Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
55 Malam itu


__ADS_3

" Ray, aku nitip ya" aku menitipkan oleh oleh untuk keluargaku.


" mau nitip boleh aja San,tapi gak gini juga kalee" Wajah Rayhan cemberut karena aku menitipkan sekarung besar boneka dan cemilan.


Aku terkekeh.


" maaf Ray ,ini gak berat kok"


" iya gak berat tapi persis abang abang yang mau jualan" gerutu nya


Aku menutup mulutku dengan tanganku,ingin sekali tertawa keras tapi ini tempat umum.


" Bukan aku yang ngomong lho"


" tega kamu San" wajah Ray semakin masam


" maaf Ray, aku janji deh nanti aku traktir makan kalau kamu udah balik lagi kesini"


" janji ya" wajah nya kembali ceria.


" cepat sana check in ,nanti ketinggalan pesawat lo" aku mendorong pelan tubuh Ray agar dia segera mendorong troli nya yang berisi koper dan barang titipan aku tadi.


" iya iya aku pergi" kata Raihan sambil meninggalkan ku


" sampai ketemu lagi Ray" aku melambaikan tanganku sampai tubuh Ray tidak terlihat lagi dimataku.


Semenjak meninggalkan bandara rasanya hatiku terasa sepi banget, dikota sebesar ini aku ditinggalkan teman teman terbaik , tanpa pacar tanpa sahabat.


Saat sendirian dirumah, tiba tiba ponsel ku berdering.


" Dilan"


" jalan yuk!"


" jalan?" aku sedikit kaget.kenapa tiba tiba Dilan mengajakku jalan,bukannya aku sudah tidak diperlukan lagi


" iya jalan, cepatan keluar"


" keluar? memangnya kamu dimana? "aku nampak bingung


" didepan pintu"


Aku menoleh ke arah pintu luar, apa benar Dilan ada diluar.

__ADS_1


Aku benar benar kaget ,Dilan sudah berada didepan pintu. aku segera bergegas keluar dengan pakaian se adanya dan rambut acak acak an.


" Dilan!" aku membuka pintu


" Hai Sania"


" kenapa kamu kesini?"


" memangnya gak boleh"


" boleh tapi - " suaraku terpotong


" tapi apa?" tanya Dilan


" kaget aja tiba tiba kamu kesini tanpa kasih kabar dulu"


" iya tiba tiba aku kangen kamu San" suara Dilan berbisik


Dilan membuatku malu ,wajahku berubah merah setelah mendengar dia mengatakan merindukanku.


" Tumben" kataku lagi


" cepetan kita jalan" desak Dilan


" buruan mandi"


" ya sudah aku mandi dulu ya" membalikkan tubuhku segera meninggalkan Dilan.


" Sania" panggil Dilan


" iya" aku kembali berbalik badan


" boleh masuk?"


" ah, aku lupa, ayo masuk" aku menarik tangan Dilan.


" biasanya juga kamu gak perlu izin kan masuk kesini" cerocosku padanya. Dilan hanya tersenyum.


Dilan menunggu ku di ruang tamu yang berukuran kecil, ruang tamu sekaligus ruang makan.


" aku mandi dulu ya" aku kembali kekamar mengambil handukku.


" jangan lama lama" Dilan menunggu sambil mengutak atik ponselnya

__ADS_1


" iya " aku berteriak dari dalam kamar mandi.


Tiga puluh menit kemudian aku sudah siap berangkat.


" ayo berangkat, kita mau kemana?" tanyaku pada Dilan. Aku berdiri tepat didepannya. Wajahnya tercengang melihat aku selesai berdandan.


" kenapa memandang ku begitu? apa make up ku terlalu tebal?" aku menepuk nepuk pipiku pelan.


" Kamu cantik sekali Sania" ucapnya pelan.


" Ah,gombal" Aku ketus, kali ini aku tidak menganggap serius pujian nya,karena terlalu sering mendengar pujian itu dari mulut pria yang aku kenal.


" beneran" Dilan terus memuji sambil mendekatiku


" sudahlah, jangan merayuku. sekarang kita mau kemana?"


" terserah kamu" jawab Dilan


" kalau begitu aku yang pilih tujuan nya"


" baiklah"


Kami segera meninggalkan tempat tinggalku.


Ketika malam datang. Kami sudah kembali kerumah. Seharian ini kami menghabiskan waktu bersama.


" karena kamu akan menikahi Mey jadi hari ini kamu sengaja menghiburku seharian, begitu?"


" maafkan aku Sania, mungkin hari ini terakhir kita bisa jalan berdua, karena bulan depan aku akan kembali dan menikah disana"


" Hari ini kamu sudah sukses membuatku bahagia dan sukses pula mematahkannya" aku berterus terang akan perasaanku.


" Dengar Sania, ini lah yang dinamakan rasa yang tepat diwaktu yang salah." kata Dilan.


Kamu benar Dilan, kamu bisa membuatku bahagia disaat orang yang ku sayang tidak bersamaku.


" Sebelum kamu pergi, bisa kah kamu membuatku bahagia sekali lagi" pintaku pada Dilan.


" tentu saja San"


Aku menarik tangan Dilan kekamarku.


...Next...

__ADS_1


__ADS_2