
Karena kami tidak saling mencintai jadi mustahil akan terjadi seperti itu. Ini menjadi kesempatan ku untuk menutup aibku selama ini. Biar lah aku tidak disentuhnya toh suatu saat nanti dia akan bosan dan menceraikanku. Kemudian aku akan menikahi laki laki yang kami berdua akan saling mencintai. Sepertinya ini pilihan terbaik untukku. Aku akan menerima pernikahan ini walau nantinya hatiku akan selalu terluka oleh penghianatan.
Seperti biasa walau sudah putus dengan Dani ,Dani tetap menghubungiku .Dia menanyakan kabarku.
" apakabarmu San?"
" Baik "
" syukur lah"
" ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu!"
" katakan, apa itu? " tanya Dani
Suara ku tertahan sebentar. Rasanya aku tidak sanggup untuk menceritakannya.
" ada apa San? katakan lah?" Dani semakin penasaran.
" sebenarnya,," suara ku tertahan lagi.
" kenapa.sih kamu buat aku penasaran" desak Dani
__ADS_1
" sebentar lagi aku menikah Dani"
" benarkah?" Dani sangat terkejut.
" kenapa kamu tiba tiba membuat keputusan seperti itu? apa selama ini kamu memang merencanakannya?" ulangnya
" Tidak Dan. aku tidak mencintai nya. kami dijodohkan"
" Benarkah? kenapa kamu menerimanya jika kamu tidak mencintainya?"
" aku terpaksa"
" kamu masih punya kesempatan untuk meninggalkannya San, kembali lah kesini" pinta Dani
" kamu tau sendiri kan, ini tahun tahun terakhir aku kuliah. aku tidak mungkin mengabaikannya lagi seperti tahun kemaren"
" kalau begitu kita harus menerima kenyataan ini"
" Sania, pikirkan lah kembali,ini untuk kebaikan kita berdua"
" maaf kan aku Dan, aku tetap memilih menikahi orang lain. "
__ADS_1
" bagaimana jika aku rindu sama kamu, sedangkan kamu telah milik orang lain?"
" kamu masih bisa menghubungi ku kok, nomer ku masih sama"
" semoga kamu bahagia San dengan pilihan mu"
" kamu juga, bahagialah disana. kita masih bisa berteman kan?"
" tentu saja"
Itu percakapan terakhirku dengan Dani sebelum pernikahan ku dengan Riyandi. Meskipun kedua orangtua ku sudah menetapkan hari pernikahanku tapi aku masih saja berkeliaran berkelana cinta dengan mantan mantan ku. Didetik detik terakhir penjuanganku sebagai gadis bukan perawan pun masih saja berkomunikasi dengan para mantan. Kali ini aku tidak membucin malah sebaliknya, aku bertekat untuk membalaskan rasa sakit hatiku pada semua para mantan yang pernah memutuskan aku terlebih dahulu.Terutama Holand, kali ini dia begitu mengejar ngejar ku, bertolak belakang dengan aku beberapa tahun yang lalu. Dulu aku yang tergila gila pada Holand sekarang malah dirinya yang selalu ingin bertemu denganku .
Berita pernikahanku memang sedikit dirahasiakan sehingga hanya keluarga besar lah yang mengetahuinya sedangkan orang sekitar baru tahu ketika janur kuning didepan rumahku sedang terpasangkan ditepi jalan. Semua orang sangat terkejut mendengar berita pernikahanku terutama Holand.
" maafkan aku Holand, tolong jangan hubungi aku lagi, besok aku menikah. hubungan kita sudah berakhir lama"
" kenapa tiba tiba kamu menikah Sania, bukankah kamu bilang kamu belum punya pasangan?"
" aku tidak perlu menjelaskannya padamu. Yang pasti kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi. Jadi tolong jangan temui aku lagi"
" Sania ,San, tunggu, jangan tinggalkan aku San" teriak Holand.
__ADS_1
Rasanya sangat puas setelah ku mengatakan itu pada Holand. Mungkin saja saat ini hatinya sedang hancur ,aku sangat senang sekali membuat hati nya kecewa.Dendamku terbalaskan.
...Next...