Los Dol (Bersama Para Mantan)

Los Dol (Bersama Para Mantan)
96


__ADS_3

" Sania" teriak Lia


Aku kaget mendengar Lia berteriak.


" waaahh" aku ikut berteriak karena Lia baru keluar kamar mandi tanpa menggunakan sehelai pakaian.


Aku langsung memalingkan pandanganku.


" cepetan pakai pakaian mu" pintaku.


Terdengar Lia tertawa terbahak melihat aku yang juga kaget melihat penampakan dari dirinya.


" kapan kamu datang?" tanya Lia selesai mengenakan gaun kebangsaannya, daster.


" kemaren " jawabku.


Aku pun mengobrol sebentar dengan Lia.


" yuks kita santai diteras" pinta Lia.


Aku mengikuti langkah Lia keluar dari rumahnya menuju teras. Nampak Endi masih duduk tenang sambil memainkan handphone nya. Setibanya diteras ,tiba tiba sahabat tante Yasmin datang yaitu Tante Laura .Tante Laura juga sahabat Tante Yasmin dari dulu aku juga mengenal nya waktu masih tinggal di daerah situ. Tante Laura juga seperti ku ,dulu dia tinggal di sekitaran rumah Lia tapi sekarang dia juga pindah seperti ku. Mungkin sekarang dia kangen dengan sahabatnya dan mampir kerumah Tante Yasmin. Sepertinya tante Laura sudah tidak mengenaliku karena faktor usia. Tapi dia begitu ingat dengan sosok Endi.

__ADS_1


"Tunggu,bukankah ini Endi ?" Tante Laura yang nyosor ke teras di iringi tante Yasmin langsung saja menggamit Endi. Endi pun terkejut melihat reaksi tante Laura pada dirinya.


" iya tante, aku Endi"


" trus ini istrimu?" tante Laura langsung menunjuk ke arah ku. Aku pun tak kalah terkejut. Dengan reaksi sangat kaget aku pun bilang.


" bukan tante, bukan " kedua tanganku melambai kedepan yang artinya aku tidak setuju dengan pernyataannya. Lia yang ikut terkejut malah tertawa, melihat rona wajahku yang berubah merah. Tertawanya lepas sambil berkata.


" iya tan ,dia istri baru" berucap sambil menutup mulutnya. Endi ikut menimpali


" tepatnya istri kedua" sambil tertawa.


" bukan tante ,bukan" aku kembali berkilah.


" stttt, jangan gitu donk nanti kalau istri sah nya dengar gimana?" aku berbisik


" iya nih, anak muda sekarang becanda nya kebangetan" sahhut tante Laura.


" sudah lah, jangan pedulikan mereka, mending kita masuk aja yuk!" ajak tante Yasmin pada sahabatnya. Tante Laura mengangguk mengekor pada tante Yasmin.


Lia terus saja tertawa dan mengambil ponselnya, dengan diam diam Lia memotret aku dan Endi yang berjarak hanya dua langkah. Aku yang melihat perbuatan Lia memintanya segera menghapus fotonya.

__ADS_1


" Apa apaan sih kamu" aku mencoba meraih ponsel digenggaman Lia.


Dengan sigap Lia segera mengalihkan Ponselnya.


" bentar aku mau kirim ke sella dulu" pintanya.


" jangan Lia ,please. malu maluin aja. ntar kalau terkirim ke Milka gimana?" aku cemas.


" gak bakalan ,cuma ke sella doank" tegas Lia.


Dengan sekejap foto langsung terkirim ke nomor Sella yang sedang pergi bekerja.Sella yang langsung merespon pun ikut tertawa terbahak. Dia mengirimkan emotion tertawa lepas. Endi yang digoda dari tadi cuma bisa senyam senyum. Entah apa yang dirasakannya saat itu. Aku sendiri bahagia. Momen bahagia kami dulu serasa terulang lagi walau hanya sekedar candaan.


Wajah Endi kembali berubah saat handphone ditangannya berdering. satu pesan singkat masuk.


" maaf aku harus pergi duluan, aku jemput istriku dulu" katanya.


aku hanya tersenyum merelakan kepergian Endi yang hanya sebentar ngobrolnya.


Sepeninggal Endi ,Lia berkata padaku.


" Milka sedang hamil."

__ADS_1


" benarkah" entah aku senang atau bagaimana mendengar kabar bahagia itu yang pasti keluarga kecil Endi memang benar benar bahagia.


...Next...


__ADS_2