Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
94


__ADS_3

" Ternyata dia yang kamu nikahi"


" maafkan aku Sania, Aku memilih Amel untuk menjadi istriku."


" baiklah, aku bisa mengerti . semoga kamu bahagia"


Sejak itu aku tidak ingin menghubungi Dani lebih dulu. Sepertinya Amel cemburuan ,Dani terlalu menjaga perasaannya. Berbeda denganku yang bebas dihubungi kapan saja. Karena Riyandi tidak peduli aku berteman dengan siapa saja.


Tahun demi tahun terlewati hubunganku dengan Dani masih baik meski hanya lewat telpon.


" apa kamu tidak merindukanku?" tanya Dani


" untuk apa merindukan suami orang"


" bagaimana kalau kita bertemu . Aku sudah lama tidak bertemu denganmu."


" Aku takut istri mu marah!"


" kamu hanya perlu bertemu aku bukan dengan istriku"


" Tentu nantinya istrimu tau kalau kamu menemuiku"


" sekarang dia keluar kota ketempat orangtuanya"


" kalian bertengkar?"


" tidak. Dia melahirkan disana beberapa minggu yang lalu"

__ADS_1


" kamu punya anak?" aku sedikit terkejut. Kebiasaan oleh Dani untuk merahasiakan urusan rumah tangga nya.


" iya,anakku perempuan"


" Lalu kenapa kamu menghubungiku.bukankah seharusnya kamu menemaninya"


" Satu minggu lagi dia kembali. aku akan menjemputnya"


" jadi waktu sekarang kamu manfaatkan untuk menghubungiku.sementara istri mu tidak ada"


" harus bagaimana lagi. aku tidak mungkin menghubungimu saat dia ada disampingku"


" kenapa?"


" aku harus menjaga perasaan istriku San?"


" setidaknya aku tidak ingin membuatnya kecewa"


" aku mengerti."


Aku mulai menjaga jarak dengan Dani. Sepertinya dia sangat mencintai istrinya. Dan aku hanyalah orang yang akan merusak rumah tangganya. Kini keluarga nya sangatlah lengkap. Mungkin aku sudah tidak diperlukannya lagi walau hanya sekedar jadi teman curhatnya. Dan janji yang pernah aku ucapkan padanya untuk menemuinya terakhir kalinya membuat aku ragu.


" aku janji suatu hari nanti aku akan menemui kamu Dan, aku janji kapan pun itu"


" ini sudah tahun ke 10 ,janji mu belum kamu tepati Sania"


" maafkan aku Dan, janjiku tetap lah janji"

__ADS_1


" aku tetap menunggu kedatanganmu"


Seiring berjalannya waktu aku masih belum bisa menepati janjiku pada Dani. Karena banyak hal yang aku pikirkan.aku tidak ingin salah dalam mengambil keputusan.


Hari ini sella menemuiku.


" aku harap kamu datang ya?" Sella memberikan sepucuk undangan.


" akhirnya mantan kaka iparku menikah juga" aku sumringah saat menerima undangan pernikahan itu.


" jangan senang dulu" jawab nya.


" emang, kenapa? aku penasaran siapa nama calon kakak iparku" dengan senyuman aku mulai membaca isi undangan itu.


Sella hanya bisa diam melihat wajahku yang bahagia.


" disini tertera nama mempelai pria Endi dan mempelai wanitanya Milka" aku memelankan suaraku. Sella menatap wajahku yang juga menoleh ke arahnya.


Sella hanya mengangguk.


" jadi ini undangan Endi?" tanyaku pelan.


" iya Sania" jawab Sella.


Jantungku yang dari tadi berdetak kencang karena bahagia tiba tiba berubah menjadi tidak beraturan. Ada rasa cemburu dan benci ,kenapa harus dengan Milka.


" Milka?" aku menyebut nama Milka agar Sella menjelaskan kenapa Endi bisa menikah dengan Milka. Bukankah Milka dulu hanya lah gadis kecil yang masih suka bermain. sedangkan dulu ayahnya hampir memergoki aku dan Rivaldi pacaran disebuah tempat rahasia yaitu markas nya Rivaldi dan teman temannya .Untunglah teman teman Rivaldi pintar berakting sehingga aku tidak diketahui oleh ayah Milka. Jika tidak,aku tidak tau apa yang akan terjadi. parang ayah Milka saat itu sangat lah tajam. Membuat takut orang yang melihatnya.

__ADS_1


...Next...


__ADS_2