
saat dikamar
" Kapan kamu kembali?" tanya Jodi
" Setelah acara resepsi putri" jawabku.
" jangan lama lama" katanya
" kenapa?kamu kangen ya?"
" ya iya lah, masa enggak" kata Jodi
" Ayo kangen apa nya?" aku sedikit ganjen
" semuanya" jawab Jodi.
" apa aja tuh?"
" jangan mulai ya,kita lagi LDR nih" Jodi mengusap dahi nya yang sedikit berkeringat dan menelan saliva nya.Aku tertawa melihat wajah tampannya nampak serba salah.
" Ayah selalu nanyain kamu" kataku
" Nanyain apa?"
" katanya kapan kamu kesini"
" kamu jawabnya apa?"
__ADS_1
" aku bilang setelah kita menikah"
" maka dari itu cepat lah kesini"
" sabar ,ngapa!" jawabku
" sudah malam. cepat istirahat. aku tutup dulu telponnya" pinta Jodi.
" iya sayang, selamat malam.mmuuah" kecupan sayang untuk Jodi ku tersayang. Aku menutup telpon nya. Segera ku menutup selimutku dan tidur.
Sudah satu minggu aku kembali kerumah ayahku,minggu depan resepsi putri saudara tiriku. Setelah selesai acara aku akan kembali pada Jodi. Jodi mengizinkan aku pulang saja aku sangat bahagia. Jodi berjanji akan melamarku saat aku kembali padanya. Ayahku juga berharap aku segera menikah. Aku berharap Jodi orang terakhir yang menjadi pelabuhan cintaku.
Pagi ini aku bertemu dengan sahabatku Moli. Kami bertemu disebuah cafe.
"moli" aku hampir berteriak saat moli tiba tiba berada tepat didepanku. Setelah cipika cipiki Moli duduk didepanku.
" Harusnya aku yang bertanya bagaimana kabarmu disana?" kata Moli
" Aku baik saja mol,kamu sendiri gimana?"
" Aku juga baik malah sangat baik." jawabnya
" Melihat raut wajahmu Seperti nya ada kabar gembira nih,cerita dong,apa saja yang terjadi sejak aku pergi ke ibu kota" tanyaku panjang
" kamu mau tau cerita aku atau cerita kakakku bams?" tembak Moli.
" Terserah kamu deh, kamu mau cerita yang mana" sebenarnya aku juga penasaran tentang kabar bams, hanya aku malu mengakuinya pada Moli.
__ADS_1
" Cerita ku kabar gembira san. karena aku raihan dan dilan akan pergi ke ibu kota 2 minggu lagi" jelas Moli.
" Kalian bertiga akan pergi ke ibu kota.ngapain?" aku penasaran
" Kami bertiga diminta bekerja disebuah perusahaan kecil yang baru saja didirikan disana. kebetulan pemilik perusahaan tersebut masih orang sini jadi kami dengan mudah direkrut oleh perusahaan tersebut. Gajihnya lumayan san, siapa tau aku sukses di rantau orang.seperti kamu" Moli menjelaskan.
" Aku ikut senang moli mendengarnya. kita akan satu kota di rantau orang. Nantinya aku tidak akan kesepian lagi disana." aku turut senang.
" Tentu saja sania,aku akan sering menelponmu disana. oh ya, kamu ganti nomer ya, kenapa gak bilang bilang sih"
" iya mol ,jangan khawatir nih aku kasih nomer baruku" aku mengetikkan nomer ku dan aku simpan dikontak moli.
" kakakku bams sejak putus dengan mu sekarang sedikit berubah san" wajah Moli mulai berubah, yang tadinya terlihat gembira kini menjadi sedih.
" Bams kenapa moli?" aku sedikit khawatir.
" Ibuku berkali kali memaksanya untuk mencari penggantimu tapi dia selalu menolaknya. katanya dia ingin menunggumu. katanya lagi selama janur kuning belum melengkung dia akan terus menantimu."
Aku merasa bersalah pada Bams. karena diriku, sampai sekarang Bams menutup hatinya untuk menerima perempuan lain. Tapi aku sudah tidak memikirkan Bams lagi ,aku hanya ingin bersama Jodi.
" Maafkan aku Moli. Karena diriku kakakmu jadi menutup hatinya. sekarang aku sudah mempunyai calon suami. sebentar lagi kami menikah" jelasku
" Benarkah, aku turut senang mendengarnya. walaupun bukan dengan kakakku tapi aku bahagia jika sahabatku bahagia dengan orang lain."
" Terimakasih Moli,kamu memang sahabat terbaikku"
"Tentu saja" Jawab Moli sambil menghirup jus melon yang dipesannya.
__ADS_1
...Next...