
Akhirnya kami tiba disebuah rumah lumayan besar. Jodi memarkir mobilnya di halaman rumah. Aku melihat seorang remaja laki laki keluar dari rumah dan menaiki motornya. Dia terlihat cuek dengan kedatangan kami tanpa menengok siapa yang datang kerumahnya. Jodi menyapa nya.
"zaky,mau kemana kamu?"
"main kerumah temen" zaky menjawab dengan cuek. Dia hanya melirik sebentar ke arahku tanpa senyuman.Kemudian pergi meninggalkan kami tanpa sepatah katapun.
"Siapa dia?" Aku bertanya
"Zaky adikku"
"oh"
Sambutan yang dingin dari calon adik ipar.
"Ayo kita masuk!" ajak jodi
Baru beberapa langkah masuk kedalam rumah ibu jodi keluar dengan senyuman.
"Jodi kamu pulang nak" nampak raut bahagia diwajahnya.
"iya bu"
"siapa dia nak?" ibunya menatap ke arahku
"ini sania bu, calon istri ku" jelas jodi
"Sania, nama yang cantik. seperti orangnya" puji beliau
"Sini nak sania, ayo duduk disini. kita ngobrol dulu"
__ADS_1
"kebetulan ibu hari ini masak banyak,kalian makan siang disini aja ya?" ibu jodi nampak ramah banget.
"saya ngikut jodi aja bu" aku menjawab
"kamu nginep disini kan di?" ibu bertanya pada jodi
" kalau sania nyaman disini ,aku bisa apa" jawabnya.
"ya sudah kalau begitu kalian santai aja,anggap saja rumah sendiri ya sania,ibu mau bikin minuman dulu" ibu jodi pergi meninggalkan kami.
"gak usah repot repot bu" kataku
" gapapa kok" beliau sedikit berteriak .
Senangnya,sambutan kali ini terasa hangat tidak seperti di halaman depan tadi.Seperti nya ibu jodi orangnya baik beliau sangat ramah.
"iya,aku senang sekali" jawabku
" makanya jangan terlalu tegang,orang tua ku baik kok. kalau zaky orangnya memang begitu,cuek" jelas jodi.
Aku mengangguk.
Ibu jodi kembali keruang tamu dengan seorang perempuan paruh baya yang tengah membawakan kami minuman.Sepertinya dia asisten rumah tangga.Setelah menaroh gelas minuman ke atas meja ,orang itu pergi lagi ke arah dapur.
"makasih ya bi" kata ibu jodi pada wanita yang dipanggilnya bibi itu.
"ayo sania diminum dulu,sebentar lagi bi siti menyiapkan makan siang untuk kita"
"iya bu" aku meminum air yang dihidangkan. Rasanya manis ,semanis perasaanku saat ini.
__ADS_1
"Bu" Jodi membuka pembincaraan
"ya"
"aku berniat menikahi sania, dia sudah lama menemaniku.apa ibu tidak keberatan kalau kami menikah?"
"Ibu terserah kamu saja jodi, kalau kalian saling mencinta ,ibu tidak bisa menolak."
"orang tua kamu dimana sania?" ibu bertanya padaku
" orangtuaku..." aku sejenak berpikir ,apa yang harus aku katakan,aku menoleh ke arah jodi.
"sania ini disini tinggal sendirian bu, dia anak perantau,orangtua nya jauh dari sini.maka dari itu aku ingin menikahinya agar dia tidak sendirian lagi disini" jelas jodi.
"benarkah sania?"
"iya bu,apa kata jodi memang benar" kataku.
"selama ini kamu tinggal dimana sania?"
"aku.." kembali aku ragu menjawab pertanyaan ibu. sebagai perempuan dimana harga diriku jika aku mengatakan sudah lama tinggal dengan anaknya tanpa pernikahan.
"sania tinggal bersamaku bu" jodi kembali menjawabnya.
Ibu hanya bisa menghela napas dalam.Sudah pasti apa yang ada dipikirannya yaitu sania ini bukan lah gadis baik baik.
"segera lah kalian menikah" hanya itu yang aku dengar dari mulut ibu. kemudian ibu meninggalkan kami berdua.
...Next...
__ADS_1