
..." kami harus bagaimana lagi San?"...
" atau kalian mau program hamil lagi?" tanyaku
" tidak San, tidak dulu. Dilan bilang dia mau fokus kerja dulu. " Dilan dari tadi hanya diam mendengarkan kami berbincang.
" bagaimana dengan mu San, apa kamu juga hamil?" tanya Mei
" iya Mei, sudah 9 minggu."
" selamat ya San, sebentar lagi kamu akan jadi ibu"
" terima kasih Mei"
" sebentar, sepertinya aku melupakan sesuatu. aku ambil dulu ya" Mei tiba tiba keluar rumah meninggalkan aku dan Dilan hanya berdua diruang tamu.
" kamu tidak sedang hamil anakku kan San?" tanya Dilan.
" huss kamu, kalau orang lain dengar gimana? nanti mereka pikir beneran" jawabku
" siapa tau?" kata Dilan lagi
" sudah lah jangan bicara ngaco"
__ADS_1
Mei kemudian datang lagi dengan membawa sesuatu ditangannya. Dia baru kembali dari garasi.
" ini aku bawakan sesuatu untuk kamu San,aku harap kamu suka"
" wah, gak perlu repot repot Mei. "
" ini oleh oleh dari saudaraku baru pulang dari luar negeri,Dia kasih banyak jadi aku bagi bagi lagi"
" terima kasih sekali Mei ,kalian memang teman baik ku" sebenarnya kata kata ku berbeda dengan kata hatiku.kamu memang orang baik Mei apalagi jika kamu tidak merebut Dilan dariku maka kamu memang benar benar baik.
Pernikahan Dilan dan Mei akhirnya kembali dikarunia i seorang anak perempuan .Selama pernikahannya Dilan masih saja menghubungi ku walau hanya sekedar menanyakan kabar. Kami masih berteman walau bukan mesra lagi. Dan pernikahan Dilan hanya bertahan selama 10 tahun. Disuatu hari Dilan menikah kembali dengan seorang janda cantik dan kaya raya yang membuatnya meninggalkan Mei dan anak nya.
"Saniaaa" teriak Moli
" sejak punya bayi ,ibu satu ini hampir saja melupakan ku" peluk aku pada Moli
" ihh anak centil, masih kecil udah pintar ngomong" aku mencubit pipi bayi Moli se akan akan kami sedang berbincang.
" aduuh atiiit tantee" kata Moli.
Dan kami pun tertawa dengan becandaan kami yang sereceh itu.
Moli melahirkan kembali anak perempuan setelah setahun yang lalu putri pertama nya meninggal . tapi nasib Moli tidak semanis yang dibayangkan, ketika anaknya berusia 6 bulan ,putri perempuannya kembali menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit. Moli telah kehilangan dua orang putri sekaligus. Setahun kemudian suaminya pun ikut menghembuskan nafas terakhirnya. Kini dia tidak mempunyai ikatan apa apa lagi dengan suami orang. Moli hanya lah seorang janda tanpa anak. Dan akhirnya suatu hari nanti Moli menemukan tambatan hati yang lain dan memiliki seorang putra hingga dewasa nanti.
__ADS_1
Bagaimana dengan Dani, sejak aku menikah, aku pun masih berhubungan dengan Dani, walau hanya sebatas telpon dan hanya menanyakan kabar.
" apa kamu bahagia Sania?" tanyanya
" ya begitu lah"
" sepertinya kamu tidak bahagia ?"
" bagaimana kamu bisa tau?"
" aku sudah sering bilang padamu, kembali lah padaku.tinggalkan suami mu"
" tapi aku sedang hamil Dan?"
" apa? hamil?"
" iya aku hamil, bagaimana mungkin aku membiarkan anak ini nantinya lahir tanpa ayah jika aku meninggalkannya"
" aku yang akan jadi ayah sambungnya"
" aku tidak yakin Dan, walau aku ingin melakukannya"
" jadi kamu menyesal dengan pilihanmu?"
__ADS_1
" aku tidak tau Dan"
...Next...