Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
51


__ADS_3

Aku menunggu Dilan, melihat ke arah lantai bawah dimana banyak sekali pengunjung mall.


" Nih punya kamu" Dilan datang membawakan minuman shake untuk ku.


" makasih ya"


Aku melihat mata Dilan mengarah pada satu lift berdinding kaca yang sedang berjalan .


" ternyata semua laki laki itu sama saja ya" sindir aku


Dilan hanya bengong tanpa mengalihkan pandangan.


" hei dari tadi melototin cewek melulu" aku menepuk bahunya.


Dilan sedikit kaget.


" tuh ngiler nya netes"


" masa sih" Dilan segera menyentuh pinggir bibir nya.


" liat cewek seksi aja matanya gak bisa kedip" sindir aku terus.


" maaf, tadi itu ceweknya terlalu seksi, rok nya terlalu tinggi" Dilan terkekeh kemudian merapatkan kedua telapak tangannya pertanda meminta maaf karena dari tadi matanya tertuju pada seorang cewek yang berada dalam lift berjalan naik yang menggunakan rok mini,hampir saja isinya kelihatan.


" Dasar cowok" gerutuku


" iya maaf ,maaf , janji deh gak bakalan oleng lagi"


" lagian ngapain juga minta maaf, aku gak seharusnya marah kan, kamu bukan siapa siapa aku" kataku.


" benar juga, kamu kan sudah punya pacar" kata Dilan


Wajahku berubah sedikit cemberut.


" Sekarang dimana pacarmu itu?" tanya Dilan

__ADS_1


" ngapain sih nanyain dia, Dani sudah tidak perhatian lagi kok sama aku" aku semakin sebal Dilan menanyakan Dani.


" kenapa wajah nya cemberut" tatap Dilan


Aku memalingkan wajahku.


" sekarang aku mengerti kenapa kamu ngajak Raihan jalan, ternyata kamu lagi sedih ya?" tebak Dilan.


" Sini " Dilan meraih bahuku lembut dan merangkulnya.


" hari ini aku akan buat kamu melupakan segalanya" bisiknya


" maksudnya?" aku menoleh ke arah Dilan


" maksudnya aku akan buat kamu tertawa seharian bersamaku" jawab Dilan lagi.


Aku sudah berpikir yang bukan bukan. Karena aku sudah lama tidak pernah disentuh laki laki setelah Jodi. sedangkan Dani benar benar tidak pernah menyentuhku,itulah mengapa aku sangat penasaran dengan Dani.


" janji ya" kataku


" kita pulang aja ya, hari ini aku agak lelah" pintaku.


" baiklah,biar aku antar"


" kamu yakin?" tanyaku


" tentu saja"


Akhirnya Aku dan Dilan pulang ke kosan ku. Sepanjang jalan Dilan selalu membuatku bahagia. Ada saja kata katanya yang membuat perutku sakit menertawakannya.


" Bagaimana hubunganmu dengan Mey?" tanyaku.


" Ya begitulah, aku kasihan dengan putri nya. Sejak bayi sudah menjadi yatim." jelasnya


" Kamu mau jadi ayah sambung untuk putri nya?" aku bertanya lagi.

__ADS_1


" jika takdir berkehendak demikian ,aku bisa apa coba?"


" baguslah ,kamu orang yang bertanggung jawab" kataku


" aku kurang beruntung Sania?" katanya


" kenapa?" tanyaku


" karena aku belum memilikimu" jawab Dilan


" Pertama kali aku melihat mu, aku sangat ingin memilikimu tapi sayang Ade lebih dulu mengutarakannya, dan aku lebih terkejut lagi ketika tau kalau kamu lebih memilih Bams." jelasnya.


" jadi selama ini?" aku melontarkan pertanyaan.


" iya Sania, selama ini aku memperhatikanmu, aku selalu saja terlambat. kali ini kamu telah menemukan Dani, aku harus kembali menahan rasa ini untukmu" jelasnya lagi.


" kamu juga sudah memiliki Mey" kataku


" kamu benar.Mungkin kita ditakdirkan hanya untuk jadi teman walau sebenarnya aku berharap lebih" Dilan mengutarakan perasaannya. Kenapa harus sekarang Dilan saat aku masih berkomitmen dengan Dani.


"maafkan aku Dilan, aku tidak tahu itu. sekarang aku masih punya pacar. Aku tidak ingin menghianatinya."


Seketika kami terdiam.


Tidak terasa gelap menyelimuti kota, Dilan pamit pulang.


" Aku pulang dulu ya" pamitnya


" Hati hati dijalan " sahutku


" lupakan saja yang aku ucapkan tadi, kita tetap berteman kan?" pinta Dilan


" Tentu saja kita masih berteman, sampaikan salamku pada Moli dan Rayhan"


" Baiklah akan aku sampaikan" Dilan berbalik badan dan pergi meninggalkanku.

__ADS_1


......Next......


__ADS_2