ADS_1


Jodi menghubungiku tapi tak berhasil.Ponselku berada pada mode senyap. Jodi menelpon ibunya.


"Bu, apa sania masih disitu?"


" tentu saja, ini terlalu pagi ,ibu belum melihatnya keluar kamar" jawab ibu


"Apa ibu yakin Sania berada dikamarnya?"


" kamu mau ibu melihatnya,baiklah, tunggu sebentar. Ibu akan membangunkannya untukmu." Ibu berjalan menuju kamar anaknya tersebut.


Tok


Tok


Tok


Tak ada jawaban.


"Sania ,,sania,," Ibu memanggil manggil namaku .Ibu mencoba membuka pintu kamar dan berhasil masuk .Ibu mendapati kamar tidur yang kosong.


"kemana Sania?" ibu bertanya sendiri.


"Jodi, Sania tidak ada dikamar" Ibu terlihat khawatir.


"Sudah ku duga" jawab Jodi.


"Ibu beritahu aku apa yang telah terjadi pada Sania tadi malam?"


"Ibu juga tidak tau ,tadi malam ibu pikir dia berada dikamar sejak kamu pergi"


"apa dia bertemu ayah?"


"sepertinya tidak, ayah bersama ibu sepanjang malam"


"Ibu jangan khawatir ya, aku tau kok kemana sania, aku akan mencarinya"


"kabari ibu jika sudah ketemu"


"baiklah"

__ADS_1


Jodi menutup telponnya.


***


__ADS_2