Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
91


__ADS_3

" apa kamu mampu bertahan dengan orang yang tidak kamu cintai?"


" aku akan belajar mencintainya seiring berjalannya waktu"


" itu tidak akan mungkin, cintamu hanyalah untukku San"


Dani benar, selama ini aku sangat menyayangi Dani meski aku sering menduakannya.


" pikirkan baik baik San, aku bersedia menerima kembali dirimu apa ada nya"


kata kata Dani sangatlah membuat ku dilema. Perasaan ku pada Dani tak pernah luntur sampai sekarang.Dia lah mantan terhebatku yang bisa membuat rasa sayangku lama bertahan dihati ini tentunya tanpa sepengetahuan Riyandi suamiku.


Hubunganku dengan Riyandi baik baik saja sejak pernikahan malah aku tak menyangka jika sekarang aku bisa hamil anaknya. Aku pikir tak akan ada malam pertama pada kami ternyata pikiranku salah. Riyandi tetap lah memperlakukan aku sebagai istrinya dengan baik walau hatinya pun masih bukan untukku.


Bukti perhatiannya Riyandi untukku pada suatu hari.


" undangan siapa?" Riyandi melihat tanganku yang dari tadi memegang selembar undangan pernikahan.


" ini dari teman" jawabku sambil meletakkan undangan ke atas meja rias.

__ADS_1


" siapa namanya?" tanya nya lagi


" Roni, teman kerja ku dikantor dulu" aku berbohong kalau Roni adalah teman nyatanya dia adalah mantan.


" kapan acaranya?"


" masih lama" aku pura pura tidak peduli akan undangan ku dan beranjak dari kursi rias.


" dimana?" Riyandi terus saja menanyai ku seperti sangat penasaran.


" lihat aja sendiri, aku mau mandi" aku segera berlalu dari hadapan suamiku itu.


" kita akan datang ke resepsi temanmu itu" kata Riyandi setelah aku selesai mandi.


Apa? kamu yakin suamiku? dia itu mantan aku loh! ingin sekali aku berkata begitu tapi mulut ini tertutup sangat lah rapat.


" kamu yakin?ini tempatnya jauh lo" tanyaku


" tentu saja yakin, sekalian aku mau liburan bersama kamu"

__ADS_1


" Riyandi, kamu gak baca alamat nya dimana?itu luar negeri"


" karena itu diluar negeri sehingga membuat aku penasaran seperti apa teman kamu yang jauh jauh kirimin kamu undangan .tidak mungkin kan dia mengirimkannya kalau hanya untuk pamer tanpa minta dihadiri."


"iya ,itu sengaja dititip kan ketemanku yang baru pulang dari LN kemaren"


" ya sudah minggu depan kita berangkat" kata Riyandi lagi.


Aku tidak mengerti dengan isi pikirannya Riyandi..sebenarnya dia itu mencintai ku atau tidak. kalau saja dia cinta kenapa dia selalu menyakiti perasaanku. seperti beberapa hari yang lalu.


" siapa?" aku bertanya siapa yang barusan dia telpon. wajahnya nampak sekali bahagia, bibirnya terlihat senyum senyum sendiri setelah menghentikan pembicaraannya lewat telepon.


" mau tau aja" Riyandi meletakkan smartphone nya diatas tempat tidur dan meninggalkanku sendiri dikamar.


Aku segera mengambil ponselnya sebelum layar nya berubah gelap. Ini kesempatan ku untuk melihat apa isi ponselnya.karena selama ini dia menggunakan kata sandi untuk membuka smartphone nya. Aku melihat semua foto foto di galeri penyimpanan ternyata semuanya bukan lah foto foto diriku tapi foto foto kekasihnya. Dan orang yang baru saja dia hubungi juga kekasihnya. Aku juga membaca semua percakapannya lewat sebuah aplikasi.Ingin sekali aku marah saat itu tapi apa boleh buat ,pernikahan ini hanyalah sebuah pelunasan hutang bukan pasangan yang berkomitmen.


Terlalu sering aku merasa tersakiti dengan tingkah laku nya, sampai pada akhirnya aku meminta untuk segera bercerai padahal usia pernikahan kami baru se umur jagung.


...Next...

__ADS_1


__ADS_2